e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Aku Adalah Tuhan



Ungkapan Aku adalah Tuhan terdapat didalam Mahawakya. Mahavakyas (mahāvākya, महावाक्य; jamak: mahāvākyāni, महावाक्यानि) adalah ungkapan Luhur dan Universal” dari Upanishad, teks-teks dasar Vedanta. Meskipun ada banyak Mahavakya, empat dari mereka, satu dari masing-masing dari empat Veda, yang sering disebut-sebut sebagai “Mahavakyas subyek dan esensi dari semua Upanisad . Semua Mahavakyas Upanishad mengungkapkan satu pesan yang universal dalam bentuk pernyataan singkat dan ringkas. Dalam penggunaan bahasa Sansekerta kemudian, namun istilah mahāvākya berarti juga wacana, dan secara khusus, wacana pada topik filsafat yang tinggi.sulit dipahami oleh masyarakat awam.
Empat pernyataan Upanishad menunjukkan kesatuan akhir dari jiwa atau roh (Atman) dengan Tuhan (Brahman).  Mahawakya tersebut adalah sebagai berikut;

1. prajñānam brahma - Kesadaran adalah Brahman( Aitareya Upanishad 3,3 dari Rig Veda)
2. ayam ātmā brahma- Diri ini (Atman) adalah Brahman(Mandukya Upanishad  1,2 dari Atharva Veda)
3. tat tvam asi - “Engkau adalah itu atau engkau adalah Tuhan(Chandogya Upanishad 6.8.7 dari Sama Veda)
4. aham brahmāsmi- Aku adalah Tuhan (Brahman)(Brhadaranyaka Upanishad 1.4.10 dari Yajur Veda)

Ajaran ini sangat erat kaitanya dengan ajaran syek siti jenar, Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan serta beliau juga menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan, maksud sebenarnya bahwa jiva ini adalah Tuhan ayam ātmā brahma . Syekh Siti Jenar juga  memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, apa yang disebut umum sebagai kematian, justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi olehnya. tentang hidup yang sesungguhnya adalah setelah mati juga tersirat didalam bhagavad gita. Syek Siti Jenar aslinya adalah seorang Brahmana Majapahit, hanya saja  menyamar sebagai Ulama karena takut . Ajaran tentang filsafat tertinggi ini sangat sulit dipahami oleh orang yang tidak memahami tentang siapa sesunguhnya “sang Aku” d, dengan kata lain sangat sulit dipahami oleh orang yang tidak mengetahui ajaran tentang atman atau Jiwa. sedikit uraian tentang roh Dalam Bhagavad Gita dijabarkan mengenai sifat-sifat Atman
Bhagavad-Gita II sloka 23, 24, dan 25 :

Sloka Artinya:

nai’nam chhindanti sastrani

na chai’nam kledayanty apo

na soshayati marutah

Senjata tidak dapat melukai Dia

dan api tidak bisa membakar- Nya

angin tidak dapat mengeringkan Dia

dan air tidak bisa membasahi- Nya

Achedyo ‘yam adahyo ‘yam

akledya ’soshya eva cha

nityah sarwagatah sthanur

achalo ‘yam sanatanah

Dia tidak dapat dilukai, dibakar

juga tidak dikeringkan dan dibasahi

Dia adalah abadi, tiada berubah

tiada bergerak, tetap selama- lamanya.

Awyakto ‘yam achintyo ‘yam

Awikaryo ‘yam uchyate

tasmad ewam widitasi ‘nam

na ‘nusochitum arhasi.

Dia dikatakan tidak termanifestasikan

tidak dapat dipikirkan, tidak berubah- ubah

dan mengetahui halnya demikian

engkau hendaknya jangan berduka.



Perkataan Dia dan Nya dalam sloka ini sama dengan atma. Jadi atma itu dikatakan mengatasi segala elemen materi, kekal abadi, dan tidak terpikirkan. Oleh karenanya atma itu tidak dapat menjadi subyek maupun obyek dan tindakan atau pekerjaan. Dengan perkataan lain atma itu tidak terkena oleh akibat perubahan- perubahan yang dialami pikiran, hidup, dan badan jasmani. Semua bentuk ini bisa berubah, datang, dan pergi, tetapi atma itu tetap langgeng untuk selamanya.

Tulisan Terkait:
T

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts