Voice Of Merta Mupu

Voice Of Merta Mupu : Cerita Tak Tertata

Motivasi Menulis

Channel Youtube

Hiks! Ternyata Aku Kena Guna-Guna

Hiks! Ternyata Aku Kena Guna-Guna

Pada umumnya orang yang menjadi korban guna-guna adalah wanita, terutama guna-guna pyolas dan pengasih. Namun tak bisa dipungkiri laki-laki pun terkadang jadi korban guna-guna. Biasanya, laki-laki kena guna-guna jenis 'pamiat', dimana guna-guna ini berfungsi sebagai pemisah cinta; dari sayang menjadi biasa saja, bahkan bisa menjadi benci tanpa sebab.

Hal seperti itulah yang aku alami, dimana sejak beberapa waktu lalu tiba-tiba rasa sayangku pada seorang gadis mendadak hilang tanpa sebab, sampai-sampai aku merasa heran dan aneh. Padahal sebelumnya aku sampai pontang-panting berusaha agar bisa berhenti mencintai gadis itu, namun aku tak bisa, tiada berdaya dengan kekuatan cinta yang aku miliki. Pernah juga sengaja mencari guna-guna agar bisa membencinya, sayangnya hanya bertahan sebulan. Penyakitku kambuh lagi; mencintai kembali gadis itu meskipun diabaikan. Barangkali cintaku yang demikian dahsyat itu gara-gara pernah memohon kepada leluhur, dewa-dewi, agar aku tak bisa mencari gadis lain bila aku dan dia akan berjodoh. Permohonan itu aku lakukan di pura Kawitan. Semenjak itu aku sulit sekali mendekati gadis lain, bahkan bila ingin dekat dengan gadis lain timbul rasa sedih, nyesek, bahkan menitikan air mata. Pernah diperkenalkan dengan seorang perawat oleh temenku, sempat ada semangat mendekatinya, namun begitu berpikir untuk berhenti seutuhnya meninggalkan gadis yang dicintai sebelumnya, air mataku tumpah, tak rela meninggalkannya.

Berat rasanya untuk memindahkan rasa sayang yang aku miliki diberikan pada yang lain, padahal seharusnya bangga seandainya ada gadis lain untuk dicintai karena cintaku telah diabaikan hampir 4 tahun. Kebayang tidak betapa sulitnya aku berhenti mencintai gadis itu? Meskipun sudah berulangkali dicaci maki, diremehkan, tetapi tak pernah dia bisa membuatku marah, malahan kadang tersenyum kalau diremehkan. Pernah sms-an sama dia, aku dibilang anjing malah aku tertawa terpingkal-pingkal karena aku jadikan lelucon. Cewek lain berani berbuat demikian, meh sudah aku habisi. Jangankan dibilang anjing, dipanggil kamu saja sudah illfeel, soalnya aku suka dipanggil bli, kakak, mas, wi, oleh orang yang disayangi.

Demikian sepintas betapa luar biasanya cinta yang pernah aku rasakan. Dapat dikatakan cintaku itu sebagai level tertinggi dalam hidupku. Terkadang merasa bangga pada diri sendiri bisa merasakan cinta yang luar biasa seperti itu, mampu mencintai seorang gadis demikian dalam, walaupun diabaikan bertahun-tahun. Cinta atas dasar pilihan hati.

Sayangnya rasa sayang yang begitu dalam hilangnya tiba-tiba, mendadak sirna tanpa bekas, tiada yang tersisa. Biasanya cinta itu hilangnya perlahan, terlebih lagi cinta yang dalam, butuh proses panjang untuk hilang dan setidaknya sudah ada penggantinya. Sedangkan yang aku alami hilangnya tiba-tiba, belum ada penggantinya. Aneh, bukan?

Setelah hilangnya perasaan itu, beberapa hari kemudian aku sering merasa takut saat tidur. Bahkan sempat sampai menggigil karena merasa takut terhadap sesuatu yang tak bisa aku lihat namun kehadirannya dapat aku rasakan. Pernah juga melihat mahkluk seram masuk ke kamarku hingga aku terkejut dan sedikit berteriak, yang ternyata ibuku masuk ke kamarku untuk mematikan lampu.

Mengalami hal janggal seperti itu, aku meberanikan diri untuk bertanya pada bapak, dan bercerita apa yang aku alami, terutama soal perasaanku pada gadis itu yang hilangnya tiba-tiba. Bapakku tidak bisa menjawabnya. Kemudian aku bercerita mimpi yang aku alami beberapa minggu lalu, sekitar sebulan lalu.

Dalam mimpi itu, pada saat mahgrib aku disuruh ibu untuk mengambil barang ke Kayuselem membawa sepeda motor, melewati rumah dia. Ketika aku balik membawa barang itu, dekat rumah dia, di sebelah selatannya (betenne) sandalku terjatuh sebelah dan aku membiarkannya karena repot mengambilnya gara-gara bawa barang yang agak berat. Sebelahnya lagi jatuh di sebelah utara rumahnya (duurne) sudah agak jauh, dekat jalan kecil menuju rumah kakakku. Setelah sampai rumah, aku lupa mengambil sandal itu, baru ngeh atau sadar saat mau mandi, sedangkan hari sudah mulai gelap. Kemudian aku mencari sandal itu bersama kakakku membawa motor dan bawa obor dari botol. Sampai pada tempat jatuhnya sandal belakangan, aku menemukan sandal itu dan menemukan lagi sandal dua pasang. Di dekat tempat itu seharusnya ada rumah kakakku. Namun rumah kakakku tidak ada, malahan bentuk tanah disitu seperti sebelum dibangun rumah.

Perjalanan berlanjut mencari sandal lagi sebelahnya, sandal itu pun aku temukan di sebelah selatan rumah dia. Saat balik, berada di depan halaman rumah dia, aku melihat ibunya sedang menyapu halaman rumah. Dan tiba-tiba obor yang aku bawa meledak, membakar telapak tangannku, lalu aku lempar ke tepi jalan, mengenai rerumputan kering. Api pun membara. Ibunya melihat api itu dan menyuruh mbok jero Kerti untuk menyiramnya. Saat disiram, apinya tak mau padam, malah membesar, namun baru kedua kalinya baru mau padam. Setelah api padam, aku meninggalkan tempat itu, dan di sebelah timur rumah dia aku melihat sanggah kamulan dia beratapkan pohon Jepang.

Aku pun terbangun dari mimpi. Saat sadar, aku merasa pasti ada keluarga dia yang marah padaku, namun ibunya mencoba mendamaikannya [makna dari api yang dipadamkan]. Demikian logikaku memaknai sepintas mimpi itu. Namun setelah diceritakan pada bapakku artinya ternyata jauh berbeda dari logikaku itu. Bapakku mencoba melihatnya dengan mata batin (indra keenam).

'Apakah kamu pernah guna-guna dia?' Tanya bapakku.
'Pernah sekali, uji coba'
'Gadis itu pernah merasakan sesuatu yang kamu inginkan. Dan mungkin menceritakannya pada ibunya'
Aku memang pernah mencoba guna-guna dia, guna-guna yang baru aku pelajari. Aku baru belajar hal begituan sehingga ingin coba kemampuan, ternyata berhasil.

Guna-guna yang aku gunakan jenis 'pengaradan' dimana orang yang diinginkan merasa rindu dan segera ingin bertemu. Waktu itu dia biasanya pulang kampung setiap hari minggu, dan aku sudah gak pernah ketemu hampir dua minggu. Aku kangen banget sama dia, saking kangennya sampai aku menitikan air mata, sedangkan dia sedang praktek kerja lapangan di seminyak. Gak mungkin aku bisa bertemu dengannya. Gara-gara kangen itulah aku coba mengarad dia agar segera pulang kampung. Dan besoknya ternyata dia beneran pulang kampung, rindu pun terobati. Damai rasanya hatiku bisa melihat dia. Selain mengarad dia, aku juga sempat uji coba kirim pesan melalui mimpi, hal ini tak menggunakan mantra namun hanya menggunakan kekuatan pikiran. Pesan yang aku kirim tentulah nasehat-nasehat baik seperti misalnya; aku sayang banget sama kamu, mungkin kita akan berjodoh, jaga diri baik-baik ya. Jangan bergaul bebas selama jauh dari orang tua. Kamu boleh berteman dengan siapa saja, tapi jaga kesucian.

Kembali ke penglihatan mata batin, dari penglihatan bapakku, ibunya pernah memberikan anaknya tirta angsuhan (air suci). Tirta itu diambil dari 'duwe' yang dimiliki keluarganya yang distanakan di pelinggih sanggah kamulan. Perkiraan bapakku, aku tak hanya kena pamiat, bahkan kena aji panglinglungan. Hal ini bisa dilihat dari apa yang aku alami.

Sederhananya, bila aku logikakan mimpi itu, mungkin aku kena 'guna' itu dua kali dimana sandalku terjatuh. Pertama di selatan rumahnya, kedua dekat rumah kakakku. Ibunya sedang menyapu artinya sedang membersihkan rasa sayangku untuk anaknya. Menyiram api maknanya menghanguskan guna-guna yang aku uji coba dengan tirta angsuhan. Aku melihat sanggah kamulan dia beratap pohon Jepang, artinya tirta itu didapat dari pelinggih itu. Yang sama sekali tak paham, kenapa aku mendapat dua pasang sandal baru lagi?


Sebulan terakhir ini aku sering melihat gadis lain seperti melihat dia. Kemana-mana aku pergi, setiap melihat cewek sedikit saja mirip dia tetapi aku seperti melihat dia seutuhnya. Padahal dulu gak pernah mengalami hal seperti itu. Pernah dekat rumahku melihat dia membawa motor sampai jantungku berdebar-debar, gak nyangka ternyata dia pulang kampung. Eh baru dekat ternyata bukan. Duuh kecewanya aku.

Waktu Galungan juga sempat terjadi hal seperti itu. Pada malam hari, di pesimpangan Dewa Hyang aku melihat seorang cewek sedang duduk, cewek itu menutup mulutnya dengan jaket yang dipakainya. Lama aku memperhatikannya, di mataku gadis itu adalah dia. Sampai berulangkali aku melirik cewek itu namun selalu aku merasa cewek itu adalah dia, padahal tadinya aku sempat melihat dia sudah berangkat ke Seminyak. Tapi kok dia masih ada di sini? Aku mendekati gadis itu meski agak gemetar untuk memastikan cewek itu bukan dia. Bersyukur cewek itu menurunkan jaket dari mulutnya sehingga aku berhasil memastikan gadis itu bukan dia. Lalu aku mengajak cewek itu ngobrol dan aku memeluknya mesra, anggap saja aku memeluk dia, apalagi gadis itu masih abg, cantik lagi.

Back to topik, setelah menyadari aku kena pamiat, aku sempat sms bapaknya, ingin memastikan apakah itu benar atau tidak. Pura-pura ingin memastikan kebenaran mimpiku. Tapi memang ada benarnya juga berawal dari mimpi.

*
Dadi tiang metakon bedik, ruu? Kola eda mekala gurune, tiang masi lega kenehe. Wi maan baanga tirta angsuhan apa si ken mejro tow? Bani jeg ilang seleh perasaan tiange ken Wi. Suba sekitar uli seminggu tiang merasa keto. Sangkana tiang metakon keto soalne penasaran teken ipian tiange.
*
(Boleh gak saya bertanya sedikit, om? Tapi om jangan marah, perasaanku juga senang. Wi itu pernah diberikan tirta angsuhan apa ya sama tante? Entah apa sebab hilang tuntas perasaanku sama Wi. Sudah sekitar sejak seminggu aku merasakan hal seperti itu. Sebabnya aku bertanya seperti itu karena penasaran dengan mimpiku.)

Sms itu terkirim tetapi tak ada balasan. Entah dibaca atau tidak, entah benar atau tidak penglihatan mata batin bapakku dan mimpiku. Tetapi aku tetap senang kalau keluarganya mau membantuku untuk menghilangkan rasa sayangku pada anak gadisnya. Hal itu membuatku senyum-senyum sendiri, karena aku gak perlu repot berusaha berhenti mencintai anak gadisnya hingga sekarang sudah tak punya perasaan sama anaknya. Namun entah kenapa aku yakin suatu saat aku akan memulai lagi rasa itu. Dan itu aku yakini sebagai tonggak awal bertemunya cinta sejati.

Meski aku tak marah, namun ada perasaan kecewa sedikit. Dimana aku merasa terkena kekuatan lain yang mampu membuatku keder. Dua hari aku tak bisa tidur gara-gara setiap mau tidur selalu bangun dalam keadaan terkejut. Baru sebentar tidur, bangun lagi, seperti ada yang membangunkan. Setiap tidur sebentar itu aku selalu melihat teman-teman lamaku, padahal di dunia nyata sama sekali aku tak memikirkan mereka.

Merasa janggal seperti itu, aku pindah tidur ke kamar bapakku. Tetapi tetap juga begitu, tidurnya hanya semenit, dua menit. Tidur siang sebentar juga begitu. Pindah ke tempat tidur yang ada warungnya, juga mengalami hal yang sama. Waktu kundangan bantu-bantu om (om salah satu keluarga besarku) sibuk mau buat upacara ngotonin, disitu juga aku sempat tidur karena kelelahan, namun masih juga mengalami hal yang sama; tidur sebentar terbangun dalam keadaan terkejut.

Jengkel juga dibuatnya, kok terus-terusan mengalami hal seperti itu hampir selama dua hari, padahal aku sudah ngantuk berat dan merasa lelah sekali, tenaganya seperti terkuras. Ngeteh basange, aku pakai mantra pemanggil saudara empat (kanda empat) menggunakan bahasa gado-gado:
Mantra ih.. Anggapati, prajapati, banaspati, banaspati raja. Bli nonden cai (kakakanda menyuruh kamu), hancurkanlah segala kekuatan yang menggangguku, sirna hilang, lah poma, poma, poma.

Akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak di rumah omku itu sekitar sejam. Awignam astu, sampai sekarang tak ada gangguan tidur pagi.

*Kadang aku rindu pada perasaan cinta yang dalam itu meski meninggalkan luka, sejujurnya hal itu tetap sebagai sesuatu yang indah untuk dikenang.

Ditulis 11 September 2016
-
Status facebook sebelumnya yang menyagkut dengan tulisan di atas sebagai berikut:

Aneh, Tiba-Tiba Rasa Sayangku Hangus Tak Berbekas

Ada perasaan janggal yang aku rasakan sejak dua hari lalu mengenai perasaanku pada dia; orang yang sering aku ceritakan, yang selalu ada dalam pikiran dan hatiku. Namun dari dua hari lalu, hatiku terasa hampa, kosong. Ingin memikirkan dia tapi tak bisa, ingin agar rindu pada dia, juga tak mau. Perasaanku seperti hangus terbakar. Saat ini sedikit pun tak mengharapkan dia.

Parahnya lagi, foto-foto dia semua aku hapus, baik di HP, maupun di facebook. Saat menghapusnya tanpa ada perasaan sedih, tanpa ada penyesalan, tak takut lagi kehilangan. Tentangnya semua menghilang. Padahal biasanya selalu ingin menjaga fotonya, semua tersimpan rapi. Gampang sekali rasanya tangan ini main delete foto-fotonya. Begitu juga semua foto adiknya, terhapus dengan mudahnya. Aneh!.

Apa yang menghapus perasaanku? akankah dia kebablasan menjalin hubungan dengan cowok lain? ataukah ada kekuatan lain yang mampu menghapus perasaanku ini? semuanya menjadi tanda tanya.

Balik ke beberapa hari lalu, tepatnya 3 hari lalu, malamhari, aku sempat berdoa kepada ibu almarhum, agar rasa sayangku hilang untuknya bila dia tidak layak diperjuangkan. Akankah itu terkabul?

Yang tersisa sekarang hatiku terasa hampa, kosong melompong. Sepertinya baru kali ini aku akan bisa mencintai cewek lain tanpa takut meninggalkan dia. Biasanya selalu ada perasaan sedih jika ingin mencintai cewek lain, sekarang tak ada perasaan itu sama sekali. Aneh Loh.

Ditulis 27 Agustus 2016
Ini Sebabnya Perlu Menulis Status Facebook Agak Panjang

Ini Sebabnya Perlu Menulis Status Facebook Agak Panjang

Mungkin banyak orang merasa enggan menulis status panjang-panjang di facebook, meski orang bersangkutan berpengetahuan luas. Lebih senang menuliskan kesimpulannya saja dengan menjadikannya kata-kata bijak.

Sebagian orang menulis status pendek-pendek karena memang tidak tahu apa yang hendak ditulis. Banyak pula pikirannya mandeg alias macet ketika menulis, bingung bagaimana caranya menyampaikan uneg-uneg pikirannya, padahal orang bersangkutan pandai berbicara, berpengetahuan. Ada pula yang takut dianggap pamer ilmu.

Dari hasil pengalaman saya di dunia maya, status orang yang paling mudah saya lupakan adalah status pendek-pendek meski status tersebut penuh makna dan dalam; kata-kata bijaksana yang sarat dengan nilai kebenaran. Status pendek juga sering menimbulkan kesalahpahaman hingga memunculkan perdebatan, fitnah, bahkan menimbulkan permusuhan, terutama permasalahan yang bersifat kontroversi.

Berbeda dengan status yang agak panjang; ada latar belakang, kasus, dan penjelasan yang akan mengikat pikiran pembaca terhadap apa yang dibaca, sehingga pembaca akan membuat kesimpulan sendiri dan menemukan pemahaman baru. Kesimpulan masing-masing pembaca pun bisa beraneka ragam, tergantung pengetahuan dan pengalaman hidup orang bersangkutan.

Pembaca juga akan mengingat status kita pada bagian-bagian yang berbeda; ada yang ingat pada kasus, ada yang ingat pada penjelasan, ada yang hanya ingat kesimpulannya saja, dan ada juga pembaca bisa menemukan pengetahuan baru setelah digabungkan dengan pengetahuan yang dimiliki orang bersangkutan.

Oleh karena itu, penting untuk menulis status agak panjang; misalnya ada latar belakang, uraian, dan kesimpulan. Dengan cara itu, pembaca akan lebih mudah mengingat apa yang kita tulis, termasuk lebih mudah mengingat penulisnya.

Apabila status kita pendek, meskipun isinya wow namun sulit melekat dalam pikiran akibat kurangnya kata-kata atau kasus yang dapat memancing pikiran agar ingat pada suatu 'pengetahuan'. Jangankan ingat siapa yang menulisnya, apa yang ditulis saja sudah dilupakan, meskipun status kita sudah berjibum di beranda facebook.

Status pendek itu meski banyak mendapat jempol atau like tetapi pembaca jauh lebih mudah melupakannya, sedangkan status yang agak panjang akan lebih mudah melekat dalam pikiran. Layaknya pohon, bila kita hanya memberikan buahnya, orang akan mudah menikmati tetapi orang itu tidak tahu bagaimana daunnya, batangnya, bunganya, apalagi akarnya. Namun ketika seseorang menjelaskan sebuah pohon secara keseluruhan; akar, batang, daun, bunga buah, maka di kemudian hari pembaca hanya dengan melihat daunnya, dia akan ingat buahnya. Bahkan bisa ingat akar pohon itu. Bahkan bisa ingat secara kesulurahan.
Ganti Nama Karena Jodoh?

Ganti Nama Karena Jodoh?

Ada kalanya saya bersikap seperti orang dewasa, di sisi lain sering bertindak seperti anak-anak, sampai ibuku mengataiku seperti rare alias bayi. Sedih. Hiks!

Meski sifat anak-anak masih menonjol tetapi soal jodoh terkadang overdosis, lebay. Salah satu kelucuan saya yang sering ditertawakan bapakku adalah soal nama antara aku dan dia, cewek yang membenciku. Yang membuat bapakku tertawa, aku sudah menyediakan nama baru aku bila berjodoh dengan dia. Padahal cewek yang kuanggap akan menjadi istri adalah orang yang paling membenciku. Lucu kan?

Pada awalnya aku mau mengganti nama dia, karena bila namaku disandingkan dengan nama dia hasilnya bermuatan negatif, yaitu pati (kematian). Dari kedua susunan nama aku dan dia, juga bermakna tolak-menolak sekaligus tarik menarik, dengan kata lain jika dia benci padaku maka aku akan merasa sayang, jika aku yang merasa benci, dia yang akan merasa sayang. Dan itulah yang terjadi selama ini, terutama aku menjadi korban.

Setelah pelajari seluk beluk soal nama, ternyata nama dia bermakna positif, dimana berdasarkan susunan aksaranya nama dia berarti 'Lungguh' alias mendapat kedudukan, dihormati. Demikian pula berdasarkan numerologi nama ternyata nama dia cukup baik. Susunan aksara pada namanya juga sesuai hari kelahirannya.

Giliran namaku dihitung-hitung, ternyata namaku bermuatan energi negatif, meski berdasarkan hari kelahiran sangat sesuai, begitu juga berdasarkan numerologi juga bermakna baik.

Kemudian aku mencoba menyusun nama untuk diri sendiri. Tapi ternyata membuat nama itu bukan perkara mudah agar sesuai dengan hari kelahiran, numerologi, bermakna baik, dan yang paling rumit adalah agar sesuai dengan nama dia. Dengan kata lain, nama baru itu bila disandingkan dengan nama dia bisa bermakna baik. Alhasil, sudah hampir enam bulan coba otak-atik nama, belum juga bertemu nama yang sesuai, selalu saja ada unsur negatifnya bila dihitung dengan beberapa petung nama, baik arti maupun perjodohan.

Pada akhirnya aku menemukan nama baru yang bisa dibilang sudah cocok baik arti nama, perjodohan, dan hari kelahiran. Nama baru itu sudah mulai aku populerkan di blog pribadi dan kompasiana, agar perlahan-lahan bisa tertanam dalam pikiran alam bawah sadar. Juga sudah mulai sering diucapkan dalam hati. Namun ritualnya nanti bila sudah benar-benar akan menikah. Menuruti nasehat bapakku, biar gak setelah ganti nama ternyata tidak berjodoh. Kan repot nanti. Kwekwek. Adeehhh.. Cewek yang paling wahid membenciku justru dia yang paling kuperhitungkan untuk kehidupan masa depanku. Disitu lucunya aku.

Nama baru Wagiswara Putra
Makna: Anak tempat semedi para raja/pemimpin.
Hari kelahiran: Aksara diambil Sa (swa) dari SOma, dan Pa (pu) dari Pahing.
Posisi nama: Lungguh
Arti numerologi: bertanggungjawab, bersimpati, jiwa sosial, pemimpin.

Nb: Berdasarkan ilmu perbintangan, perjodohan berdasar perhitungan hari kelahiran aku dan dia sudah cukup baik. Baik weton, numerologi, zodiak, maupun shio. Dari 6 petung perjodohan berdasarkan weton, 2 buruk, 1 sedang, 3 baik. Berdasarkan numerologi kecocokan mencapai 80%, sedangkan Zodiak; Aquarius-Taurus, hasilnya sedang. Shio; Naga elemen tanah - Macan elemen tanah: sangat romantis.
Uang Buatan Dimas Kandjeng Uang Ilusi

Uang Buatan Dimas Kandjeng Uang Ilusi

Berita tentang Dimas Kandjeng cukup menghebohkan masyarakat seantero Indonesia. Bagaimana tidak menghebohkan, dia tidak hanya bisa menggandakan uang bahkan ia mampu mengadakan uang atau menciptakan uang.

Kenyataan itu memang sulit diterima akal sehat, tetapi bila ditelusuri lebih jauh sebenarnya hal demikian sangat masuk akal. Bagaimana hal itu terjadi?

Menurut penuturan bapakku, uang seperti itu adalah uang ilusi, dibuat menggunakan mantra. Katanya, di Bali juga ada ilmu demikian. Dimana benda yang bukan uang namun bisa dilihat orang lain sebagai uang. Misalnya kulit jagung, setelah dimantrai akan terlihat uang oleh orang lain. Demikian pula daun kayu kering, kertas biasa, kertas donat, dan benda lainnya, bisa terlihat uang oleh orang lain, akan tetapi uang ilusi itu akan kembali menjadi benda semula ketika kekuatan mantra tidak bekerja lagi. Misalnya bertahan seminggu, sehari, bahkan hanya beberapa jam. Katanya juga, dulu model ilusi itu juga digunakan dalam berjudi, terutama judi Ceki. Misalnya lembaran kobar bisa terlihat kobar, padahal bukan kobar. Dengan ilusi itu membuat penjudi yang mampu mengubah mata cekian itu menjadikan orang tersebut selalu menang dalam judi Ceki.

Dengan demikian cara-cara seperti itu adalah bentuk penipuan, menipu penglihatan korban. Walau untuk membuktikannya sangat berat. Syukurnya, mantra-mantra yang demikian sudah menghilang karena tidak mau diajarkan oleh gurunya karena disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab.

Mantra ilusi yang seakan ilmu hitam itu pada awalnya sangat bermanfaat untuk kebaikan. Misalnya, menaruh benda berharga tertentu di suatu tempat. Agar tidak diambil orang selama ditinggal pergi maka dimantrai agar terlihat menjadi obyek yang tak menarik. Misalnya kalung emas menjadi terlihat seperti tali biasa. Barang dagangan agar terlihat menjadi bongkahan tanah. Dengan cara itu benda berharga tersebut tidak dicuri orang.

Atas dasar tersebut jangan pernah menyalahkan ilmu atau mantra. Mantra itu netral, tidak ada ilmu hitam atau ilmu putih. Yang ada adalah perbuatan jahat dan perbuatan baik. Ilmu yang baik pun bisa merugikan bila digunakan untuk perbuatan jahat.

Ditulis 6 Oktober 2016
Orang yang Kamu Abaikan [akan jadi] Orang yang Kamu Rindukan

Orang yang Kamu Abaikan [akan jadi] Orang yang Kamu Rindukan

"Horee.. akhirnya dia menikah. Dia takan menggangguku lagi" Mungkin kamu berpikir akan bersorak bahagia ketika mendengar kabar lelaki yang mencintaimu setulus hati sudah menikah dengan wanita lain. Kehadirannya kamu anggap mengganggu hidupmu.

Cinta tak semudah yang kamu pikirkan, cinta diluar logika. Kenyataannya, belum pernah aku dengar orang yang tulus mencintai seseorang akan dibenci selamanya. Yang sering aku dengar, dia yang dicueki, dicampakkan, pada akhirnya menjadi orang yang dirindukan, yang diinginkan kehadirannya.

Diceritakan, hiduplah sepasang suami istri. Suaminya mencintai istrinya setulus hati, tapi istrinya manja dan tak mau diuntung. Dia suka berkeliaran. Bila pulang selalu minta suaminya untuk mengambilkan makanan, ketika makanan yang diberikan tak enak, ia melemparkan nasinya. Istrinya semakin ngelunjak, bahkan sering datang ke klub malam. Kadang datang dalam keadaan mabuk, lalu ia muntah di pangkuan suaminya. Meski begitu, suaminya tetap mencintainya. Ketika sakit, suaminya masih setia menjaganya.

Suatu ketika, istrinya pulang ke rumah tak mendapati makanan apapun, suaminya pun tak ada. Tak lama kemudian sang suami datang, sang istri lalu menamparnya. Pada saat itulah sang suami roboh dan menghembuskan nafasnya. Ternyata sang suami sakit jantung, dan ia sudah tahu ajalnya sudah dekat. Itulah sebabnya ia selalu mencintai istrinya.

Setelah suaminya berpulang, wanita itu merasa kesepian. Betapa dia merindukan kehadiran suaminya. Dia sadar, ternyata betapa tulusnya cinta sang suami. Setiap dia teringat sang suami, ia menangis tersedu-sedu. Ia berharap bisa bertemu lelaki yang mampu mencintai setulus suaminya dulu.

Akhirnya wanita itu menikah, tetapi ia tak menemukan kebahagiaan. Ia masih merindukan suaminya yang dulu. Wanita itu sering datang ke kuburan mantan suami, disana ia menangis terisak, "Sayang.. kenapa kamu tinggalkan aku? Kenapa? Sudah tak sudikah kamu melihatku yang menyia-nyiakanmu? Aku memang tak pantas mengharapkan kehadiranmu. Dosaku terlalu besar."

Tragedi asmara di atas barangkali terlalu ekstrim. Ada baiknya ambil contoh yang lebih sederhana.

Ada seorang lelaki jatuh cinta pada seorang gadis. Ia tulus mencintainya, ia perjuangkan bertahun-tahun, sayangnya cintanya diabaikan, rasa sayang yang ia miliki bertepuk sebelah tangan. Tapi ia tetap perjuangkan cintanya hingga titik penghabisan, meski ia sering dilecehkan wanita yang ia cintai. Gadis itu seakan buta tuli, tak mau menerima kehadiran cinta lelaki itu. Akhirnya sang pemuda sadar, bahwa cintanya tak seharusnya diberikan pada wanita yang tak mencintainya, ia memutuskan menikah dengan gadis lain yang mencintainya, meski berat rasanya melupakan gadis itu. Tapi ia percaya bahwa cinta bisa tumbuh karena sering bersama, 'Witing tresno saka jalaran kulino'. Akhirnya lelaki itu hidup bahagia bersama sang istri.

Setelah lelaki itu menikah, wanita itu baru sadar betapa sulitnya menemukan lelaki yang tulus mencintainya. Ia rindu pada lelaki yang mencintainya dulu. Gadis itu ingin sekali memiliki suami seperti dia, dia yang dulu dicueki, dicampakkan. Lebih-lebih melihat lelaki itu bahagia bersama wanita lain. Sungguh menyesakkan dada. Ingin rasanya memutar waktu, kembali ke masa dimana ia dikejar-kejar lelaki yang tulus mencintainya. Namun apa daya, waktu tak dapat diputar ulang. Gadis itu menyesal seumur hidupnya telah mengabaikan lelaki yang tulus mencintainya.

Suatu hari, gadis itu bertemu dengan lelaki itu di sebuah restoran, mereka makan bersama. Mereka saling bertukar cerita. Betapa bahagianya gadis itu bisa bersama dengan lelaki yang dirindukan.
'Kamu sudah bahagia ya sekarang?' Tanya gadis itu.
'Itu berkat kamu'
'Maksudnya?'
'Aku anggap istriku itu adalah kamu, aku mencintainya seperti mencintai kamu. Tapi entah kenapa, aku jadi benar-benar mencintainya.'
'Jujur mas, aku rindu kamu, aku ingin melengkapi hidupmu, seperti yang mas inginkan dulu'
'Tidak sadarkah kamu? Aku sudah milik wanita lain. Tak mungkin lagi aku mencintaimu, kamu terlambat.'
Lelaki itu pergi meninggalkan gadis itu tanpa ada perasaan bersalah. Ia tak pernah menyesal, karena ia telah menumpahkan rasa sayangnya ketika ia mencintai gadis itu. Sedangkan gadis itu hidup dalam penyesalan yang tak pernah terobati.

Begitulah kira-kira. Oleh karenanya, bila mencintai seseorang cintailah setulus hati.

Jodoh itu seperti kekayaan, sebagian adalah takdir (karma masa lampau) sebagiannya adalah karma sekarang. Kadang kita mengabaikan jodoh yang telah datang, berharap mendapat yang lebih baik. Namun sayangnya yang terbaik telah dimiliki orang lain.

Ada saatnya kamu merindukan orang yang kamu abaikan, yang tulus mencintaimu. Dan kamu menginginkan orang yang kamu abaikan, namun tak mungkin kamu miliki lagi. Sedangkan ia telah bahagia bersama wanita lain.
Back To Top