e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Perang Gaib Secara Langsung

Tumben saya menemukan ular yang sangat panjang. Panjangnya sekira 15 meter. Meski panjang, ular ini besarnya hanya sebesar ibu jari kaki. Awal mula saya menemukan ular ini berawal dari melihat kulit ular saat sedang menggali tanah di tegalan, di timur laut rumah. Setelah ditelusuri ternyata ular itu sedang berganti kulit (makules). Ularnya panjang sekali. Lalu saya memanggil bapak saya (guru). Bapak saya juga ikut melihatnya, pada saat itulah ular itu menyambar dada saya.

Akhirnya saya sadar dari mimpi, terbangun jam 00:16, namun saat tersadar saya merasa biasa saja, tidak merasa takut. Berdasarkan tenung tanya lara, mimpi itu petunjuk dari Sesuunan (dewata). Hari mimpinya jatuh pada Soma Umanis nuju Tungleh. Soma ngaran umah. Umanis ngaran umah. Jumblah uripnya 4+5+7= 16:4= 3, sisa 4, artinya dewa agung, sesuunan. Bila digabungkan menjadi Dewa agung di umahe (Dewa yang Agung di rumah). Beliau adalah Bhatara Hyang Guru. Letak arahnya: soma (kaja), umanis (kangin): kaja kangin (timur laut rumah), yaitu di Kamulan. Oleh karena itulah saya mimpi digutil ular di timur laut rumah dan disana hadir bapak saya, biasa dipanggil guru.

Mimpi tersebut bukan menggambarkan peristiwa yang akan terjadi melainkan peristiwa yang telah terjadi. Menjelang tidur sekira jam 10 malam saya sempat kehilangan kesadaran sejenak. Pada saat itu di depan saya melihat bapak saya minum air dari gelas sampai habis. Dalam gelas itu berisi sesuatu yang tak saya ketahui. Saya pun tersadar, telapak tangan saya berada di atas dada dan anehnya rasa sakit di dada mendadak hilang..Dari dua hari, dada saya merasa panas. Timbulnya panas itu berawal dari memikirkan seorang gadis agar dia ingat sama saya. Belum sempat saya bisa menghubungkan batin, tiba-tiba jantung saya berdebar-debar, lalu terasa panas. Saya sudah menyadari bahwa gadis itu ada yang melindungi dengan ilmu tertentu. Saya menduga pacarnya yang melindungi. Sempat juga berpikir bahwa dia dibentengi keluarganya. Namun akhirnya diketahui melalui petunjuk mimpi bahwa gadis itu diproteksi oleh pacarnya dengan minta bantuan orang lain. Petunjuk mimpinya beberapa saat setelah mimpi disambar ular di dada. Mimpinya sbb:

Berada di dekat sekolah, dekat tempat bertarung waktu ini dengan GM (inisial), letaknya di sebelah selatan dari rumah saya. Di tempat itu saya melihat mejro Simpen bersama temannya. Temannya itu mengeledeknya.
'Jero.. kok dibiarkan sih suaminya selingkuh?'
'Sudah malas saya mengurusi begituan, kalau dia sudah bosan selingkuh pasti akan berhenti'Tak lama kemudian suaminya datang, guru Gede Duriada namanya, saya biasa memanggilnya guru Gede. Guru gede itu berjalan ke arah saya.

Saya tersadar kemudian. Sempat berpikir 'jangan-jangan saya diserang dengan ilmu hitam oleh orang di sekitar sana!' Agak lambat juga otak saya menterjemahkan mimpinya. Saya coba ulangi, dan akhirnya saya sadari maksud dari mimpi itu bahwa saya diserang dengan ilmu hitam oleh gurunya gede, gurunya GM: orang yang dijadikan sandaran selama ini oleh GM. Rumahnya berada di selatan rumah saya sekira 6 Km dari rumah saya. Biar jelas, ada di wilayah Telaga. Dan saya tahu orangnya.

Kalau kita tidak jeli mengartikan mimpi, bisa-bisa kita menganggap orang yang dimimpikan sebagai pelaku yang menyakiti kita dengan ilmu hitam. Petunjuk mimpi saya sudah tiga kali dengan nama orang yang berbeda padahal orang yang dimaksud hanya satu. Pertama menyamar menjadi bapa GEDE dauh, kedua menyamar menjadi ayahnya GEDE, dan ketiga menyamar menjadi guru GEDE duriada. Bahasa sandi itu sesungguhnya mengarah pada satu orang, yaitu orang yang dijadikan sandaran oleh GEDE M (gm) selama ini.

Mimpi di atas merupakan jawaban doa saya kepada dewa saat sembahyang, soalnya merasa janggal dengan rasa sakit di dada itu. Awignam astu dewa berkenan memberi petunjuk. Dan lebih bersyukur lagi guru niskala telah menolong saya. Air yang diminum itu merupakan racun ular jadi-jadian, ilmu hitam. Ulah manusia seperti itu tak perlu diladeni, biarkan karma buruknya mencongkel tubuhnya sedikit demi sedikit. Suatu saat orang itu akan mati tidak pada waktunya, dan pasti akan ada yang mengalahkan di alam gaib. Bromo corah suatu saat kisah kematiannya akan menyedihkan. Bila dosanya kecil maka akan cepat dimakan karma buruknya, bila dosanya besar maka lama baru kena karma buruk tetapi akan parah, bahkan bisa menemui ajalnya.

Orang itu sepertinya semakin jeli, pasti menggunakan ilmu tertentu agar tidak terdeteksi kejahatan dan pelakunya. Selama ini selalu muncul GM sekarang sudah tidak lagi. Ini tandanya GM tidak terlibat, murni ulah orang yang dijadikan sandaran oleh GM. Sehebat apapun manusia, dia tidak bisa bersembunyi dari dewa. Sesakti apapun dia, karma buruknya pasti akan menghancurkan dirinya sendiri. Hanya menunggu waktunya tiba.
***
Ulasan di atas saya tulis malam hari sekira sampai jam duaan. Setelah itu saya mengalami hal aneh, mimpi sepintas-sepintas beberapa kali. Selesai menulis ulasan di atas, awalnya leher sebelah kiri saya berkedut keras sekali. Itu pertanda 'satru mara' (musuh datang hendak merajalela). Belakangan ini tubuh saya berfungsi lagi soal kedutan sampai saya mempelajarinya.

Usai berkedut seperti itu saya merasa kagum dengan orang yang menyerang saya. Sepertinya dia memang hebat, dia menyadari langsung ilmunya di dalam tubuh saya telah dilumpuhkan dewa. Tak berapa lama kemudian saya hilang kesadaran, saya melihat Guru Gede berubah menjadi anjing menyalak hendak menggigit saya. Saya pun tersadar, dan menyadari orang itu (gurunya GM) hendak menggigit lagi. Tak lama kemudian, hilang kesadaran lagi. Saya melihat bapak saya (guru) membuka pintu dimana saya tidur. Lalu sadar kembali. Ini pertanda pertolongan dari guru niskala.

Sesaat kemudian lagi hilang kesadaran, saya melihat seorang gadis buka-tutup pintu miring di atas tembok. Tiba-tiba saya mengucapkan mantra yang tidak jelas. Saat saya hendak sadar keluar kata 'tutup' dan melihat pintu itu ditutup seorang gadis. Sadar total kemudian. Kemungkinan saya sedang dilindungi mahkluk gaib dengan menutup pintu gaib.

Tak lama berselang saya hilang kesadaran kembali dan melihat tubuh sendiri menjadi mayat, mayat saya beralaskan tikar klasa (tikeh klasa), dan ditutupi kain kasa putih. Dan saya sadar kemudian. Anehnya saya merasa biasa saja, tidak takut. Kemudian lagi hilang kesadaran, pada saat itu saya berdoa mengundang kanda pat, 'Mantra Ih, Anggapati, Prajapati, Banaspati, Banaspati Raja. Bli nonden nyai nulungin bli. Lah poma, poma, poma.' Entah kenapa mantra yang ini saya ingat sampai saat sadar.

Ada perasaan marah juga gara-gara hal itu. Sudah yakin saya perang langsung dengan lawan. Lalu saya berdoa memohon perlindungan dewa. Dan juga menyampaikan kepada leluhur bahwa anak cucunya diserang orang dan memohon perlindungan. Saya undang secara khusus leluhur saya yang masih dekat yaitu Kumpi Tenungan dan Kumpi guru Sungkuh. Tak lama kemudian saya lagi kehilangan kesadaran dan mengeluarkan mantra yang tak jelas, tidak saya ketahui. Namun saat hendak sadar, ada kata yang saya ingat, 'bali, balik'. Saya pun tersadar total. Mungkin maksudnya mantra itu untuk membalikan serangan lawan.

Heran saya dengan diri sendiri bisa seperti itu tanpa saya sadari. Akhirnya saya hendak tidur jam setengah empat dan terbangun jam setengah enam gara-gara mimpi berantem dengan sepupu saya, namun belum tahu maknanya, bahasa sandinya rumit. Padahal sepupu ini paling bisa diajak bercanda di kenyataan malah diajak berantem di alam mimpi. Pasti ada hal tersembunyi dibalik mimpi itu.

Perang itu terjad setelah sehari sebelumnya membuat status di facebook menyenggol-nyenggol lawan dengan kata-kata pedas, sebagai berikut:

Nasehat Buat GM;
Tampaknya kamu mulai mengubah gaya pertahanan ya? Kalau sebelumnya cenderung menyerang sekarang dengan pola bertahan, memperkuat benteng pertahanan. Pertahanan kamu itu akan sia-sia, seperti membuat tembok dari baja padahal tidak ada yang akan menyerang. Sepertinya kamu juga memproteksi pacar kamu, namun sedihnya kamu mengandalkan orang lain. Kalau memang jantan, buat sendirilah. Kalaulah yang memproteksi pacar kamu itu keluarganya, bli sangat bersyukur karena memang itu yang bli inginkan. Akan tetapi kalau yang memproteksi pacar kamu itu ulah kamu dengan meminta bantuan orang lain maka bli tertawa sendiri akan hal itu.

Kasih tahu ke gurumu (bukan bapak kamu loh!) biar dia belajar perjodohan dan perbintangan. Bapak saya dulu kalau ada orang yang meminta dibuatkan guna-guna, kudu dipelajari perjodohannya. Jika baik maka mau dibuatkan. Tak salah bila menyatukan hal yang baik. Kalau tidak baik maka tidak mau dibuatkan. Sepertinya orang yang kamu mintai bantuan kurang bijak yeahh. Kenapa begitu? Gadis yang kamu pertahankan sebenarnya tidak cocok denganmu. Dari awal bli tahu kamu pacaran dengan WDA, bli sudah pelajari perbintangan kamu dan perjodohan kalian. Kamu dan dia, kecil kemungkinannya untuk bisa bersatu, bila kalian memaksa diri untuk bersatu maka akan hidup susah. Saat ini kalian bisa saling mencintai karena unsur aksara nama akhir kamu berdampingan dengan aksara nama depan dia. LA-WA (da, ta, sa, WA, LA). Tetapi aksara nama depan kamu Ma dan aksara depan dia Wa, itu bertentangan atau berlawanan arah. Meski di satu sisi kamu saling mencintai, di sisi lain kalian gantian merasa hubungan kamu hambar, bahkan adakalanya cekcok. .Di atas berdasarkan unsur aksara. Berdasarkan 'temu sorot', nama kalian bila digabungkan bermakna buruk. Wid* An* - gede Mul*: ana widi mulih artinya ada dewa yang pergi. Bila disusun aksara nama depan dia dan nama belakang kamu, juga berarti buruk: Wada Ana - Mala. A-na ~ ma-LA = ALA. Ala artinya buruk. Mari kita coba dengan makna lain. Dalam bahasa jawa kuno, Widi artinya gaib, Mala artinya kotor. Mala widi artinya kotor karena hal gaib. Biar kamu sadar, contohnya sudah terjadi. Kamu mencoba hal-hal gaib untuk mempertahankan dia, bahkan mungkin kamu hendak menyerang bli dengan ilmu gaib. Sayangnya hasil mencari ke orang lain. Kamu kira saya yang mengganggu hubungan kamu, padahal duluan bli mencintai dia.

Hal di atas baru berdasarkan nama yang bisa dikesampingkan. Berdasarkan hari kelahiran kalian juga tidak cocok, kebanyakan jeleknya ketimbang baiknya. Perbintangan dia sudah bli pelajari sejak dulu karena merasa aneh mencintai dia padahal dia masih kecil. Setelah dipelajari, perjodohan dia dan bli berdasarkan kelahiran lumayan; baik. Demikian juga berdasarkan temu sorot: ana widi mupu merta: Ada dewa (berkarunia) rejeki. Sayangnya unsur aksaranya ada yang bertentangan, yang lainnya berdampingan. Itulah sebabnya sering bermusuh-musuhan, namun di sisi lain dalam hati menyimpan rasa sayang. Berdasarkan nama memang dominan buruk, oleh karena itulah bli sudah menyiapkan nama baru: Wagiswara Putra, agar bisa akur kelak bila bersatu. Ana widi wagiswara putra: ada dewa (berkarunia) anak calon pemimpin. Wagiswara artinya tempat pertapaan para pemimpin. Hal ini didukung urip kelahiran dia 13, bli juga 13. Hal ini memiliki arti bahwa kebahagian pasangan ini akan datang dari anak-anaknya.

Bila kamu ingin serius memiliki dia, silakan. Tetapi kamu kudu sadar bahwa kamu sebenarnya mempertahankan sesuatu yang tidak baik. Biar kamu tahu, bli mempertahankan dia bukan sekedar atas dasar cinta buta semata, melainkan sudah dilandasi perjodohan yang baik. Kalau perjodohan kamu dan dia baik maka bli tidak akan mempertahankan dia, tidak akan mengganggu kalian. Bli dengan rela melepaskan dia asalkan dia bahagia. Bukankah kita mencintai seseorang karena ingin membahagiakan dia?

Yang membuat bli sering meneteskan air mata, bli takut dia kelak menerima karma buruk karena demikian seringnya dia menghina bli. Meski begitu bli hampir tak pernah marah sama dia, soalnya kalau bli marah bisa berakibat tidak baik. Mungkin itu sebabnya bli belum rela melepaskan dia. Namun kalau dia tak memahami maksud dan tujuan bli selama ini, bahkan dia cenderung menganggap bli hama dalam hidupnya. Bli akan berhenti mencintai dia meski ada petunjuk dari alam gaib bahwa bli tak diijinkan untuk berhenti menjaga atau mencintai dia. Sudah terlalu lama dia membuat bli sengsara, sudah empat tahun lamanya. Mungkin bli sebaiknya mengalah, mengalah untuk menang.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts