e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

YANG MAHA AGUNG


BAB 15
YANG MAHA AGUNG

Jai: Nek, aku bingung dengan perbedaan antara Roh Agung, Roh, Mahluk Tuhan dan jiva individu. Tolong jelaskan lagi ya nek?

Nenek: Ya, Jai, ini adalah istilah-istilah yang kau harus mengerti dengan baik. Roh Agung juga disebut Ia Yang Maha Tinggi, Yang Mutlak, Bapa, Ibu, Tuhan, Ishvara, Allah dan banyak nama lain. Roh Agung disebut ParaBrahma, Paramātmā, ParamaShiva, atau Krishna dalam bahasa Sanskerta. Roh Agung adalah sumber atau akar dari segalanya. Tidak ada yang lebih tinggi dari Roh Agung.

Roh (Brahman atau Atmā) adalah bagian dari Roh Agung yang memnyebar dan mendukung seluruh kosmos.

Mahluk Ilahi (Deva, Devi), seperti Brahmā, Shiva dan Vishnu, dan yang lainnya, adalah perluasan Brahman (Roh).

Masing-masing jiva, seperti semua mahluk hidup, adalah perluasan Mahluk Ilahi.

Roh tertinggi tidak berubah dan ada selamanya. Mahluk ilahi keluar dari Roh dan memiliki rentang hidup yang sangat panjang. Sedangkan jiva individu atau mahluk hidup memiliki hidup sangat terbatas.

Jika engkau umpamakan penciptaan dengan pohon, maka Krishna (Roh Agung) sebagai akar pohon. Atmā atau Brahman (juga ditulis Brahma, Brahm) adalah batang pohon. Kosmos adalah cabang-cabang pohon, dan kitab suci, seperti Veda, Upanisad, dan Gita, Dhammapāda, Taurat, Alkitab, Quran, dll adalah daunnya. Masing-masing jiva, seperti mahluk hidup, adalah buah-buah dan bunga-bunga dari pohon. Bisakah engkau melihat bagaimana semuanya terhubung dan menjadi bagian dari Yang Mahatinggi?

Jai: Bagaimana dengan planet-planet, seperti matahari, bulan dan bintang-bintang?

Nenek: Seluruh dunia yang kelihatan, seperti matahari, bulan, bumi, planet-planet lain , dan galaksi, diciptakan oleh Deva Brahmā dan didukung oleh Deva Vishnu dan dihancurkan oleh Deva Shiva. Ingatlah bahwa, Brahmā, Vishnu, Shiva adalah bagian dari energi dari Roh Mahatinggi atau Brahman. Energi cahaya matahari juga datang dari Brahman, dan Brahman adalah bagian dari Yang Mahatinggi, Krishna. Para bijak mengatakan kepada kita bahwa segala sesuatu tidak lain hanyalah bentuk lain Krishna, Yang Mahatinggi. Krishna ada di dalam dan di luar segalanya. Dia menjadi segalanya. Yang Satu telah menjadi semua. Dia juga turun ke dunia dalam bentuk manusia untuk menetapkan hukum dan ketertiban (Dharma) bila diperlukan. (Gita 4.07-08).

Berikut adalah sebuah cerita ketika Tuhan yang Agung sendiri menjelma sebagai Krishna sekitar 5.100 tahun yang lalu.


19. Cerita tentang Krishna Kecil

Krishna Kecil mempunyai kakak angkat laki-laki bernama Balarāma. Keduanya biasa bermain bersama-sama di desa Gokul. Krishna dilahirkan oleh ibu Devaki. Nama ayahnya adalah Vāsudeva. Krishna juga disebut Vāsudeva. Krishna menghabiskan masa kecil-Nya di bawah asuhan Bibi Yashodā. Balarāma dan Krishna adalah anak-anak kesayangan para pemerah susu di desa itu. Ibu mereka sangat mencintai mereka. Yashodā dan Rohini (Ibu Balarāma) memberikan pakaian berwarna-warni pada mereka. Krishna dengan pakaian kuning dengan mahkota bulu merak pada rambut-Nya, dan Balarāma dengan warna biru. Kedua anak laki-laki ini pergi dari satu tempat ke tempat lain, mempunyai teman di mana pun mereka pergi. Kemanapun mereka pergi selalu membuat masalah!

Suatu hari, mereka bermain di luar dengan beberapa anak laki-laki lainnya, menggali tanah, membuat kue lumpur sehingga menjadi sangat kotor. Setelah beberapa saat, salah seorang anak laki-laki yang lebih tua berlari ke ibu Yashodā dan berkata, "Krishna sangat nakal, Dia makan tanah liat!" Yashodā kesal pada kelakuan putranya. Dia juga pernah mendengar keluhan dari warga desa lain bahwa Krishna  telah mencuri mentega dari rumah mereka.
Dia keluar dari rumahnya dan bertanya dengan marah kepada Krishna, "Apakah engkau benar-benar memakan tanah liat, Krishna? Berapa kali aku bilang jangan makan sembarangan!"

Krishna tidak mau dihukum, sehingga ia menggoda ibu Yashodā. . Dia membuka mulut-Nya lebar dan berkata, "Lihat, Ibu, aku belum makan apa-apa. Anak-anak ini hanya berbohong agar aku kena hukum."

Yashodā melihat ke dalam mulut Krishna. Di sana, di mulut anak kecil itu, ia melihat seluruh alam semesta --- Bumi dan bintang-bintang, ruang kosong yang lebar, dan seluruh galaksi Bima Sakti, lautan dan gunung-gunung, matahari dan bulan. Semua ada di dalam mulut-Nya. Ia sadar bahwa Krishna adalah jelmaan Deva Vishnu, dan ia segera menjatuhkan diri di hadapan-Nya dan menyembah-Nya.

Tetapi Krishna tidak ingin disembah olehnya. Dia hanya ingin ia mencintai-Nya sama seperti seorang ibu mencintai anak-anak mereka. Dia bisa saja turun ke dunia dalam bentuk apapun untuk melawan kejahatan, tetapi Dia suka menjadi seorang anak kecil bagi seorang ibu dan seorang ayah yang telah melakukan banyak praktek spiritual yang sulit untuk memiliki Tuhan sebagai anak mereka. Krishna kecil menyadari bahwa trik-Nya merupakan kesalahan besar!

Dengan cepat, Dia menyebarkan kekuatan Māyā-Nya. Menit berikutnya Yashodā memangku anaknya seperti biasa, tanpa ingat sama sekali apa yang baru saja dilihatnya di mulut Krishna.

Engkau sebaiknya membaca cerita-cerita menarik dari petualangan dan trik Krishna dengan pemerah susu di desa jika punya waktu.

Tuhan juga datang sebagai orang suci atau guru untuk mengajar kita dari waktu ke waktu. Berikut adalah kisah tentang seorang suci:


20. Cerita tentang Shri Ramakrishna

Tuhan turun ke dunia ini sebagai Ramakrishna, lahir pada 18 Februari 1836, di desa Kamarpukur di Bengal Barat. Sebagian besar kisah-kisah yang nenek ceritakan kepadamu berasal dari "Kisah dan Perumpamaan Shri Ramakrishna." Swami Vivekananda adalah salah satu muridnya yang paling terkenal. Swami Vivekananda adalah yogi Hindu pertama yang datang ke Amerika Serikat pada tahun 1893. Ia mendirikan Vedanta Society di New York. Ramakrishna menjalani kehidupan yang sangat sederhana, tergantung pada Tuhan untuk makanan dan kebutuhan hidup lainnya sehari-hari. Ia tidak mau menerima uang. Ia menikah dengan Sarada Ma, yang ia perlakukan seperti ibunya dan tidak punya anak. Sarada Ma biasa memberitahu muridnya: "Jika engkau ingin ketenangan pikiran, jangan melihat kesalahan orang lain, melainkan lihat ke diri sendiri. Tidak seorang pun orang asing; seluruh dunia adalah dirimu sendiri." Sarada Ma juga memperingatkan murid-nya untuk tidak terlalu dekat dengan orang-orang dari lawan jenis, bahkan jika Tuhan datang dalam bentuk itu. Ramakrishna menyembah Devi Kali sebagai Deva pribadinya di sebuah kuil di Dakshineshvar dekat Kolkatta. Kuil ini masih ada hingga sekarang.

Bab 15 Ringkasan: Ciptaan bisa berubah dan tidak bertahan selamanya. Ciptaan memiliki jangka hidup terbatas. Brahman atau Atmā tidak berubah dan abadi. Ia adalah penyebab dari segala sebab. Krishna disebut ParaBrahma atau Yang Mahatinggi. Dia juga disebut Mutlak karena Dia tidak memiliki asal usul. Dia adalah sumber Brahman. Segala sesuatu di alam semesta berasal dari Brahman. Seluruh dunia dan semua mahluk diciptakan oleh Brahmā, sang pencipta; dipelihara oleh Vishnu dan dihancurkan oleh Shiva.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts