e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Pernah Bisu Gegara Ilmu Hitam

Salah satu hari sakral dan keramat bagi umat Hindu Bali adalah Kajeng Kliwon, terutama Kajeng Kliwon Uwudan. Bila kita cermati dewa penguasa wewaraan, Kajeng dewanya dewi Durga sedangkan Kliwon dewanya dewa Shiwa. Ketika kajeng bertemu kliwon itu bermakna penyatuan Shiwa-Durga sehingga Kajeng Kliwon menjadi hari keramat. Demikian pula hari atau wewaraan sakral lainnya akan menjadi sakral ketika bertemu Kliwon; anggara kliwon, buda kliwon, saniscara kliwon. Kajeng Kliwon sering kali dijadikan waktu terbaik menjalankan aji ugig atau ilmu hitam. Pada hari sakral ini doa-doa tak baik mudah terkabulkan tetapi pada akhirnya doa demikian akan membawa bencana bagi si pelaku. Saya pernah mengalami kisah menyedihkan waktu Kajeng Kliwon dimana saya kena ilmu hitam hingga tidak bisa bicara atau bisu. Awalnya saat tidur saya bermimpi ada bayangan hitam mendekat ke kamar tidur. Dan tiba-tiba tubuh saya tidak bisa bergerak akibat adanya energi hitam menempel di badan sebelah kanan. Hatiku ngeri dibuatnya, hanya pikiran yang bisa bergerak. 'Om Namah Shiwa Ya' doaku dalam hati berulang-ulang (berjapa/berzikir) agar bisa terhindar dari kekuatan energi hitam. Saya berusaha untuk bangkit dari tidur, dan alhasil saya bisa menghalau kekuatan tersebut. Dan bangkit dari tidur. Saya pun hendak memanggil bapakku yang sedang tidur di kamar sebelah tetapi anehnya saya tidak bisa bicara, hanya bisa wawa-wewe. Bahkan tubuh lainnya juga tidak bisa digerakan, hanya kaki bisa melangkah. Itu pun efek dari japa mantra yang saya lantunkan dalam hati. Saya keluar memanggil bapakku dan sepertinya beliau terbangun akibat saya ribut-ribut. Begitu pula ibuku juga terbangun. 'Kamu kenapa?' Tanya ibu. 'Wawawa.. wewewe..' ujarku tak mampu mengeluarkan kata-kata sesuai dengan pikiranku. Padahal saya bermaksud mengatakan, 'Guru, aku kena serangan ilmu hitam'. Kepalaku panas dibuatnya karena apa yang saya sampaikan tak dipahami. Saya mencoba menggerakan tangan, dan syukur berhasil memberi isyarat dengan gerak tangan. 'Coba jew obati anak kita, siapa tahu ada orang yang menyerangnya dengan ilmu hitam' pinta ibuku kepada ayahku. Ibuku disuruh menyiapkan sarana penolak ilmu hitam yaitu bumbu masak seperti cabai, bawang merah, bawang putih. Bumbu itu ditumbuk di lesung. Lalu sarana itu diberi mantera oleh bapakku. Saya mendengar rafalan mantera bapak saya sayangnya tidak bisa menghafalnya. Sesudah itu sarana tersebut dioleskan di dahi berbentuk tapak dara (tanda +). Puji Tuhan! Tubuh saya terasa ringan dan mulai bisa berbicara. 'Kamu kena ilmu hitam yang disebut Panegulan Sanghyang Atma (pengikat sang roh)' ujar bapakku. 'Pasti dah kerjaan dukun yang sering menyerangku selama ini' batinku. Saya pun tersadar total. Kira sungguhan, ternyata cumi; cuma mimpi. Hahaha. Pantaslah menjelang tidur kedutan di telapak kaki lumayan keras dan lama. Dalam primbon Bali ini pertanda serangan ilmu hitam. Tetapi sekaligus mendapat kedutan di pipi kanan: guru pitra nyapa: Tuhan menyapa. Itulah sebabnya selamat dari serangan ilmu hitam sebagaimana dalam mimpi. Mimpi tersebut bisa dimaknai sebagaimana adanya karena mimpi dalam mimpi yaitu mendapat pertolongan dari Bhatara Hyang Guru (simbol ayah-ibu). Hal yang menarik bagi saya adalah pengalaman menjadi orang bisu, ternyata demikian beratnya menjadi orang cacat tuna wicara, bikin setres. Setelah serangan itu, besoknya kembali diserang, bahkan dikeroyok bertiga. Hal itu bisa diketahui dari petunjuk mimpi. Dalam mimpi saya berada di timur laut rumah. Tiba-tiba dari selatan datanglah tiga kumbang hitam besar. Mereka mengincar saya. Saya lari terbirit-birit ke arah timur. Hampir saja kepala disengat. Secepat kilat berbelok ke utara. Dan disana saya melihat bapakku. 'Biar tidak bisa dilihat kumbang itu, lemparkan debu tiga kali ke langit sembari dimantrai' perintah bapakku. Saya pun bergegas mengambil sejumput tanah serta dimantrai (tidak tahu mantera apa), dan melemparkannya ke langit tiga kali. Tiga kumbang itu pun muncul lagi dan ternyata mujarab manteraku. Mereka bertiga berseliweran kesana kemari, sedangkan saya berjalan santai ke rumah penuh senyum berada dalam kemenangan. Sampai di sudut rumah (aslinya disana di kamulan/tempat suci), saya pun terbangun. Dan terjadi ledakan bom lokal, 'Kentut'. Biasanya memang demikian, bila selamat dari serangan ilmu hitam maka akan jadi kentut yang tak biasa. Seringkali juga membuat perut mules-mules, mencret.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts