e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Menang Balapan

Sedang dalam perjalanan dari daerah Buleleng mengendarai motor Byson menuju Kintamani, baru pulang dari rumah seorang gadis. Tak lama berselang saya melihat dua laki-laki mengendarai motor balap. Entah apa maksudnya, mereka mengikuti saya seakan ingin mencari masalah. Mereka hampir berhasil menyerempetku. Saya mulai menyadari bahwa mereka berniat tidak baik. 'Ayoo.. kita kebut-kebutan, siapa takut?' Sungutku dalam hati. Lalu saya tancap gas mempercepat laju kendaraan, meski jalan berkelok-kelok dan berhutan mereka tidak berhasil menyerempetku. Entah berapa lama waktu berlalu, sudah sampai di Panelokan. Lalu saya tambah ngebut pada jalan menikung tajam di Penelokan bawah. Kedua orang itu tidak berhasil menikung, malah mereka menyeruduk truk. Dalam hati tertawa kegirangan melihat mereka terjungkal.

Entah apa yang terjadi tiba-tiba saya sudah tidak membawa kendaraan melainkan jalan kaki, dan begitu melangkah sesaat sudah sampai di desa Songan, tepatnya di Pendem. Saya berada pada pohon yang agak tinggi, memanjat kayu. Di bawah pohon melihat sekelompok wanita yang hendak rapat, di sekitar mereka saya melihat cabai besar (tabia gede) yang sudah dipetik, warnanya merah kekuningan. Tampaknya mereka panen raya. Tak jauh dari tempat itu saya melihat kandang sapi, di dalamnya ada dua sapi jantan.
Saya tersadar dari mimpi dan bingung bagaimana menafsirkannya. Orang yang mengejar saya samar-samar seperti orang dikenal. Jalan yang saya lalui tidaklah sama dengan di kenyataan, dengan kata lain berbeda dengan di kenyataan, hanya nama saja sama. Dalam mimpi jalannya sempit dan dirabat beton dan dipenuhi hutan. Sedangkan di kenyataan jalannya lebar beraspal. Mimpi tersebut pertanda baik karena berhasil menghindar dari kejaran bajingan. Selain itu saya tiba di Songan berada di pohon kayu. Bila mimpi memanjat kayu pertanda baik (kayu: ayu).

Mimpi tersebut menyerempat masalah cinta, perebutan cewek. Lalu ada kata sandi GEDE (tabia gede). Saya curiga kedua orang yang mengejar saya adalah orang suruhannya GM (gede M) dari Telaga (nama daerah). Hal ini ditunjang oleh mimpi berikutnya, mungkin karena ragu lalu dijelaskan dalam mimpi lagi. Dalam mimpi itu saya kembali melihat jalan yang dilalui sebelumnya, disana saya bertemu ibu. Ibu saya memberitahu bahwa ujung jalan itu sampai di Telaga. Mimpi itu kemudian terputus, lalu mimpi lagi. Dalam mimpi itu saya berada di sekitar Telaga bersama bapak saya, biasa dipanggil Guru. Dari Telaga berjalan hendak menuju Kayuselem (rumah saya). Di perjalanan kami bertemu orang yang samar-samar kami kenal. Lalu bapak saya tersenyum untuk mereka.

Saya jadi yakin orang yang menyerang saya orang dari Telaga, orang suruhannya GM, orang yang selama ini suka menyerang saya namun tak pernah berhasil, selalu dapat dilumpuhkan ilmunya atas pertolongan Dewata, terutama Bhatara Hyang Guru yang menyamar menjadi bapak saya (guru). Oleh karena selalu gagal, dia meminta bantuan orang lain, gurunya. Mungkin dari Buleleng, karena dalam mimpi saya dikejar dari Buleleng. Orang itu mencari bantuan ke orang lain atas petunjuk mimpi sehari sebelumnya. Dalam mimpi itu saya ditemani kakak saya berada di dekat sekolah (dimana saya pernah mimpi bertengkar dengan Gede M). Disana saya melihat pak Jro GEDE Tndh datang dari arah selatan. Pak jro Gede Tndh hendak mencari guru yang menjadi kepala sekolah. Saya mengikutinya sembunyi-sembunyi, namun tidak mengikutinya masuk ke ruang kepala sekolah. Saya justru masuk ke ruang kelas. Di sana saya melihat seorang guru yang saya kenal yaitu pak jro A mengajar bahasa Inggris. Saya ikut gabung dengan mereka. Entah apa yang terjadi, semua murid sudah pulang. Saya bersama kakak saya masuk ke sebuah ruangan, lalu disana saya ciuman dengan kakak saya. Dari luar datanglah laki-laki paruh baya diikuti seorang gadis. Kami pun keluar agar tidak diketahui orang itu. Saya berjalan ke arah selatan dibuntuti gadis itu. Tibalah di tempat saya bertengkar waktu ini (bertengkar dalam mimpi dengan GM). Saya pun tersadar dari mimpi.

Mimpi tersebut menggambarkan orang suruhannya Gede M (menyamar menjadi pak Jro GEDE Tndh), mencari gurunya. Saya bertemu pak Jro Ars yang adalah seorang guru melambangkan bertemu dengan Bhatara Hyang Guru. Mengajar bahasa Inggris mungkin maksudnya mengajar hal-hal magis. Sedangkan kakak saya mencium saya melambangkan saya diberikan kekuatan oleh dewa Hyang Alit (kakak saya yang meninggal waktu kecil).

Sebelum mimpi tersebut, kemarinnya mimpi saya lebih seru. Mimpi bersanggama atau berhubungan intim dengan seorang gadis namun gadis itu tidak dikenal. Mimpi ini menggambarkan pertanda buruk datang. Sebelum mimpi ada orang yang mencurigakan lewat di rumah membawa kendaraan pada tengah malam sekitar jam dua belas. Orang itu berhenti di pertigaan sebelah selatan rumah saya, lalu ke timur. Tak lama kemudian orang itu balik dari dekat Sungai. Lalu dia berjalan ke selatan. Saya hanya menguping suara kendaraannya, kebetulan baru bangun dari tidur. Tidak tahu sebabnya kenapa saya bangun tengah malam. Saya berpikir positif bahwa mungkin hanya kebetulan orang itu berhenti dekat rumah. Akan tetapi pikiran positif saya ditumbangkan oleh mimpi saya berikutnya. Dalam mimpi itu saya mimpi berjalan di sebelah selatan rumah seseorang. Saya teringat di sebelah selatan rumah itu ada sesuatu yang hendak saya ambil. Saya tersadar dari mimpi itu, lalu berspekulasi bahwa di jalan sebelah selatan rumah saya ada sesuatu yang ditaruh seseorang. 'Ah mungkin saya salah tafsir' kata hati berkicau.

Anehnya saya malah mimpi lebih jelas dan terang benderang. Dalam mimpi itu saya berada di sebelah selatan rumah, di pertigaan. Disana saya melihat bapak saya bersama Wa Karma, paman saya. 'Di pertigaan itu ada prentah (ilmu hitam) yang ditaruh seseorang. Kamu jangan mendekat, sangat berbahaya' ujar Wa Karma. Lalu bapak saya mengambil sarana prentah itu dan menunjukannya kepada saya. Terlihat kertas putih terlipat rapi menjadi persegi empat kecil dililit benang hitam kebiru-biruan.

'Oh ternyata benar dugaan saya. Ternyata orang yang berhenti saat tengah malam itu orang yang hendak menaruh pepasangan (ilmu hitam)' gumamku dalam hati setelah sadar dari mimpi. Atas pertolongan dewa saya terhindar dari petaka. Dewa yang dimaksud yaitu Bhatara Hyang Guru (menyamar menjadi bapak saya yang biasa dipanggil Guru) dan Bhagawan Wiswa Karma (menyamar menjadi Wa Karma). Pada mimpi lainnya saya belum paham siapa yang menyamar menjadi Wa Karma. Namun setelah direnungkan saya berhasil memecahkan kata sandi 'Wa Karma'. Dalam kenyataan Wa Karma seorang tukang bangunan dan tidak menjadi tapakan dewa, jero dasaran. Setelah dicocok-cocokan mengarah pada bhagawan Wiswa Karma, yang adalah arsiteknya para dewa. Nyambung dengan pekerjaan Wa Karma sebagai arsitek (tukang bangunan).

Ada hal menarik yang terjadi sebelum saya tidur dan sebelum mimpi di atas. Saat saya hilang kesadaran saya melihat Guru Nas (om saya) sedang duduk bersandar di singgasana diitari kain serba putih di halaman rumah saya. Lalu tersenyum memandang saya. Kaget juga melihat itu, padahal di halaman rumah saya tidak ada apa-apa. Saya mengerti maknanya bahwa Bhatara Hyang Guru sedang memperhatikan saya, namun tidak mengerti tujuannya. Akhirnya mimpi secara keseluruhan di atas menjelaskan tujuan kehadiran beliau di penglihatan saya saat kehilangan kesadaran dengan menyamar menjadi Guru Nas, om saya.
Nb; setelah beberapa hari berlalu kemarin orang itu kembali menyerang saya. Tadi sudah saya tulis panjang lebar disambung dengan cerita di atas tetapi entah kenapa hilang drafnya tanpa saya ketahui. Jadi malas menulis ulang. Biar sudah tidak ditulis meski kisahnya seru.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts