e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Digodain Cewek SMP

Seorang anak lelaki dan dua gadis abg bau kencur bolak-balik bawa sepeda lewat di dekat tempatku kerja. Mereka ketawa-ketiwi sambil lalu mencuri pandang. Gue perhatiin yang lebih dewasa, lebih cantik, aduhai, rambutnya hitam panjang, wajahnya manis unyu-unyu. Penasaran, aku keluar, bersandar di belakang mobil yang diparkir. Yang lelaki mendekati gue, kayaknya dia masih SD. Aku tersenyum, dia malah hendak lari, gue tarik tangannya.

“Hai.. sini dulu.. kenapa ketawa-ketawa gitu tadi?”
“Tuh temenku nyuruh nemenin dia kesini.. katanya mau titip salam sama om!”
“Haa! .. salam apaan tuh?”
“Salam I Love you”
“Hahhaha..”Aku tertawa kegirangan dalam hati.
“Dia kelas berapa sih?”
“Masih SMP”
“Namanya?”
“Indah, nama panggilannya..”
“Ohh.. Bilang ya, salam balik, salam sayang.. jangan lupa tanyain nomor HP-nya”

Anak itu berlari mendekati temennya yang bersembunyi di garasi rumahnya. Terdengar suara ketawa-ketiwi, suasana jadi ramai, berisik. Anak itu datang lagi.

“Ini nomornya, om.. 081565373****. Pacar omm nitip salam lagi, salam Cup muachhh…katanya”
“Wooww.. boleh juga ini cewek” pikirku. Gue semakin bergairah, cewek seperti dia sudah masuk ke dalam seleraku.

Kemarin, waktu dia mau ke mesjid, aku lirik dia malu-malu, pas waktu bertatapan mata, aku merunduk, tersenyum malu. Aku mengaguminya, aku ingin mengenalnya. Tetapi terlalu muda untuk digodain.
“Ya dah.. makasih ya.. bilang aja nanti kakak akan telpon dia” selorohku. Anak itu berlalu, aku kembali ke tempat kerja. Dua gadis itu lagi mondar-mandir, setiap lewat melirik gue. Kesempatan tak gue lewatkan, gue kasih ciuman angin. Ciuman melalui tangan itu lohh.. sontak saja mereka tertawa lepas dan mempercepat jalannya.

Dia lewat lagi, gue kasih lagi ciuman angin dengan tulus. “Wueeekkk..” balasnya sambil menjulurkan lidah. Aku pun tertawa sendiri melihat sikapnya. Baru mau keluar mendekati mereka, tiba-tiba bos datang. Adeehhhh.. mau diajak ke rumah duka, Rumah Sakit Angkatan Darat. 

Sepulang dari rumah duka, gue pulang ke rumah sewa. Tapi karena sudah cuntaka (tidak suci karena sempat melihat mayat), aku tak langsung masuk kamar, cuci muka dulu, setelah memandang rembulan dan bintang-bintang di langit sebagai penyucian diri, karena kamarku aku anggap kamar suci, ada ‘pelangkiran’ sebagai tempat sembahyang pribadi. Akan saya ulas tersendiri perihal ini pada status selanjutnya.

Seusai mandi, aku tak sembahyang melainkan membeli canang terlebih dulu karena tadi belum beli (sebab masih cuntaka). Di tempat beli canang, ada cewek muda, tampangnya biasa saja, rambutnya pendek. Iseng-iseng aku ingin menggodanya, sekedar basa-basi.

“Ini cucunya ya, bu!”
“Anak aja belum nikah, apa lagi cucu. Dia tetangga ibu..”
Aku memperhatikan gadis itu, dia merunduk malu.
“Kenalan dong! namamu siapa?” aku mengajaknya salaman. Tetapi dia tak mau. Padahal gue pingin menggenggam erat tangannya. Lama tak dijawab, aku tanya lagi.

“Gak mau ya kenalan sama cowok ganteng sepertiku!.. hahaha. Kamu dari mana sih?”
“Karang**em, mas darimana?” ujarnya, sambil bersidekap tangan.
“Aits… emang tampang gue tampang orang Jawa apa?”

Dia diam sejenak, tak menjawab pertanyaanku.
“Kamu sekolah dimana?”
“Gak sekolah, nyari kerja.. ” ujarnya, seperti orang ngeyel.
“Masih kecil kok sudah kerja, kerja dimana?”
“Emang gak boleh??? mas kerja dimana?” selorohnya, berlagak semakin sombong.
“Saya.. ehem, saya gak kerja” ujarku pelan. Males gue ngomong sama cewek seperti ini. Yang sok-sokan, kalau cantik sih mendingan.
“Kamu pasti kerja di proyek ..?”“Mimih.. tampang saya seperti pekerja proyek ya?”

“Adehh.. ketut, ketut.. kamu dibilang bekerja di proyek. Dia gak tahu kamu sebenarnya, dia sok aja, padahal dia pembantu tetangga ibu” bisik ibu yang jual canang, wajahnya kesel juga melihat cewek berlagak sombong itu.

“Saya duluan ya… saya masih muda loh” ujarku pada cewek itu, aku pun berlalu.

Sampai di rumah kontrakan, gue berpikir sejenak. Mengingat kejadian tadi sore dan barusan. Gue digodain cewek cantik, SMP. Akan tetapi gue diremehkan cewek bertampang pas-pasan, pembantu rumah tangga lagi. Aku jadi teringat dengan prinsip sendiri, “ketika kita mengungkapkan ‘perasaan’ dari hati yang tulus, ungkapan itu akan meluluhkan perasaan orang itu, tetapi jika hanya sekedar basa-basi, maka tak akan maksimal, hanya bualan yang tak berguna dan diremehkan”.

Iseng-iseng gue mau nelpon nomornya Indah, cewek abg itu, tapi syangnya.. ‘Nomor yang anda putar salah..’

Buseeeetttt..! gue dikasih nomor salah nih! garuk-garuk kepala.

1 Komentar:

satriya mengatakan...

hahaha... ketawa dalam hati aku bacanya mas... eh mas atau om nih manggilnya ? :P .. jadi inget juga waktu lalu ane pulang dr tempat kerja.. di bus ane digodain ama sekelompok cewe SMP,,,, entah cuman iseng atau karena gadis2 sekarang suka ama brondong tua kwkwk

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts