e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Tanda - Tanda Berjodoh dari Sudut Pandang Lelaki

Ketika mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, satu hal yang akan menjadi pertanyaan adalah tentang hubungan di masa depan; apakah aku akan berjodoh dengannya? Apakah dia akan menjadi pendamping hidupku? Kira-kira demikian pertanyaan yang sering muncul di batok kepala. Pertanyaan seperti itu bagi laki-laki terutama ketika cinta belum terbalas dan sedang berjuang mati-matian untuk meraih pujaan hati.

Ada berbagai tanda-tanda bahwasannya seseorang akan berjodoh, seperti misalnya getaran cinta pada pandangan pertama, orang Bali menyebutnya Kletegan Bayu. Bergetar jiwa dan raga kita ketika berjumpa dengannya. Getaran cinta ini lama-lama menghilang berubah menjadi energi yang meneduhkan jiwa, menenangkan, mendamaikan, yang pada intinya menimbulkan perasaan nyaman.

Dari berbagai macam uraian tanda-tanda bahwa seseorang akan berjodoh yang pernah aku baca kebanyakan bersifat umum, bahkan tanda itu sudah masuk saat pacaran sungguh-sungguh dengan seseorang, toh akhirnya si dia menikah dengan orang lain.

Atas dasar itu, aku mencoba menggali tanda-tanda khusus bahwa si dia akan menjadi jodoh kita. Hal ini penting diketahui agar tidak asal berjuang membabi buta. Demikian pula perlu mempelajari kecocokan perjodohan berdasarkan astrologi; baik primbon, shio maupun zodiak, agar kita tidak memperjuangkan orang yang salah, yang ternyata perjodohannya jelek, lalu menyalahkan Tuhan ketika menderita saat bersama.

Setidaknya hasil hitung-hitung perjodohan adalah fifti:fifti; sebagian baik, sebagian buruk. Namun yang perlu diperjuangkan adalah bila perjodohan dominan baik. Ketika dominan baiknya, besar peluangnya untuk hidup bersama dalam bahtera rumah tangga karena memang ada kecocokan.

Kadang aku bertemu dengan cewek tampangnya biasa saja, tapi menarik di mataku. Setelah dipelajari perbintangannya ternyata ada kecocokan, demikian pula namanya. Sebaliknya ada cewek cantik tapi tidak bisa membuat jatuh hati, ternyata banyak unsur ketidakcocokan.

Ada pula kejadiannya begini; bertemu cewek cantik dan masih muda, dia mampu membuat jantung berdebar lebih kencang. Rasanya tak mungkin cewek itu mau melirikku, tapi kenyataannya ternyata jinak, bahkan seperti ada respon. Setelah dipelajari perjodohannya ternyata ada kecocokan, bahkan sangat baik. Cuma ada perasaan sedih jika aku mengejarnya, soalnya dia masih kecil. Disini timbul keraguan.

Dalam mengambil keputusan lebih jauh, apakah wanita pujaan hati terus dikejar ataukah menyerah begitu saja, kiranya sebelum maju atau mundur dalam memperjuangkan cinta agar tidak menyesal kelak, tentu perlu mengenali apakah si dia berpeluang berjodoh atau tidak.

Dari hasil penelitian kecil-kecilan ala gue, ciri-ciri si dia akan berjodoh dengan kita dapat dilihat dari beberapa tanda-tanda:

Kebal Dihina

Apakah anda sebagai pria pernah dihina atau dicaci maki wanita yang disukai? Pada umumnya laki-laki paling cepat hilang perasaannya bila diremehkan oleh orang yang disukai atau dicintai. Sedikit saja disinggung terkadang rasa sayang mendadak hilang, illfeel.

Kenyataan itu tidak akan terjadi bila kelak akan berjodoh. Ketika dihina, dimarahi, dicaci maki, dan lain sebagainya, justru semakin bergairah untuk mengejarnya, semakin tertantang untuk bisa menundukkan wanita pujaan hati.

Untuk sesaat memang ada perasaan marah, kecewa dan sedih, namun tak lama perasaan itu berada dalam hati. Perasaan negatif itu dihancurkan oleh rasa sayang, yang kemudian timbul sifat welas asih yaitu memaafkannya dalam hati. Sifat welas asih karena cinta inilah membuat seseorang kebal dihina.

Dalam masyarakat berkembang suatu kepercayaan bahwa seorang pria yang diremehkan wanita yang dicintainya, justru wanita itu dikatakan akan berjodoh dengan lelaki tersebut. Tak sedikit seorang wanita justru menikah dengan lelaki yang sebelumnya selalu dinilai kekurangannya. Mungkin ketika kekurangaannya sudah habis dinilai maka yang tampak adalah kelebihannya sehingga muncul rasa sayang kemudian. Istilah kerennya 'benci jadi cinta'. Oleh karenanya, bila ingin terhindar dari orang yan tak disukai maka tak perlu membencinya, biasakan saja.

Menariknya juga, chemistri yang dibangun berawal dari permusuhan sebelah pihak, terutama dilakukan seorang wanita, lama-lama menjadi sebuah hubungan yang lebih indah, romantis dan mengesankan. Tak hayal dalam dunia perfilman sering menghadirkan cerita benci menjadi cinta yang kemudian menjadi tontonan menarik.

Menangis Karena Rindu

Pria dan wanita menangis karena cinta itu hal biasa, tak ada istilah cengeng jika menangis karena cinta, terutama bagi pria.

Umumnya seorang pria sangat sedih bila orang yang benar-benar disayangi meninggalkannya. Tak jarang laki-laki menitikan air mata ketika hubungan cintanya berakhir. Tentulah hubungan yang dibangun hubungan serius, cinta yang sungguh-sungguh, bukan sekedar cinta monyet.

Menangis diakhir hubungan itu hal biasa. Lebih menarik lagi, apabila seorang pria menangis karena rindu. Sudah pastinya cinta yang dipendam sangat dalam, melebihi dalamnya lautan, tingginya gunung. Jika hal itu terjadi, besar peluangnya berjodoh dengan wanita yang mampu membuatnya rindu menggebu dalam kalbu bangkit dari tidurnya.

Sering pula air mata pria runtuh bila mengingat perlakuan buruk yang dilakukan wanita yang disayanginya. Meski menangis karena merasa dilukai, tetap saja pria ini merasa bahagia mampu mencintainya meski telah dilecehkan. Baginya, cinta mengubah derita menjadi kebahagiaan.

Bila bisa merasakan kebahagiaan pada saat diberikan penderitaan oleh si dia, itu tandanya pria tersebut siap hidup bersama wanita itu, dan penderitaan yang diberikan akan mampu menarik wanita bersangkutan untuk menjadi pendamping hidup. Seperti sebuah ujian yang diberikan alam semesta.

Berada di Masa Depan

Ketika seorang wanita menjalin hubungan sudah biasa berpikir ke masa depan; berapa punya anak, siapa nama anak, calon suami mau jadi apa, tinggal dimana, dan lain sebagainya. Tetapi pria tidak begitu memikirkan hal konyol seperti itu, bahkan tak terlintas di dalam benaknnya.

Ketika seorang pria sudah mengalami konsep di masa depan terhadap seorang wanita yang dicintainya, itu tandanya wanita bersangkutan telah diberi tempat singgasana dalam hati.

Tanda-tandanya bahwa wanita akan dijadikan istri di masa depan, maka si dia dimasukan ke dalam peristiwa masa depan yang dialami orang lain.

Umpamanya si pria melihat sepasang suami istri bersama anak-anaknya. Yang muncul dalam pikiran si pria, ibu dari anak-anak itu adalah gadis yang dicintainya. Seolah-olah gadis itu sudah pasti akan menjadi ibu dari anak-anaknya di masa depan. Demikian pula ketika menonton film percintaan, seakan si pria merasa terlibat di dalamnya dan menghadirkan gadis pujaan hatinya ke dalam film bersangkutan. Bahasa kerennya BAPER; terbawa perasaan.

Sangat sulit menemukan pria yang bisa baper, kecuali dia sudah sungguh-sungguh mencintai seorang gadis dan gadis itu diharapkan menjadi pendamping hidupnya.

Ketika keadaan demikian sedang dialami pria, itu tandanya laki-laki ini telah memiliki sebuah komitmen tentang kehidupannya di masa depan. Sehingga apapun yang menghalanginya akan dibabat habis untuk meraih cintanya, mewujudkan mimpi-mimpi tentang cinta.

Yakin Tanpa Ragu

Dalam mengarungi asmara, menyelami cinta, pada dasarnya seorang pria hanya untuk bersenang-senang, oleh karena itulah seorang wanita kudu hati-hati pada bujuk rayu pria untuk berhubungan seks. Akan tetapi ketika seorang pria akan membawa seorang wanita menjadi pendamping hidupnya, justru hal-hal tak baik seperti itu berusaha dihindari meski banyak pula yang tak mampu menghindarinya.

Wanita yang sungguh-sungguh dicintai pria, dia akan diperlakukan secara terhormat. Baginya, wanita itu harus diperlakukan sebaik mungkin karena kelak dianggapnya akan menjadi pendamping hidupnya.
.
Biasanya wanita yang akan menjadi istrinya adalah wanita yang dicintai tanpa keraguan, tanpa ada perasaan ragu dalam hati sedikitpun. Memiliki keyakinan yang seyakin-yakinnya bahwa wanita yang dicintai akan menjadi pendamping hidup, seolah hidup tak sempurna tanpa kehadirannya kelak.

Kenyataan yang demikian bisa dipahami melalui hukum tarik menarik, dimana ketika pikiran diiringi niat baik terpusat pada satu tujuan yang diyakini bisa maka apa yang menjadi tujuannya akan diperoleh. Tentunya tanpa keraguan tentang apa yang menjadi tujuan. Dewa pun akan memberi jalan pada pikiran dan niat yang demikian.

Apa yang kita pikirkan secara sungguh-sungguh dan berulang demikianlah kita jadinya.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts