e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Delapan Kali Mimpi Semalam: Mimpi Terbanyak dalam Hidupku

Usai upacara ngenteg linggih dewa kembar dan sanggah kamulan di rumah om saya kemarin malam, ternyata masih banyak kesalahan yang terjadi disana. Hal itu terungkap dalam mimpi-mimpi saya tadi malam.

Pertama, mimpi bertemu Shahir Sheik dan Mrunal. Dalam mimpi, kedua artis India itu datang melihat acara yang diadakan om saya. Mereka mengancungi jempol ritual yang dilaksanakan. 'Its good, but tempat ini gersang' ujar Shahir seperti meledek keadaan di sekitar rumah om saya. Lalu dia ijin pamit sembari mengajak saya bersalaman.

Maknanya bahwa Sesuunan atau dewata (makna dari simbol orang asing) berkenan dengan pelaksanaan ritualnya tetapi masih ada kendala. Menurut bapak saya, dibilang gersang karena sisa-sisa sanggar kamulan sementara yang terbuat dari bambu masih berserakan padahal sudah bekas, yang seharusnya sudah digeseng dengan dibakar.

Kedua, mimpi berada di sebelah utara rumah omnya. Disana sedang menonton rapat penting komite sekolah: dewan guru dan dihadiri juga orang asing. Komite sekolah hendak membahas hak-hak perempuan yang terabaikan. Perempuan yang dimaksud ternyata anak SD kelas 6. Dia datang dari arah barat, dia bernyanyi dalam kesedihan. Lalu berjalan menuju tempat rapat.

Saat sadar dari mimpi saya memaknainya bahwa Bhatara Hyang Guru (simbolnya guru) dan sesuunan (simbolnya orang asing) sudah berkenan hadir di Kamulan om saya yang sudah tuntas ritualnya. Tetapi masih ada kendala yaitu seorang perempuan yang terabaikan haknya. Bisa jadi dewa hyang alit. Namun belum tahu hak apa yang dituntut karena sudah dirembugkan dengan keluarga omnya tidak juga diketahui.

Ketiga, mimpi berada di tepi hutan bersama om Tole, adik dari om yang melaksanakan Yadnya. Disana saya tidur-tiduran bersama om Tole, bapak saya dan ibu. Tiba-tiba om Tole disengat semut dan sakit gigi. Ternyata ada banyak semut di selimut. Saya bilang ke om bahwa yang menyebabkan penderitaan itu karena omnya disalahkan Bhatara Kawitan.

Bingung juga dibuatnya mengapa om Tole disalahkan Bhatara Kawitan, padahal dia sendiri menjadi jero Dasaran Ratu Bagus Biing Celagi (Bhatara Kawitan Celagi). Setelah dibahas bapak saya bersama keluarga omnya, ternyata masih ada kurang bantennya yaitu banten pejati untuk omnya.

Keempat, mimpi berada di timur rumah omnya, disana Ayu (ipar saya) dan ibu saya bagi-bagi anak ayam sisa persembahan mau dipelihara (ceritanya habis melaksanakan suatu ritual besar, mirip dengan di kenyataan). Salah satu anak ayam bagian ibunya nakal sekali, tidak mau diam. Begitu juga anak ayam iparnya. Ternyata anak ayam itu tidak mau dipisahkan karena bersaudara. Lalu Ayu mengusulkan anak ayam itu dijadikan satu saja biar anak ayamnya lebih tenang. Begitu ditaruh di tanah, mau dilepas. Tiba-tiba diterkam anjing dan langsung mati. Lalu saya dan kakak saya memukul anjing itu pakai ranting kayu kecil. Saya pukul-pukul kepalanya. Kakak saya pegang anjingnya. Karena kasihan pada anjingnya, kemudian dilepas. Tiba-tiba berubah jadi anak ayam. Anak ayam itu keluar masuk di beberapa lubang tembok yang bolong, lalu lari ke selatan karena hendak saya tangkap. Anak ayam itu berubah jadi ayam dewasa.

Sangat berat memaknainya karena kronologinya rumit. Anjing simbol kala, ayam simbol sang roh. Lalu apakah makna sebenarnya? Setelah dilihat dengan mata batin oleh bapak saya, ternyata di apit lawang candi bentarnya ada yang kurang bantennya, yaitu banten pejati lagi dua yang dipersembahkan untuk kala.

Kelima, mimpi berada di rumah lama (aslinya sudah tidak ada). Disana saya mau tidur diikuti guru (bapak saya). Saat mau tidur, di tempat tidur menemukan kulit ular berceceran, ular berganti kulit. Saya menduga ularnya masih dekat. Lalu ada sesuatu bergerak di bawah baju di dekat bantal. Lalu ular itu ditekan bapak saya. Makna mimpi ini kemungkinan ada orang yang mencoba menyerang dengan ilmu hitam tetapi mendapat pertolongan dari bhatara Hyang guru. Hal ini didukung mimpi berikutnya.

Keenam, mimpi berada di kamar omnya, disana saya sedang jatuh sakit, sakit berat, mau dioperasi karena di jari telunjuk terdapat benjolan. Dokter menduga itu sakit tumor. Lalu telunjuk saya dibedah. Ternyata di dalam benjolan itu terdapat batu kerikil berisi lingkaran besi kuning, seperti emas.

Dugaan saya mimpi ini memperkuat mimpi sebelumnya. Saya tidak begitu memikirkan mimpi ini yang terpenting tidak kenapa-kenapa karena sudah diselamatkan dewa yang menyamar menjadi dokter. Dugaan saya hampir mengena, sesuai mimpi berikutnya.

Ketujuh, mimpi tidur di kamar lalu datang bapak saya. Beliau bercerita bahwa saya mimpi sakit tumor itu karena ada orang Jawa yang menyerang saya dengan ilmu hitam. Saat terbangun dari mimpi cukup kaget juga. Masak tak pernah buat masalah dengan orang Jawa tetapi saya dicobak oleh orang luar. Mungkin sekedar iseng saja atau hanya uji coba kemampuan. Biarkan saja, yang terpenting ra popo.

Kedelapan, mimpi tentang cinta. Hal ini tak perlu saya tulis untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Sebelum mimpi di atas, siangnya sudah muncul tenger akan mendapat pertolongan dari dewa, tenger akan diserang orang dengan ilmu hitam, tenger akan dimuliakan orang, tenger akan bertengkar. Jadi mimpi di atas menggambarkan tenger yang terjadi siangnya.

Gara-gara bangun tidur berulang karena mimpi akibatnya saya bangun kesiangan.
 

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts