e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Hanya Ganti Kalender

Antusiasme masyarakat dalam menyambut pergantian tahun patut diapresiasi. Berbagai event diadakan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat, terutama dari kalangan anak muda. Kegiatan-kegiatan positif tentu kita harus dukung, akan tetapi tak sedikit kaum muda yang merayakan pergantian tahun baru dengan aktifitas berlebihan dan merugikan, seperti misalnya mabuk-mabukan bahkan ada yang pesta seks. Sebelum kita melakukan hal-hal merugikan, patut kita renungkan apakah pantas pergantian tahun dirayakan secara berlebihan?

Sebenarnya, yang disebut pergantian tahun tak ubahnya dengan pergantian hari kemarin ke hari ini, dari hari ini ke hari esok, demikian seterusnya. Yang membuat terlihat berbeda hanya karena pergantian kalender.

Akibat adanya perwujudan waktu ke dalam bentuk kalender berupa angka-angka, kita melihat, merasakan dan berpikir bahwa waktu terus berganti. Yang sebenarnya, waktu tidaklah berubah, ia kekal, ia diam, tiada bergerak. Sesungguhnya kitalah yang berubah dari hari ke hari semakin tua. Kita melihat Matahari terus bergerak dari timur ke barat, namun sesungguhnya bumilah yang bergerak berotasi sehingga terjadi siang dan malam hingga seolah-olah kita melihat pergantian tahun meski yang sebenarnya bumi dan kitalah yang berubah.

Bagi masyarakat umum atau kesepakatan bersama bahwa waktu dianggap berubah dan terus berulang. Akan tetapi dalam tataran filsafat agama, waktu dikatakan tidak berubah, ia kekal abadi, waktu memakan semua yang ada. Hal senada dengan pandangan Gottfried Leibniz dan Immanuel Kant, menjelaskan waktu itu bukanlah suatu peristiwa atau hal, dan dengan demikian tidak terukur dengan sendirinya dan juga tidak bisa berpindah. Memahami hal itu, tentu kita tidak perlu merayakan pergantian tahun secara berlebihan, apalagi hingga mabuk-mabukan, berfoya-foya.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts