e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Korupsi Dana Bedah Rumah?

Salah satu unggulan program pemerintah provinsi Bali yaitu program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu atau bagi mereka yang memiliki rumah tak layak huni. Sayangnya dana bedah rumah itu ada kemungkinannya berkurang di dalam perjalanan. Ini salah satu contoh kasusnya:

Saya jalan ke arah selatan dari rumah hendak menuju Tianyar. Di tengah perjalanan berpapasan dengan truk kuning membawa bahan bangunan. Truk itu hampir tidak bisa naik di jalan menanjak gara-gara berpapasan dengan saya, sedangkan saya tidak mau minggir di jalan yang agak sempit. Namun pada akhirnya bisa juga melanjutkan perjalanan.

Beberapa saat kemudian lagi berpapasan dengan kendaraan mengangkut bahan bangunan. Yang ini pick up putih. Karena bebannya berat, mobil ini tidak bisa naik di jalan menanjak gara-gara berpapasan denganku. Entah kenapa saya juga tidak mau minggir. Sampai orang itu mencari jalan pintas ke arah barat.

Di jalan saya bertemu seseorang, dia memberitahuku bahwa truk tadi membawa bahan bangunan bedah rumah. Bahan bangunan itu selalu telat datangnya, padahal seharusnya tepat waktu. Sopir truk itu berasal dari Tianyar mau ke Bangli.

Saya melanjutkan ke perjalanan. Tiba-tiba sudah berada di rumah seseorang yang menikahi sepupu saya. Saya tak lagi membawa kendaraan melainkan jalan kaki. Suami sepupu saya bercerita, bahwa bangunan bedah rumahnya belum selesai dibangun gara-gara bahan bangunan telat datangnya. Saya menduga ada hal yang janggal dengan proyek ini. Pasti ada pejabat desa yang kong kaling kong sehingga perjalanan proyek bedah rumah tidak mulus.

Suami sepupu saya ini juga bercerita kemungkinan bahan bangunannya dikurang-kurang
i terutama semen dan pasir. Saya menyarankan ke dia untuk mencatat jumblah barang yang diterima, kwitansinya juga disimpan baik-baik. Juga saya suruh mencari tahu kuota bahan bangunan yang disediakan pemerintah. Apabila ternyata tidak sesuai data dari pemerintah dengan barang yang diterima maka patut diduga ada penyelewengan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Disarankan juga agar kepala lingkungan atau kadus melakukan pengawasan terhadap proyek ini, terutama penerimaan barang. Sehingga bisa memperkecil terjadinya korupsi dana bedah rumah ini. Dan saya mencurigai salah satu pejabat desa ada kemungkinannya melakukan pengurangan pada bahan bangunan bedah rumah tersebut.

Akhirnya saya terbangun dari mimpi. Kok gitu banget mimpi saya ya? Seakan bercerita apa adanya. Soalnya proyek bedah rumah itu memang ada, orang yang mengirim barangnya juga dari daerah Tianyar terutama yang berada di kawasan balik bukit. Menariknya, bercerita tata cara mengungkap penyelewengan dana bedah rumah tersebut. Saya jadi tertawa sendiri loh dengan mimpi ini. Lucunya, dalam mimpi saya mencurigai seseorang yang memang benar di kenyataan jadi pejabat desa. Entah apa maksud lain dari mimpi tersebut. Tapi yang pasti makna untuk saya, mimpi tersebut bermakna adanya usaha saya menjegal serangan musuh, terutama yang membawa truk kuning, yang sudah sering diajak berantem di alam mimpi. Hahaha.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts