e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

JALAN MEDITASI


BAB 6
JALAN MEDITASI

Jai: Nenek mengatakan ada beberapa jalan menuju Tuhan. Nenek juga mengatakan tentang tugas yang harus dilakukan dan jalan kesadaran spiritual. Tolong ceritakan tentang jalan-jalan lain.

Nenek: jalan ketiga disebut jalan meditasi. Orang yang bersatu dengan Tuhan disebut seorang yogi. Pikiran seorang yogi benar-benar damai dan bersatu dengan Tuhan. Seorang yogi memiliki kendali atas pikiran, perasaan, dan keinginannya. Ia bebas dari amarah dan keserakahan. Sebuah gumpalan, batu dan emas mempunyai nilai sama bagi seorang yogi, yang melihat Tuhan dalam segala sesuatu dan segala sesuatu dalam Tuhan. (Gita 6,08, 14,24). Seorang yogi melihat setiap mahluk dengan mata yang sama, apakah teman, musuh, pembenci, saudara, orang suci atau pendosa. (Gita 6,09). Pikiran seorang yogi tetap tenang bahkan pada saat yang paling buruk. (Gita 6,19).

Jai: Apakah ada metode meditasi yang cukup sederhana untuk anak-anak, nek?

Nenek: Ya, ada, Jai. Pikiran adalah teman terbaikmu dan musuh terburukmu. Pikiran adalah teman bagi mereka yang memiliki kontrol terhadapnya dan musuh bagi mereka yang tidak mengendalikannya. (Gita 6.05-06). Jadi, engkau harus mencoba mengendalikan musuh ini. Pikiran seperti angin, sangat gelisah dan sulit untuk dikendalikan, tetapi engkau dapat mengontrol dengan latihan meditasi secara teratur. (Gita 6.34). Guru Nanak berkata: Kuasai pikiran, dan engkau menguasai dunia. 

Metode Meditasi Sederhana:

Waktu terbaik untuk bermeditasi adalah pada pagi hari sebelum pergi ke sekolah. Duduk dalam ruang meditasi atau ruang poojā (puja) (kamar suci). Luruskan pinggang, tulang belakang, dada, leher, dan kepala, tegak, tak bergerak dan mantap. Tutup mata, ambil napas dalam secara perlahan. Ingat Deva pujaanmu dan mohonlah berkatNya. Chantingkan OM di dalam hati selama lima menit. Jika pikiranmu mulai berkeliaran ke sana-sini, bawalah kembali dengan lembut untuk berkonsentrasi kepada Deva pujaanmu. Ada sebuah kisah tentang seorang anak bernama Dhruva dalam kitab suci kita, yang memenuhi keinginannya dengan menggunakan jalan meditasi.


6. Cerita tentang Dhruva

Dhruva adalah anak raja Uttānapāda dan permaisuri Suniti. Raja Uttānapāda sangat menyayangi istri keduanya, Suruchi, dan selalu bersikap kasar kepada Suniti, Ibu Dhruva. Suatu hari, ketika Dhruva berumur lima tahun, adik tirinya duduk di pangkuan ayahnya. Dhruva juga ingin duduk di sana. Tapi ibu tirinya menghentikannya dan menyeretnya ke samping.

Dia berbicara kasar kepada Dhruva, "Jika engkau ingin duduk di pangkuan ayahmu, engkau mestinya lahir dari rahimku, bukan dari rahim ibumu. Berdoalah kepada Deva Vishnu, agar Ia mengabulkannya."

Dhruva sangat terluka oleh kata-kata penghinaan ibu tirinya. Dia lari menemui ibunya sambil menangis. Ibunya menghiburnya dan menyuruhnya untuk mengikuti kata-kata ibu tirinya dengan serius dan berdoa kepada Deva Vishnu, penolong semua mahluk.

Dhruva meninggalkan kerajaan dan pergi ke hutan dengan tekad untuk bertemu Deva Vishnu dari tempat yang lebih tinggi. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Mharsi Nārada yang memberinya 12 suku kata mantra: "Om namo bhagavate vāsudevāya" untuk menyembah Vishnu dalam bentuk Tuhan Krishna. Dhruva menyembah Vishnu selama enam bulan dan Deva Vishnu muncul di hadapannya. Vishnu berjanji bahwa keinginan Dhruva akan terpenuhi dan dia akan mencapai surga tertinggi di kursi Polestar, yang tidak dapat hancur, bahkan jika seluruh dunia hancur.

Dhruva kembali ke kerajaan. Ketika Raja menjadi tua, raja memutuskan untuk menobatkan Dhruva sebagai Raja. Dhruva memerintah selama bertahun-tahun dan pada akhirnya mencapai Polestar yang diberikan oleh Deva Vishnu. Dikatakan bahwa seluruh Zodiac yang terdiri dari planet-planet dan bintang, semua berputar di sekitar Polestar. Sampai hari ini, jika kita melihat Polestar, kita ingat pada Dhruva, seorang pemuja dengan pikiran murni dan tekad kuat.

Jai: Apa yang terjadi pada seorang yogi yang tidak sukses dalam hidup ini?

Nenek: Tidak ada praktek spiritual yang tidak berguna yang dilakukan seorang yogi. Yogi yang gagal dilahirkan kembali di keluarga kaya atau keluarga yang maju secara rohani. Yogi yang gagal mendapatkan kembali pengetahuan yang ia miliki di kehidupan sebelumnya dan mencoba lagi untuk menjadi sempurna dari yang ia tinggalkan sebelumnya. Tidak ada upaya rohani yang terbuang.

Jai: Bagaimana aku bisa menjadi yogi yang baik, nek?

Nenek: Untuk menjadi yogi terbaik, engkau harus melihat semua mahluk seperti dirimu sendiri dan merasakan rasa sakit dan senang mereka. Berpikirlah tentang Tuhan dengan penuh kasih dan dengan kepercayaan tinggi. Jagalah agar pikiranmu selalu tertuju pada-Nya. (Gita 6,47).

Bab 6 Ringkasan: Jalan ketiga menuju Tuhan adalah yoga meditasi. Untuk menjadi yogi terbaik, engkau harus melihat setiap mahluk seperti dirimu sendiri, dan mampu merasakan sakit dan senang orang lain. Sebuah cara meditasi yang sangat sederhana yaitu dengan menggunakan getaran suara OM. Tidak ada praktek spiritual yang sia-sia.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts