e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Minum Darah Manusia

Aku sering menonton film dari China yang mengisahkan para mahkluk seram peminum darah manusia, dengan ganasnya mereka membunuh korbannya untuk menghilangkan dahaganya dengan minum darah manusia. Wujud mahkluk peminum darah manusia itu biasanya seram, bertaring, jalannya loncat-loncat seperti pocong. Terkadang mahkluk peminum darah itu terbang di atas rumah-rumah penduduk.

Bagi paranormal, para dukun sakti, terkadang mahkluk peminum darah manusia itu mampu dibuat tiada berdaya. Dengan menempelkan selembar kertas yang sudah diisi mantra suci pada jidat mahkluk kejam itu, maka mereka akan diam seperti patung. Ketika kertas yang bertuliskan aksara suci itu lepas, maka mahklum jahanam ini akan beraksi lagi. Akhir hidup dari mahkluk kejam ini biasanya berakhir dengan dibakar api, api yang mampu membakar energi jahat, api yang datang dari mantra sakti. Mahkluk peminum darah pun akhirnya binasa tiada tersisa. Makluk ini lumbrah dikenal sebagai Pamvir (pampir).

Ada sebuah dagelan. Konon, Pamvir merupakan jelmaan Iblis, musuhnya para dewa. Ketika Pamvir yang jahat ini telah binasa dianggap menjelma (reinkarnasi) menjadi Lintah, setelah menjadi Lintah kemudian menitis menjadi nyamuk. Tidak hanya berhenti disana, nyamuk setelah mati kemudian bereinkarnasi menjadi benda mati yang tetap mampu meminum darah manusia, terutama darah wanita. Konon katanya, menjadi pembalut wanita. Hehehe. Nyengir!

Kembali ke topik yang serius. Mungkin banyak yang menganggap aku manusia normal, yang taat pada ajaran agama. Padahal aku orang yang mengalami kelainan yang sulit dimengerti. Sebenarnya aku malu mengungkap aib ini. Tapi aku tak mau menyimpan rahasia ini, aku tak mau terbebani dengan keanehan yang terjadi pada diriku.

Maaf sebelumnya. Aku bercerita apa adanya akan keganjilan diriku ini. Entah setan dari mana merasuki diriku hingga seperti ini, tanpa sadar aku sering minum darah manusia, darah yang masih segar. Yang membuatku heran, aku sering berani minum darah manusia dicampur dengan makanan, darah ini seakan menjadi bumbu makanan. Memang agak amis rasanya.

Lalu dari mana aku mendapatkan darah manusia itu? aku sering melihat luka pada bagian tubuh manusia. Aku berhasrat untuk meminumnya, disedot. Atau terkadang saat makan, ketika ada darah yang mengalir keluar, tanpa sadar aku sudah menelannya bersamaan dengan nasi. Seperti tadi, saat makan tanpa sengaja aku menggigit bibir hingga berdarah. Suka tidak suka, mau tidak mau, aku tanpa sadar sudah minum darah manusia, darahku. Huahahaha.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts