e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Bila Dihina Orang yang Disayang

Saya pernah mimpi mengajar, dalam mimpi itu ada salah satu murid bertanya di luar materi pelajaran pada akhir jam pelajaran. 'Sebelum pelajaran berakhir, apakah ada yang ingin bertanya? Boleh bertanya apa saja' ujarku pada mereka. Lalu, siswa yang termuda mengacungkan tangan ke atas agak ragu.

'Bli, bagaimana menyikapi bila kita dicaci maki atau dihina oleh orang yang kita sayangi?' Tanyanya lugu. 'Wuah ternyata dia mengalami hal yang sama denganku' gumamku dalam hati. Muridku memanggil bli karena pada awal perkenalan saya yang menyuruh semua siswa memanggil saya dengan panggilan 'Bli' sebab merasa masih muda dan belum pantas dipanggil bapak. Pertanyaan itu membuat hati terenyuh, merasa senasib sepenanggungan, teringat bahwa saya juga sedang mengalami derita seperti itu, cinta bertepuk sebelah tangan dihiasi dengan banyak penghinaan dan caci maki dari dia, orang yang paling disayang.'Sabar saja, kita harus mengalah. Siapa yang mengalah meski awalnya terlihat kalah namun akhirnya dia akan jadi pemenang'

Saya pun tersadar dari mimpi, seakan 'alam gaib' di alam mimpi menyinggung saya yang mulai sering merasa sedih ketika dihina dia, orang yang disayang. Padahal biasanya saya selalu tegar mendapat penghinaan dan caci maki dari dia. Kata-kata kasarnya tak pernah mampu melumpuhkan besarnya cinta tulusku. Caci maki darinya seakan masuk kanan keluar kiri. Bahkan terkadang hinaan dia saya jadikan lelucon yang mampu membuat tersenyum geli bahkan tertawa terpingkal-pingkal.

Cinta selalu punya cerita, di balik keindahan yang sering kita pikirkan justru yang datang duka nestapa membuat hati terluka amat dalam. Meski disakiti terkadang kita masih mengharapkan kehadirannya. Mungkin benar, cinta yang tulus bisa membuat dunia asmara selalu dilihat dari sisi indahnya, sehingga selalu menghadirkan kekuatan dalam hati untuk bertahan mencintainya meski derita yang diberinya. Beda dengan cinta yang tak tulus, sedikit saja disinggung kita akan marah dengan apa yang dia lakukan, bahkan rasa sayang lenyap seketika ketika mendengar kata-kata kasar darinya, meski hanya sekali keluar dari mulutnya, apalagi berkali-kali. Sudah pastinya dia dicoret dari daftar orang yang akan menjadi bagian hidup kita di masa depan dalam bahtera rumah tangga.

Umumnya, pada awal perjalanan cinta, PDKT, wanita dominan sebagai pihak yang suka menghina sedangkan lelaki dominan meremehkan pada akhir perjalanan cinta. Analogi sederhananya; cewek cuek di awal, cinta diakhir. Lelaki cinta di awal, cuek di akhir.

Kembali ke tema. Hal yang lucu dari mimpi di atas adalah perbedaan cara berpikir saya antara dalam dunia mimpi dengan dunia nyata, meski esensinya sama. Dalam dunia nyata saya cenderung menerapkan ajaran Sang Budha, 'Bila dihina janganlah marah karena orang marah tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah' itulah sebabnya saya selalu berusaha sabar ketika dihina atau diremehkan orang lain.

Selain itu pula, ketika kita marah ataupun membalas hinaan dari orang lain maka kita ikut menabur karma buruk. Padahal agama tidak membenarkan tindakan yang demikian. Sesungguhnya, ketika ada orang yang merendahkan kita sebenarnya mereka sedang meninggikan kita. Demikian sebaliknya, ketika kita ditinggikan sebenarnya sedang akan dijatuhkan. Dengan catatan bila kita bereaksi terhadap tindakan itu; senang ketika dipuji, benci ketika dihina. Agama mengajarkan kita untuk tidak berbangga hati ketika dipuji, tidak bersedih hati ketika dihina. Tetap seimbang pada pujian dan hinaan; panas dan dingin. Dengan cara itu seseorang akan terbebas dari ikatan karma.

Hal penting yang perlu kita cermati adalah cara kerja dari hinaan dan pujian. Terutama hinaan yang sering kali membuat kita cepat bereaksi yang tentunya bisa membawa kita pada kehancuran. Oleh karenanya, ketika kita dihina sebaiknya tidak bereaksi. Dengan cara itu maka hinaan yang dilontarkan seseorang akan terpental mencari orang yang melontarkannya. Energi pikiran negatif yang ditunjukan ke seseorang dengan tujuan merendahkan akan menghancurkan orang bersangkutan bila waktunya sudah tiba. Layaknya melempar bola pada tembok yang diam, pada akhirnya bola akan terpental mengarah pada orang yang melemparkannya.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts