e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Inginnya Jadi Bos, Tapi Katanya Akan Jadi Pendeta

Beberapa waktu lalu saya iseng-iseng memasukan tanggal lahir pada situs primbon pada bagian Ramalan Phitagoras. Disitu dikatakan diakhir kehidupan saya akan menjadi pemimpin religius. Menariknya, tadi pagi dini hari bapak saya bilang, kelak saya akan menjadi Pendeta. Mimpi lengkapnya begini:

Sedang berada di timur laut rumah, sekira sekilo jauhnya. Disana saya melihat dua orang gadis sedang melukat (mandi suci), dilukat oleh dua orang sulinggih, orang suci. Kedua gadis menjerit berulang saat diberi puja mantra dan dimandikan air suci, seakan tidak kuat menerima energi air suci tersebut. Mumpung ada orang suci, saya juga ingin melukat. Lalu saya saya meminta restu ingin melukat juga, dan saya menanyakan berapa daksina/sesari (sedekah) yang boleh saya berikan. Katanya cuma 30rb. Lalu saya memberikan daksina itu pada sang Sulinggih.

Saat saya mau dilukat oleh sulinggih yang lebih muda, dua gadis tadi mohon pamit, 'Pak, saya pamit dumun, mau ke kampus' ujarnya. Dugaanku, epertinya sulinggih ini menjadi dosen di sebuah kampus. 'Nggih, Silakan!' Balasnya. Dari gerak-gerik sang Sulinggih seakan meremehkan kedua gadis tersebut, seakan dianggap tidak memiliki kemampuan spiritual. 'Beliau ini mampu gak mendeteksi energi yang saya miliki yang dianugerahi dewa' pikirku dalam hati. Saya merasa dulu pernah diberi anugerah dari dewa. Lalu saya diguyur pakai air suci. Kemudian sulinggih yang sudah tua melantunkan puja mantra pada air. Saya tak sengaja melihat 'burungnya' di balik pakaian putih transparannya karena tidak pakai celana dalam. 'Wajar anunya kelihatan karena seorang sulinggih tidak boleh pakai celana dalam' gumamku dalam hati. Lalu saya diguyur air suci untuk kedua kalinya. Ternyata air suci itu memiliki energi yang kuat hingga membuat tubuh saya terasa kaku, terutama di dada. Tiba-tiba saya sudah dipegang bapakku agar bisa bertahan melawan energi itu, tangan bapak saya ditempelkan di dada. 'Kamu dibeginikan (dilukat), agar kelak kamu bisa menjadi pendeta' ujarnya.

Saat tersadar dari mimpi dada saya terasa kaku, mungkin masih terbawa perasaan. Cukup kaget juga saat tersadar. Secara umum mimpi ini bermakna baik, namun terselip juga hal bermakna buruk yaitu melihat burung lelaki sang Sulinggih. Burung lelaki dalam bahasa Bali disebut 'Celak' sehingga dimaknai celaka, sedangkan Sulinggih simbol dewa, sehingga maknanya akan mendapat celaka dari dewa. Sedangkan melukat bermakna disucikan dari kekotoran batin. Bila digabungkan kemungkinan maknanya menjadi; bila tidak mensucikan diri maka akan mendapat celaka dari dewa.

Kata-kata terakhir bapak saya itu simbol sabda dari Bhatara Hyang Guru. Bisa jadi itu sebuah ramalan tentang masa depan saya. Entahlah. Bila dewa yang menghendakinya demikian, biarlah begitu.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts