e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

KESADARAN DIRI DAN PENCERAHAN

BAB 7
KESADARAN DIRI DAN PENCERAHAN

Jai: Bagaimana seluruh alam semesta kita terbentuk, Nek? Apakah ada yang mencipta?

Nenek: Ada seorang pencipta dibalik setiap ciptaan, Jai. Tidak ada yang dapat tercipta tanpa seseorang atau suatu kekuasaan dibaliknya. Suatu kekuatan diperlukan, tidak hanya untuk menciptakan, tetapi juga untuk memelihara dan menjalankannya. Kita sebut semua kekuasaan Tuhan, Yang Mutlak, Maha Kuasa yang dalam bahasa Sanskerta disebut dengan Krishna, Ishvara, Bhagavān dan Shiva. Agama-agama lain menyebutNya dengan Allah, Bapa, Jehovā, Devi dan banyak lagi nama yang lain. Dalam arti sebenarnya, Tuhan bukanlah pencipta alam semesta, tetapi Ia sendiri menjadi segalanya di alam semesta. Dia memanifestasikan diri sebagai Brahmā, yang kita sebut pencipta. Sebenarnya, Brahmā dan semua Deva dan Devi hanya nama dari kekuatan yang berbeda dari satu Tuhan. Orang berpikir orang Hindu menyembah banyak Deva dan Devi, itu karena kurangnya pengetahuan yang benar. Seluruh alam semesta adalah manifestasi Tuhan. Ini adalah filsafat tertinggi. Engkau mungkin tidak mengerti sepenuhnya sekarang.

Jai: Bagaimana satu Tuhan menjadikan begitu banyak hal di alam semesta?

Nenek: Menurut Sāmkhya, teori penciptaan, kekuatan Tuhan (Atmā atau Roh) itu sendiri menjadi alam atau materi, yang terdiri dari lima unsur dasar. Seluruh ciptaan dilahirkan dan ditopang oleh berbagai kombinasi dari kedua kekuatan: Roh dan material. (7,06 Gita). Dia ada dalam bentuk cahaya pada matahari dan bulan; Dia ada dalam bentuk pikiran dan kekuatan dalam manusia. Ia mencerna makanan dan mendukung hidup kita. Kita semua terhubung oleh Roh yang sama seperti untaian mutiara pada kalung dihubungkan oleh benang yang sama. (Gita 7,07).

Jai: Jika Tuhan ada di mana-mana dan dalam segala hal, mengapa tidak semua orang memahami dan mencintai dan menyembah Beliau? 

Nenek: Itu pertanyaan yang baik, Jai. Pada umumnya, orang memiliki pemikiran yang salah tentang Tuhan karena tidak setiap orang diberi kekuasaan untuk memahami-Nya. Sama seperti beberapa orang tidak mengerti kalkulus atau matematika dasar, jadi orang-orang yang tidak mempunyai Karmā baik, tidak bisa tahu, mengerti, cinta, atau menyembah Tuhan.

Jai: Lalu siapa orang-orang yang memahami Tuhan?
Nenek: Ada empat jenis orang yang menyembah atau berusaha memahami Tuhan, yaitu: (1) orang-orang yang sakit atau sedang menghadapi suatu masalah atau mencari pertolongan dalam studi atau pekerjaan, (2) orang-orang yang berusaha untuk mendapatkan pengetahuan tentang Tuhan, (3) orang-orang yang menginginkan uang, dan (4) orang yang bijaksana yang tahu Tuhan. (Gita 7.16). Krishna menganggap semua ke-empat tipe orang ini sebagai pengikutnya. Orang yang bijaksana adalah yang terbaik karena orang yang bijaksana menyembah Tuhan tanpa menginginkan apa pun dari-Nya. Bahkan orang-orang bijaksana seperti itu benar-benar mengenal Tuhan setelah melalui banyak kelahiran. (Gita 7.19).

Jai: Jika aku menyembah Krishna, apakah aku bisa mendapatkan nilai bagus dalam ujian atau bisa menghilangkan penyakit?

Nenek: Ya, Dia memenuhi keinginan semua orang yang percaya kepadaNya dan yang selalu menyembah dan berdoa dengan tekun. Tuhan adalah Ayah dan Ibu kita. Engkau harus meminta pada Tuhan apa yang engkau inginkan, dalam doa. Dia memenuhi keinginan pemuja-Nya yang tulus. (Gita 7,21).

Jai: Lalu mengapa tidak semua orang menyembah Krishna? Mengapa kita menyembah Deva Ganesha, Shri Hanumāna, Ibunda Saraswati dan banyak Deva-Deva lainnya?

Nenek: Krishna adalah nama Tuhan yang Maha Kuasa. Beberapa sekte Hindu penyebut Tuhan yang Maha Kuasa sebagai Tuhan Shiva. Orang-orang dari agama lain menyebut-Nya Buddha, Yesus, Allah, Bapa, dll. Semua Deva-Deva adalah bagian dari kekuatan-Nya. Sama seperti semua air hujan masuk ke laut, sehingga penyembahan Deva apapun menuju ke Krishna, Yang Mutlak. Tetapi seorang pemula harus memilih hanya satu dari banyak Deva dan membentuk suatu hubungan pribadi dengan melakukan Poojā atau setidaknya Namaskāra setiap hari kepada Deva yang dipilihnya. Deva pujaannya ini kemudian menjadi pemandu pribadimu dan pelindungmu. Deva pujaanmu ini disebut IshtaDeva atau IshtaDevi-mu.

Jai: Nenek mengatakan bahwa seluruh alam semesta ini hanya wujud lain dari Tuhan. Apakah Tuhan tak berwujud atau dapat mengambil suatu wujud?

Nenek: pertanyaan besar ini tidak hanya membingungkan anak-anak, tetapi juga teka-teki bagi orang dewasa. Jawaban untuk pertanyaan ini menciptakan berbagai sekte atau kelompok dalam agama Hindu. Satu sekte, yang disebut Arya Samāj, percaya bahwa Tuhan tidak dapat memiliki wujud dan tak berwujud. Kelompok lain percaya Tuhan memiliki wujud. Kelompok ketiga percaya Tuhan itu tak berwujud dan bisa mengambil wujud. Yang lain percaya bahwa Tuhan berwujud dan tanpa wujud.
Aku yakin semuanya memiliki wujud. Tidak ada di dunia ini yang tak berwujud. Tuhan memiliki wujud yang tak terlihat mata fisik kita. Dia tidak dapat dipahami oleh pikiran manusia atau dijelaskan dengan kata-kata. Mahatinggi, berwujud transendental (di luar dunia ini) dan memiliki Kepribadian Agung. Dia tidak memiliki asal usul tetapi adalah asal dari segala sesuatu. Dia tidak memiliki awal atau akhir. Tuhan yang tidak kelihatan adalah penyebab dunia yang terlihat ini. Tak terlihat bukan berarti tak berwujud. Segala sesuatu yang kita lihat adalah wujud lain dari Tuhan.

Berikut ini adalah cerita tentang penerapan praktis bagaimana melihat yang Maha Tinggi dalam semua mahluk seperti yang disebutkan dalam Gita 7,19. 7.


7. Melihat Tuhan pada Semua Mahluk

Di dalam hutan tinggal seorang orang suci yang memiliki banyak murid. Dia mengajar mereka untuk melihat Tuhan dalam semua mahluk dan untuk sujud menyembah di hadapan mereka. Suatu hari seorang murid pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Tiba-tiba dia mendengar teriakan. "Minggir! Seekor gajah gila datang!"

Semua orang, kecuali murid orang suci, melarikan diri. Dia melihat gajah sebagai Tuhan dalam bentuk lain, jadi mengapa ia melarikan diri darinya? Dia berdiri diam, membungkuk di depan sang gajah, dan mulai bermeditasi pada Tuhan dalam bentuk gajah.

Pawang gajah itu berteriak: "Lari! Lari!"
Tetapi murid orang suci itu tak bergerak. Hewan itu menyambarnya dengan belalainya, melemparkan dia ke samping, dan berlalu dari tempat itu. Murid orang suci itu terbaring di tanah, tak sadarkan diri. Mendengar apa yang telah terjadi; saudara seperguruannya datang dan membawanya ke pertapaan. Dengan bantuan beberapa jenis jamu, ia sadar kembali.

Lalu seorang rekannya bertanya, "Engkau kan tahu gajah gila itu datang, kenapa engkau tidak melarikan diri?"

Dia menjawab: "guru mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan ada di dalam semua mahluk, binatang dan juga manusia. Oleh karena itu, aku pikir itu gajah-Deva yang akan datang, jadi aku tidak lari."

Mendengar penjelasannya, Sang guru berkata:"Ya, nak, memang benar gajah-Deva yang datang; tapi pawang-Deva meminta engkau untuk keluar dari jalan. Mengapa engkau tidak mempercayai kata-kata pawang? Dan juga, gajah-Deva tidak memiliki kesadaran diri bahwa semua adalah Tuhan!"

Tuhan bersemayam di dalam semua mahluk. Tuhan bahkan dalam harimau, tetapi engkau tidak bisa memeluk harimau karenanya! Dekatlah hanya dengan orang-orang baik, jauhkan diri dari orang yang berpikiran jahat. Jauhkan diri dari orang yang tidak murni, yang jahat, dan yang kejam.


8. Yang Gaib

Suatu hari, di suatu ruang kelas, duduk seorang anak gadis berusia 6 tahun. Guru akan menjelaskan tentang evolusi kepada anak-anak.

Sang guru bertanya kepada seorang anak kecil: "Manav, apakah engkau melihat pohon di luar?"

Manav: "Ya"

Guru: "Manav, apakah engkau melihat rumput di luar?"

Manav: "Ya"

Guru: "Pergilah ke luar dan lihat ke atas. Lihat apakah engkau dapat melihat langit."

Manav: "Baiklah. (Dia kembali beberapa menit kemudian.) Ya, aku melihat langit."

Guru: "Apakah engkau melihat Tuhan di mana-mana?"

Manav: "Tidak"

Guru: "Itulah maksudku. Kita tidak dapat melihat Tuhan karena Dia tidak ada. Dia benar-benar tidak ada."

Si gadis kecil mengangkat tangannya. Ia ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada anak yang sama. Guru setuju, dan si gadis kecil mulai bertanya kepadanya:

"Manav, Apakah engkau melihat pohon di luar?"

Manav: "Ya"

Gadis kecil: "Manav, apakah engkau melihat rumput di luar?"

Manav: "Yaaaa!"

Gadis kecil: "Apakah engkau melihat langit?"

Manav: "Yaaaa!"

Gadis kecil: "Manav, apakah engkau melihat guru?"

Manav: "Ya"

Gadis kecil: "Apakah engkau melihat pikiran atau otaknya?"

Manav: "Tidak"

Gadis kecil: "Kalau begitu, sesuai dengan apa yang diajarkan pada kita hari ini, dia pasti tidak punya pikiran atau otak!"
Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata fisik kita. Dia hanya dapat dilihat oleh mata pengetahuan, iman, dan pengabdian saja. (Gita 7.24-25). Karena kita berdoa dengan iman, bukan dengan penglihatan, Dia menjawab doa kita!

Bab 7 Ringkasan: Hanya ada satu Tuhan, yang disebut dengan banyak nama. Deva, Devi, atau para Deva lain dalam agama kita tidak lain hanyalah nama-nama kekuatan yang berbeda dari Satu Kekuatan Mutlak, Tuhan. Deva merupakan nama dan wujud yang berbeda dari kekuatan Tuhan untuk membantu kita menyembah dan berdoa. Ada empat tipe orang yang menyembah Tuhan. Seluruh ciptaan ini terdiri dari lima elemen dasar dan Roh. Tuhan berwujud dan tanpa wujud.  Tuhan dapat mengambil wujud apa pun. Seseorang tidak dapat mengetahui hakikat Tuhan kecuali dia memiliki pengetahuan rohani.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts