e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Tubuh Kotor Secara Niskala

Sepupu saya datang ke rumah bertanya tentang mimpi. Katanya, dalam mimpi dia bertemu iring-iringan orang mengantar jenazah. Karena merasa takut, dia hendak bersembunyi. Sialnya, gara-gara kabelet malah masuk ke bawah jenazahnya.

Saya menjelaskan bahwa itu pertanda tubuhnya kaletehan; kotor secara niskala, bukan kotor biasa. Karena dia punya anjing. Saya tebak, pasti dia pernah dicium anjing. Ternyata benar, sebelum mimpi seperti itu akibat bercanda dengan anjingngya sampai dicium berulangkali.

Saya sendiri pernah dicium anjing hidungnya. Menjelang malam mata saya merah dan bengkak. Lalu malamnya saya mimpi. Dalam mimpi itu saya berada di rumah seseorang. Bercerita tentang ada odalan di salah satu pura yang sudah berlangsung tiga hari namun saya belum sempat sembahyang disana. Menyadari kekeliruan itu saya hendak pulang ke rumah. Tetapi begitu berangkat, tiba-tiba perjalanan saya mau sekolah, sekolah dasar. Saya perhatikan pakaian saya agak kotor, hal itu membuat tak percaya diri padahal di sekolah banyak cewek cantik terutama orang yang aku sayangi. Karena sudah siang saya tetap pakai baju itu. Lalu berangkat ke sekolah membawa ceret (ketel) berisi air mau dipakai merebus ikan setelah belajar nanti, apalagi materinya tentang ikan.

Setelah tiba di sekolah, saya berbincang-bincang dengan beberapa gadis sekolahan, teman sekelas. Tak lama berselang munculah ibu guru D yang terkenal galak. Semua murid berhamburan mencari tempat duduk karena pada takut, kecuali saya. Tetap duduk di kursi temannya.

Lalu kami diajari rumus matematika tentang ukuran kolam ikan. Ketika rumusnya ditulis di papan, saya mohon ijin untuk mengambil buku di bangku saya. 'Gak usah kamu mengambil buku, hafalin saja' pinta ibu D.

Saat tersadar dari mimpi, barulah ngeh kalau mata saya sakit karena leteh atau kotor secara niskala, dan juga gara-gara tidak sembahyang selama tiga hari berturut-turut. Padahal kotor seperti itu bisa dikurangi dengan rajin sembahyang terutama percikan tirta (air suci) setelah sembahyang.

Menurut tradisi turun temurun, bila mimpi berpakaian kotor itu tandanya tubuh kita kaletehan oleh suatu sebab. Hal itu dipertegas lagi dengan kronologi nyerempet soal cinta, yang juga bermakna kaletehan. Kaletehan itu menimbulkan hal buruk sehingga dalam mimpi disimbolkan dengan materi pelajaran tentang ikan. Bila mimpi tentang ikan pertanda buruk. Tetapi karena ikannya mau direbus artinya hal buruk mau dihilangkan. Yang akan menghilangkan yaitu Bhatara Hyang Guru menyamar menjadi guru wanita (simbol Tuhan ibu), yaitu dengan melakukan pemujaan kepada-Nya: kembali ke kronologi mau sembahyang. Siangnya saya pun akhirnya sembahyang di kamulan dan rasa sakit mata perlahan menghilang. Hari itu pun sudah sembuh.

Sakit karena kotor secara niskala disebabkan oleh berbagai faktor, seperti akibat tidur di lantai yang biasa diinjak, tidur terbalik dari biasanya, misalnya kaki di tempatkan ke arah bantal sedangkan kepala ditempatkan di arah kaki. Larangan-larangan seperti itu terutama bagi mereka yang melik (mirip indigo). Larangan lainnya seperti tidak mencampuradukan pakaiannya, baik penempatannya maupun saat mencuci, tidak baik berada di tempat-tempat romon (kotor). Dilarang makan daging babi, daging anjing, dan lain sebagainya yang dilarang agama. Tidak dibenarkan berhubungan intim saat wanita sedang menstruasi, berhubungan seks saat hari suci atau hari raya, tidak melakukan hubungan seks gaya 69, dimana posisi kepala bolak-balik dengan pasangan, lebih-lebih sampai menjilati kemaluan ataupun menelan sperma.

Tidak hanya itu, perbuatan lainnya yang dilarang agama pun menyebabkan kaletehan pada tubuh secara niskala, seperti mencuri, seks diluar nikah, berselingkuh, suka berbohong, berbicara tak baik, dan lain sebagainya. Hal seperti itu membuat tubuh kita kotor secara lahir batin sehingga menimbulkan penderitaan dalam hidup, mulai dari pikiran tidak tenang, selalu gelisah, mudah sedih tanpa sebab, mudah marah, mudah jatuh sakit, sering mendapat musibah dan lain sebagainya.

Terdapat berbagai upaya untuk menyucikan diri untuk mengurangi hal demikian seperti rajin sembahyang, mandi suci atau melukat, sering-sering mandi dengan air yang diisi bunga aneka warna, bahkan sesekali membuat banten penyepuh: ritual penyucian diri. Dan yang paling mendasar adalah menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama. Bagi masyarakat umum hal demikian barangkali tidak begitu terlihat atau tidak begitu terasa, tetapi bagi seseorang yang berkelahiran melik akan sangat terasa akibatnya bila melakukan pelanggaran-pelanggaran ajaran agama.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts