e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Latest Posts

Mimpi Sebagai Pembaca Pikiran Orang

Tak jarang mimpi menggambarkan perasaan ataupun pikiran seseorang, terutama persoalan asmara. Ketika seseorang yang kita kenal memikirkan kita dengan sungguh-sungguh dan berulang, seringkali pikirannya itu menjadi sebuah cerita dalam mimpi kita. Walau persoalannya sederhana yang hendak disampaikan melalui mimpi namun untuk memaknainya menjadi rumit karena tercampur dengan permasalahan lain yang cukup kompleks. Berikut contohnya: Sedang berada di dekat sekolah saya dulu, disana saya naik ke Bus Pariwisata yang sedang parkir. Di dalam Bus itu ada SM dan DN, teman sekolah waktu SD. Sedangkan saya bersama saudara, tetapi saya tidak tahu namanya. Kami sama-sama sibuk bermain HP, online buka facebook. SM meledek saya karena saya belum menikah, 'Teman seangkatan kita waktu SD, siapa aja ya yang belum menikah?' tanyanya. Saya hanya diam dibegitukan, merasa benar apa yang dikatakan. Cukup kaget mimpi begitu, soalnya untuk pertama kalinya memimpikan SM. 'Ada apa ya, kok teman itu tumben hadir ke dalam mimpi saya?' bertanya-tanya dalam hati. Sekira tiga minggu kemudian, ternyata pemerintah Kabupaten Bangli memutuskan rute bus baru Songan-Bangli, dan bus itu selalu parkir di dekat sekolah saya dulu. Sedangkan kehadiran SM dalam mimpi itu ternyata ada kaitannya dengan NN, gadis yang disayang. Usut punya usut, gadis yang membuat saya kecantol dan sudah pernah saya rayu di facebook, ternyata adik kandung SM. Saya menduga SM tahu melalui facebook kalau saya mencintai adiknya. Hal itu dijelaskan mimpi lainnya meski berbeda waktu yang lama mimpinya. Dalam mimpi itu saya bertemu SM bersama temannya dekat rumah saya. Ada perasaan malu soalnya jatuh cinta pada adiknya. 'Aku tahu kamu sayang sama NN, tapi aku pura-pura gak tahu' ujarnya. Saya gak berani bilang apa, hanya tersenyum melihatnya. Ingin rasanya memanggil SM dengan 'mbok/kakak' meski seumuran, karena etikanya ketika mencintai adik seseorang maka kita akan memanggil 'kakak' pada kakak dari orang yang kita sayangi kendatipun kita lebih dewasa dari kakaknya. Lalu tiba-tiba suasana berubah, saya dipanggil bapak saya karena sudah ditunggu kakek akan beli sapi ke pasar Rubaya, padahal sudah kesiangan. Saya pun masuk ke ruang tamu melihat kakek, 'Yuk kita berangkat' ujar kakek. Lalu kami hendak berjalan. Tersadar dari mimpi lihat jam sudah jam lima lebih, saya langsung bergegas menjemput kakek ke rumahnya, soalnya memang janjian mau ke pasar rubaya jam 5 kurang sudah berangkat. Sampai di rumah kakek, kakek agak kecewa. Katanya sudah dua kali bangun menunggu saya tetapi saya tak kunjung datang. Jadi mimpi ini membaca pikiran kakek sekaligus membaca pikiran SM. Bahkan mimpi ini memiliki makna yang serius meski seolah-olah bunga tidur karena bercerita peristiwa yang memang telah direncanakan, yaitu mengantar kakek beli sapi. Sebenarnya mimpi ini bermakna bahwa rumah saya leteh (makna membahas cinta), sehingga disuruh membeli banten (makna beli sapi) oleh Bhatara Hyang Guru (makna Ayah). Kaletehan itu akibat pemugaran dapur, sudah selesai tetapi belum membuat banten caru pabersihan karang. Malamnya saya ceritakan mimpi ini ke bapak saya, dan mencari hari baik untuk melaksanakan caru pabersihan (penyapuh karang), ternyata sudah esok harinya. Tak hanya kakak ceweknya yang datang ke dalam mimpi saya, kakak lakinya pun pernah datang ke dalam mimpi. Sepertinya kakaknya ini juga tahu kalau saya mencintai adiknya, soalnya dulu kalau bertemu di jalan saling sapa, tetapi entah kenapa dia berubah semenjak jatuh cinta sama NN, kalau disapa pura-pura tidak dengar atau tidak lihat. Saya penasaran dengan sikapnya, dia pun muncul ke dalam mimpi. Dalam mimpi itu saya bertemu dengannya di pusat desa. Kami pun berpelukan. 'Bli jero, kenapa sih bli gak ngijinin aku mencintai NN?' Tanyaku. 'Hahaha.. habis kamu mencintai adikku yang masih kecil. Padahal dia sedang suka-sukanya sekolah. Lihat aja dia. Dia baru kelas lima SD (aslinya kelas dua SMA).' Balasnya sembari tertawa. Makna pertama, besar kemungkinannya kakaknya merasa kecewa karena saya mencintai adiknya yang masih muda dan sedang sukanya belajar, apalagi adiknya sang juara kelas. Tetapi kakaknya tidak sampai benci ke dalam hati, hanya kecewa saja. Makna kedua, dewata belum merestui hubungan saya dengan NN karena NN masih kecil. Hanya perasan pada tingkat dasar saja direstui (makna sekolah SD). Dimaknai demikian karena kakaknya menjadi Jero Dasaran (tapakan dewa). Saya mimpi begitu karena menjelang tidur memikirkan NN sungguh-sungguh dan berdoa supaya disatukan. Bersambung.. *Berikutnya nanti saya akan tulis tentang bahasa cinta dalam mimpi.

Goro-Goro Pemerintahan Jokowi

Tadi dini hari saya mimpi berboncengan dengan pak presiden Jokowi bawa motor. Gara-gara pak presiden ceroboh, motornya tergelincir akibat di jalan di sekitar rumah ada benda yang menghalangi. Kami pun sampai diperban akibat kecelakaan tersebut.
Saya teringat bahwa pernah mimpi kecelakaan bersama pak presiden bawa motor (mimpi dalam mimpi) dan maknanya bahwa dua tahun terakhir pemerintahan pak Jokowi akan terjadi goro-goro (kekacauan), terutama keributan diantara pejabat. Saya pun terbangun dari mimpi.
'Jangan-jangan bener akan terjadi begitu' pikirku. Di satu sisi mimpi ini juga ada makna ke saya. Saya mimpi seperti itu gara-gara kemarin saya menaruh bahan bangunan (pasir dan besi beton) di jalan niskala (jalan alam gaib). Sehingga makna mimpi ini ada wong samar (jin) yang kecelakaan gara-gara benda yang saya taruh.
*Jin terkadang muncul dalam mimpi sebagai teman, pejabat, ular, dan orang tak dikenal.

Aishwarya Ningsih, Nama Calon Isteri Didapat Dalam Mimpi

Ceritanya berada di suatu tempat yang tidak begitu diketahui, samar-samar ada di banjar Buluh, di barat daya rumah saya, namun di tempat itu adalah rumah saya di barat jalan, sedangkan di timur laut rumah saya di seberang jalan adalah rumah orang yang saya cintai (baru PDKT).

Karena rumah berdekatan, saya hendak ngapel ke rumah cewek itu. Tiba-tiba dari belakang muncul laki-laki seperti dikenal dan dia mendahului saya ngapelin cewek tersebut. Saya gak jadi ngapel kesana, dan balik ke rumah. Dari jendela saya mengintip dia. Ternyata cowok itu tidak begitu diperhatikan sama dia. Malah dia ganti nama di facebook. Nama yang dia buat Aishwarya Ningsih (nama aslinya NI putu riNA kemalaSARIaNI).
Dia mengganti nama demikian sebab dulu waktu saya kirimi surat cinta saya membuat nama panggilan kesayangan untuknya: AISHWARYA NINGSIH. Ingatnya nama Aishwarya saya ambil dari bahasa Sansekerta, sedangkan Ningsih gabungan dari kata Hening dan Asih. Sebagai tanda bahwa dia mencintai saya itulah dia membuat nama itu di facebook, itu yang terlintas dalam pikiran saya. (Di kenyataan memang pernah mengirim surat cinta untuknya, tetapi tidak ada nama panggilan kesayangan seperti itu).
Tersadar dari mimpi merasa kaget dan langsung buka HP hitung perjodohan, siapa tahu nama itu nama yang disediakan untuk calon isteri saya. Menariknya dari lima petung perjodohan hanya satu menyatakan buruk. Begitu pula berdasarkan makna nama (temu sorot) bermakna sangat baik. Aishwarya artinya kekuasaan Tuhan, juga bermakna kemakmuran. Sedangkan Ningsih: Hening lan Asih artinya iklas dan penyayang. Bila disambung dengan nama saya menjadi Merta Asih atau Sihin Merta (dicintai kekayaan).

Uniknya lagi, ternyata kata Aishwarya itu nama artis India pemenang Miss World Aishwarya Rai, artis Hollywood tercantik di dunia. Sebelumnya saya pernah otak-atik perjodohan berdasarkan nama antara saya dengan nama asli dia. Maknanya sebagian baik sebagian buruk. Begitu juga berdasarkan temu sorot (makna nama); sebagian baik sebagian jelek. Bila dipanjangkan maknanya baik: Mertane mupu mesari (kekayaan berlimpah dan awet) atau Sarin Merta (intinya kekayaan). Akan tetapi berdasarkan nama panggilan ternyata bermakna buruk. Mer-ta dan Ni-Na artinya Merana (menderita). Makna ini saya dapat dari mimpi karena saya tidak berhasil mencari makna pendeknya.

Waktu itu sedang mikirin dia, tiba-tiba hilang kesadaran, setengah mimpi. Entah dari mana datangnya saya mendengar suara remaja laki-laki, 'Mer-ta-Ni-na: Mer-a-na'. Kaget juga dibuatnya, ternyata nama saya dengan dia bermakna buruk.

*Siapapun kelak jadi isteri saya akan ganti namanya dengan nama Aishwarya Ningsih. By the way, nama anak saya juga sudah ada loh. Didapat dari mimpi juga. Ceritanya punya anak tiga; anak pertama diberikan oleh seseorang yang tak dikenal namanya Putu Jawara. Anak kedua kembar, namanya Dharma Wijaya Putra. Kembarannya tidak jelas. Di dunia mimpi sudah ada nama isteri dan anak. Kini tinggal menemukan yang nyata aja. Huahaha..

Bila Ulama Meninggal Dunia

Tumben berkesempatan ngobrol dengan seorang penggali kubur, kebetulan di timur laut rumah saya ada kuburan muslim. Katanya malam ini ada seorang ulama atau Sunan meninggal dunia tapi mayatnya masih di perjalanan. Merasa ngeri juga berada di kuburan, siapa tahu ada roh gentayangan di sekitar saya. 'Mas, kalau seorang Sunan wafat, dikubur di sebelah mana ya?' 'Biasanya kalau tokoh masyarakat yang dihormati meninggal, dia dikubur di sebelah barat atau di hulu, sedangkan orang biasa agak di hilir' 'Ohh begitu. Sama aja dengan di Bali. Oya, mas pernah gak merasa takut saat menggali kubur?' 'Pernah! Terutama bila ada orang yang dikubur pada malam hari. Kalau siang sih biasa aja' ujarnya menjelaskan sembari menggali kuburan di samping pohon kopi. Sang penggali kubur juga memindahkan bekas-bekas nisan yang tidak terpakai. 'Satu lagi, mas. Bila makam seorang Sunan boleh gak ada yang menginjaknya? Soalnya waktu saya lewat di makam orang biasa tadi saya sempat berjalan di atas makam, tapi saat melewati makam ulama saya merasa tak boleh menginjaknya.' Tanyaku penasaran. 'Kalau makam Sunan gak boleh kamu injak karena orang-orang Islam sangat menghormati mereka. Bahkan mereka sembahyang (sholat) di makam Sunan. Kalau makam orang biasa kamu injak masih mendingan.' Terangnya lagi. Mimpi ini ada kelanjutannya, hanya saja cukup sampai disitu agar tidak panjang. Kronologinya sudah tidak lagi soal kuburan tetapi politik. Untuk memudahkan memaknai mimpi ini kudu berangkat dari doa saya. Doanya begini, 'Ratu Sesuunan titiang. Saya belum menikah, juga tidak mawinten (matelah/madiksa), apakah boleh saya ngadegang daksina linggih?' Saya berdoa begitu karena seminggu yang lalu saya ngadegang daksina linggih (karena orang tua tidak ada yang mau) tapi anehnya hanya berselang dua hari daksinanya lagi dirusak ayam jago. Dua hari yang lalu lagi membeli daksina, saya suruh ibunya untuk melinggihkannya. Katanya ibu tidak tahu, sedangkan bapak saya tidak mau padahal sudah sakit gara-gara mengabaikan petunjuk-Nya. Rencananya saya lagi mau melinggihkan daksinanya namun baru ditinggal sebentar telornya dimakan anjing, diambil di atas meja. Tidak bisa dipakai sudah karena sudah dijilati anjing. Mau ganti telornya saja ada perasaan takut dalam hati karena ada tatwanya bila sarana banten dimakan/disentuh anjing tidak boleh dipakai. Atas dasar kejadian itu saya curiga tidak boleh melakukannya. Simbol-simbol mimpi di atas; berada di kuburan pertanda kaletehan, ulama meninggal pertanda dewa hendak meninggalkan keluarga saya. Lebih-lebih dalam mimpi ulama disebut Sunan sehingga maknanya Sesuunan (dewata). Untungnya ulama yang meninggal masih di perjalanan. Kalau sampai dikubur, bisa celaka keluarga saya, karena bermakna dewa sudah meninggalkan kita. Roh gentayangan maknanya keletehan di kamulan itu menimbulkan roh kita dan roh leluhur luntang-lantung. Menggali kuburan ulama di dekat pohon kopi artinya keluarga saya dibilang pahit terhadap Sesuunan. Hanya daksina linggih saja kok susah? (Haha). Menginjak makam ini maknanya cukup menarik. Saya terjemahkan bahwa bila yadnya yang biasa seperti menghaturkan persembahan canang sari, masih boleh saya melakukannya. Akan tetapi bila yadnya utama maka orang tua yang melakukannya (makna hulu). Dalam susastra Hindu memang dinyatakan bahwa nangun yadnya hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah menikah.

Ini Sebabnya Sulit Memaknai Mimpi

Setelah bergulat dengan banyak mimpi, saya menemukan alasan kenapa mimpi itu sulit dimaknai. Hal itu dilatarbelakangi oleh berbagai faktor;
 1. Mimpi terkadang bercerita apa adanya, hal ini termasuk langka. Terkadang kita berusaha mencari makna suatu mimpi, tetapi ternyata bercerita apa adanya.
 2. Bermakna ganda: di satu sisi memiliki makna, di sisi lain bercerita apa adanya. Misalnya saya mimpi berada di timur laut rumah, di kebun. Disana melihat ibu saya sedang memanem bawang merah (bawang). Bawang yang sudah layu akarnya dipotong-potong (mateges), mau dijual. Melihat hal itu saya agak marah.
"Maa.. tolong jangan dipotong bawangnya, mau dijadikan bibit ditanam pada sasih keenam, soalnya bawangnya akan bagus panennya' ujarku. Mimpi ini bermakna ganda, di satu sisi dia bercerita tentang ramalan bawang merah yang akan datang, disisi lain bercerita tentang jodoh. Kok bisa?
Ceritanya begini; saat sembahyang saya berdoa memohon agar dipertemukan dan disatukan dengan orang yang akan menjadi jodoh saya. Lalu malamnya mimpi seperti di atas. Mimpi tersebut menggunakan bahasa sandi yaitu bawang mateges, maknanya 'suba tawang teges': sudah diketahui dengan jelas. Hal ini menjelaskan bahwa jodoh saya sebenarnya sudah ada di depan mata, gadis itu sudah saya kenal dengan baik.
 3. Bercerita tentang dua orang sekaligus. Seringkali mimpi seolah-olah kita yang mengalami, padahal dia bercerita tentang orang lain, begitu pun sebaliknya. Bahkan adakalanya bercerita tentang dua orang lain sekaligus, bahkan lebih.
Umpamanya: Saya berada di suatu tempat yang tidak begitu saya ketahui, seperti tempat semasa kecil di arah selatan rumah sekira sekilo dari rumah. Di tempat itu saya bertemu Mangku D. Kami menaiki pohon kayu Santen untuk menikmati udara segar.
'Kenapa ya hidup saya carut marut begini?' Tanya Mangku D (pemangku dewa kembar, sekaligus guide).
"Kayakne Mangku kurang peduli pada dewa kembar"
"Emang sih jarang sembahyang disana. Tapi sebenarnya karena salah memperlakukan turis, makanya jarang sekarang dapat turis' jelasnya. Lalu saya memanjat pohon lebih tinggi lagi. Tiba-tiba pohonnya melengkung karena masih muda batangnya. Saya pun terpelanting dan diayunkan ke bawah.
Saat hampir tumbang itulah saya merasa ngeri hingga terbangun. Makna: Kayu arti ayu. Tapi karena Kayu sanTEN, maka maknanya nenten ayu: tidak baik. Menaiki pohon artinya akan mendapat keuntungan tetapi disini maknanya akan mengalami kerugian karena kayunya hampir patah. Lalu kita cermati obrolannya.
Saya tafsirkan bahwa apa yang dialami Mangku D adalah kurang peduli dengan Dewa Kembar. Sedangkan kata 'Salah memperlakukan turis' maknanya salah memperlakukan Sasuhunan (dewata: makna turis). Saya bingung dibuatnya, mimpi ini tentang Mangku D ataukah tentang saya. Dan mendapat  jawaban melalui mimpi lainnya, ternyata  mimpi itu juga bermakna ke saya yaitu disuruh membuat banten.
4. Mimpi bukan hanya bahasa simbol. Secara umum masyarakat menganggap bahwa mimpi adalah bahasa simbol, tetapi sebenarnya mimpi seringkali muncul sebagai bahasa isyarat dan bahasa sandi. Dalam satu mimpi bisa gabungan dari semua bahasa mimpi.
5. Mimpi berangkat dari bahasa dan sistem kepercayaan masyarakat lokal. Hal ini menyebabkan mimpi yang sama tetapi maknanya akan berbeda-beda masing-masing suku. Umpanya dari segi nama: pisang, di bali disebut biu sehingga maknanya ayu (selamat); mimpi makan pisang artinya mendapat keselamatan.  Mungkin dalam budaya lain mimpi makan pisang maknanya jelek sesuai sebutan bahasa setempat. Terkadang bahasa mimpi mengecoh. Umpamanya mimpi tentang kayu yang artinya ayu. Maka bila mimpi menebang kayu maknanya jelek (menumbangkan hal yang baik). Tetapi kalau menumbangkan kayu nangka maknanya baik karena nangka artinya bangka/sakit, sehingga menumbangkan kayu nangka maknanya baik. Tapi kalau mimpi menumbangkan kayu berisi sarang lebah/nyawan maka maknanya buruk.
 6. Multi simbol. Satu makna mimpi seringkali dengan banyak simbol. Misalnya dewa atau Tuhan dalam budaya Bali muncul dengan banyak simbol, seperti: Sulinggih (orang suci), turis, pemangku, jero dasaran, balian, dokter, ayah-ibu, raja (pejabat), teman, bahkan muncul sebagai mantan. Hal itu terjadi karena dalam kepercayaan Hindu, Tuhan dinyatakan sebagai seorang ayah-ibu (bhatara hyang guru: sanghyang rwa bhineda: i meme - i bapa), Ratu (raja), guru, bahkan dinyatakan Tuhan adalah teman kita. Terkadang terjadi sebaliknya, satu simbol memiliki banyak makna.
Umpamanya ular: dalam keadaan tertentu bermakna ilmu hitam, terutama ular ganas karena beberapa ilmu hitam memang mengambil wujud ular-naga (rerajahan ular-naga). Terkadang ular bermakna jin (wong samar) sebab jin seringkali mengambil wujud (mesiluman) ular. Bahkan seringkali mimpi tentang ular bermakna pekarangan leteh sebab dalam tradisi di Bali bila ada ular masuk pekarangan itu pertanda karang leteh (kotor secara niskala), wenang carunin. Leteh ini pun disebabkan oleh dua faktor; bisa karena pamali (leteh ringan), bisa juga karena cemer (leteh sungguhan). Dalam keadaan tertentu ular bermakna janin, terutama ular kobra, sebab bentuk janin (seperma) bentuknya seperti ular. Dalam keadaan ini ular muncul sebagai bahasa isyarat. Umpamanya mimpi melihat ular kobra di dalam gua maka maknanya akan hadir momongan di keluarga kita.
 7. Muncul simbol baru Yang lebih rumit adalah simbol baru, seperti mobil, kapal terbang, hotel, hp. Tumbuh-tumbuhan baru yang tidak ada pada jaman dulu. Untuk memaknai simbol baru inilah kita akan kesulitan. Mengakali hal ini kita bisa mencari esensi dari simbol tersebut. Misalnya mobil esensinya tempat duduk (palinggihan). Bila mobil ayah kita dimimpikan terbakar maka maknanya Palinggihan Bhatara Hyang guru leteh, wenang carunin.
Begitu pula bila mimpi mobilnya berisi mayat maknanya palinggih leteh. Karena dalam kepercayaan di Bali mayat itu ngletehin. Hal apapun dalam tradisi di bali yang bisa menimbulkan cuntaka/leteh maka maknanya leteh. Umpamanya seorang wanita mimpi sedang menstruasi tapi dia masuk kamar suci, maka maknanya kamulan kita leteh. Leteh itu bisa disebabkan oleh dua hal; bisa pamali, bisa leteh sungguhan.
Contoh lain, hotel esensinya tempat turis menginap maka maknanya juga palinggih sesuunan/rumah dewa. Demikian pula kapal terbang bermakna palinggih sesuhunan (tumpangan tamu).

Hampir Dead Kestrum Listrik Tegangan Tinggi

Kemarin hampir saja saya pergi ke surga, atau mungkin ke neraka, go hell. Itu terjadi gara-gara kesetrum listrik tegangan tinggi. Awal kejadiannya, sore hari menjelang sandikala (mahgrib), saya jalan ke arah timur rumah bersama bapak. Di perjalanan saya melihat salah satu kabel tegangan tinggi hampir menyentuh aspal. Setahu saya, kabel tegangan tinggi sekarang terbungkus karet seperti kabel biasa. Karena itu saya hendak menggeser kabel itu ke pinggir jalan. Baru saya angkat, 'Aduuhh!' Teriakku kaget luar biasa, tangan kesetrum, tak bisa dilepas dan bergetar hingga seluruh tubuh. Ternyata pembungkus kabelnya terkelupas tak saya lihat. Saya berusaha melepasnya, dan berhasil menghempaskan tangan hingga tubuh terpental jungkir balik. Herannya, saya jungkir balik langsung ke posisi berdiri. Bapak saya terperangah melihat kejadian itu, dan entah kenapa bapak saya bilang setrum itu sebagai penambah energi biar lebih semangat. Dan saya merasakan tubuh saya semakin kuat, segar bugar gara-gara setrum itu. "Wuih.. saja ngeranaang ngedenang bayune kena setrum." (Ternyata membuat semakin besar tenagaku kena setrum). Ujarku pada bapak. Lalu tersadar dari mimpi. Hehehe. Saya sempat berpikir bahwa makna mimpi ini energi saya semakin kuat meski diserang orang akibat pertolongan bhatara hyang guru (makna bapak), soalnya menjelang tidur dapat tenger akan kena ilmu hitam. Namun setelah renungkan dalam-dalam, mimpi ini cenderung sebuah nasehat dari Bhatara Hyang Guru. Mimpi tersebut bila disusun menjadi kalimat menjadi, "Aku (bhatara hyang guru) memberi jalan (nasehat), turunkanlah emosimu (makna tegangan tinggi menurun). Jadikan energi itu sebagai penyemangat!" Sebelum mimpi seperti itu, malamnya saya curhat dengan cewek, curhat tentang orang yang disayang namun jutek habis, bahkan sikapnya sama saya bener-bener kurang ajar. Lebih-lebih saya dikait-kaitkan dengan cowok lain, hal itu membuat emosi saya meledak-ledak. Bahkan rencananya senin saya mau cari itu cewek ke sekolahnya. Saking emosinya saya. Lalu menjelang tidur menggerutu sendiri dalam hati, berkeluh kesah pada dewa, "Dewa, kenapa sih saya jatuh hati pada orang yang kurang ajar padaku?" Sebelum berlanjut ke mimpi di atas, saya memikirkan dia, lalu hilang kesadaran, saya melihat sepupu saya, bli kembar, menggunakan jaz hitam. Lalu dia menarik kue warna hijau (warna gadang) terbungkus plastik kresek dari kantong bajunya. Hal ini saya maknai bahwa dewa kembar memberitahu, meski cewek itu terlihat brengsek/resek diluar (makna pembungkus plastik kresek) dan memberikan derita (makna warna hitam/gelap), namun sesungguhnya dalam hatinya sayang (makna warna jaja gadang). Sebelumnya juga pernah mengalami hal serupa, waktu siangnya bertemu dia di jalan, dekat sekolah. Tak sengaja melirik dia sambil bawa motor, "Apa kamu lihat-lihat!" dengkiknya. Saya senyumin saja. Malah tertawa melihat sikap dia, menggemaskan. Lagi sebentarnya saat saya makan di warung makan dia lewat, tak sengaja lagi berpandang mata, lagi dia ngomong yang gak jelas. Anehnya saya malah merasa senang dibegitukan. Bikin tertawa sendiri. Biasanya kalau cewek memang benci sampai lubuk hatinya, tak diungkapkanpun kita bisa merasakan emosi yang meledak, bikin marah. Tetapi kalau cewek terlihat kurang ajar di depan kita namun justeru membuat kita tertawa, itu yang membuat penasaran. Esok sorenya, saya teringat dengan kejadian itu sambil tidur-tiduran. Lalu mendapat tenger dicintai wanita, kedutan di leher kanan; wong isteri asih. Tak berapa lama kemudian saya hilang kesadaran, dan mimpi melihat korek gas, didalamnya berisi gas warna hijau terang (warna gadang), lalu mendengar suara seorang gadis. Dia bilang, "Sory.. sory." Ujarnya. Tersadar dan heran. Siapakah cewek itu? Saya menduga suara cewek itu suara hati dia. Makna korek gas/panas saya menduga itu simbol emosi. Sedangkan warna gadang maknanya sayang. Jadi kalau dibahasakan bahasa hati dia menjadi, "Maafkan aku, walau terlihat menyebalkan/bikin emosi, sebenarnya dalam hatiku ada rasa sayang." Kejadian lain juga ada kasus serupa, waktu itu saya chat dengan sepupu dia, saya titip salam ke dia, dan bercerita kalau saya sempat melihat dia saat hilang kesadaran. Sepupunya marah-marah. Nah malamnya saya memikirkan dia, dan saya juga merasakan dipikirkan seorang cewek melalui tanda kejutan pada tubuh. Dan hilang kesadaran, saya mimpi disuapi jajan onde-onde oleh seorang gadis yang saya kenal namun tak tahu siapa namanya, tersamar wajahnya. Saya maknai bahwa ada seorang gadis yang terlihat keras di luar, namun manis dalam hatinya. Dimaknai begitu karena jajan onde-onde itu diluarnya bulat dan keras namun didalamnya berisi gula, manis. *Belajar memaknai bahasa cinta dalam mimpi. Hahaha.

Ternyata Sakit Pemalinan

Tumben saya sakit kepala nyut-nyutan datang dari mengantar ibu ke pasar Sbrn. Sudah saya pijat gak ada perubahan, kasih minyak angin juga gak baikan, bahkan sempat diberi energi prana. Saat terbaring di tempat tidur dapat tenger akan mendapat pertolongan dari dewa (kedutan di punggung kanan). Lalu terbaring dan hilang kesadaran, setengah mimpi. "Om ibu prameswari" aku berdoa mengucapkan mantra berbahasa Indonesia untuk ibu Parvati. Lalu tersadar. Saya agak bingung juga, "Apakah saya diobati?" membatin. Lalu tertidur kembali, dan bermimpi: Saya duduk bincang-bincang bersama jero C dari BTM. Tidak begitu ingat apa yang kami bicarakan. Sembari saya mematahkan pipet minuyman dengan tangan saya berpikir, "Kalau tanganku mau digores sama dia (jero C), maka aku tak akan mengijinkannya. Karena dulu dia pernah mencobaku dengan aji ugig, panah jarum" Sesaat kemudian saya menoleh ke kamar suci. Ternyata disana ada tikus terperangkap didalam mangkok besar bening transparan. Tempatnya tinggi, ditaruh di atas kursi yang bertingkat. Saya lihat mangkok tersebut lebih dekat, di dasar mangkok itu ada beras, juga ada gelas tempat tirta, air suci. Tikus itu saya usir, "Huuhhh.., huuhh". Akhirnya tikus itu loncat. Dan saya tersadar dari mimpi. Tikus di kamar suci? Bertanya pada diri sendiri. Berarti pemali di tempat suci (kamulan). Tempatnya tinggi lagi. Ada beras, ada tempat tirta, berarti isyarat sarana persembahyangan. Lalu saya teringat waktu lalu bapak saya mengikatkan tali di rong telu agar daksina linggihnya tidak jatuh 'ditendang' ayam, kekeh siap. Saya akhirnya memotong tali itu, dan sekarang sakit kepala sudah punah. Hahaha.. *Nb: Dalam primbon Bali disebutkan, "Ngipi cegut bikul, pemali nyakitin."

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts