e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Mimpi Samar-samar Tetapi Petunjuknya Jelas dan Logis

Sekira jam 5 saya mimpi agak samar-samar, bahkan hampir lupa kronologi mimpinya. Setelah berusaha mengingatnya barulah ingat detail mimpinya. Dalam mimpi itu saya berada di arena judi. Hingga akhirnya kalah berjudi, padahal saya tidak bawa uang. (Aslinya saya hampir tidak pernah berjudi, bukan hobi saya). Setelah kalah, saya pergi dari arena judi, lalu saya dikatakan punya hutang oleh bandar judi. Sampai di rumah saya memberi sapi makan, berjalan ke arah selatan dari rumah.

Setengah sadar dari mimpi, dari dalam hati mendengar sabda bahwa saya punya hutang banten (upacara) yaitu punya hutang sesangi (nazar). Makna banten berasal dari kronologi memberi pakan sapi. Sapi atau sampi ngaran sampian, sampian ngaran banten.

Tak lama kemudian saya mimpi lagi. Dalam mimpi itu datanglah bapak saya yang biasa dipanggil guru. Beliau menjelaskan bahwa mimpi itu tandanya saya harus membuat banten pejati gede, bukan pejati biasa. Banten Pejati tersebut disuruh dihaturkan di Palinggih Sang Wengi dekat sekolah SMP. 'Ingat tak ingat pernah bernazar, tak ada ruginya mempersembahkan banten pejati disana' demikian ujarnya.

Saya pun terbangun. Cukup lega perasaannya bila diberi petunjuk mimpi disertai tafsir. Mungkin itu sebabnya saya mimpi bertarung dekat palinggih Sang Wengi. Barangkali benar saya pernah berkaul disana namun saya lupakan. Untung ada petunjuk mimpi yang demikian jelas dan logis, walau mimpinya samar-samar. Mimpi itu jadi samar-samar gara-gara setelah mimpi tidur pulas lagi.

Meski mimpinya samar-samar, saya gali dengan tenung tanya lara. Hari mimpinya jatuh pada Saniscara Kaliwon nuju Urukung. Saniscara ngaran Sesangi, Canggah, Carang. Kaliwon ngaran Karang. Urukung ngaran Rurung, Buung. Uripnya 9+8+5= 22, dibagi 4=5, sisa 2, artinya Kala. Bila digabungkan maka artinya papas Kala di Karange ulian utang sesangi (diserang kala/bhuta kala akibat punya hutang kaul/nazar). Susunan kalimat tersebut tentulah mengacu pada kronologi mimpi. Untuk mencari arah dimana tempat bernazar, hal ini bisa dilihat dari kronologi mimpinya yaitu berjalan ke arah selatan. Maka arah yang diambil adalah Saniscara yaitu selatan. Di arah selatan rumah saya merupakan letak palinggih Sang Wengi, dimana di tempat itu saya pernah bernazar namun saya lupakan.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts