e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Doa dan Jawabannya dalam Mimpi

Kemarin iseng-iseng belajar ilmu mistik yang termuat dalam catatan buku kuno Sanghyang Griguh. Nama ilmunya Aji K*****t. Fungsinya untuk melindungi diri dan mengembalikan ilmu hitam secara otomatis kepada pemiliknya atau orang yang berniat jahat. Lalu dicoba untuk dipraktekan. Tetapi dilengkapi dengan sebuah doa begini, 'Ratu sesuunan titiang: bhatara hyang guru. Bila ilmu ini baik untuk saya semoga bisa masuk ke dalam ragaku. Bila tidak, semoga tidak berhasil.

Lalu menjelang pagi mimpi yang agak rumit maknanya. Dalam mimpi itu saya berada di rumah omnya: Guru Nas. Saya diberikan rangkaian bunga segar; bunga mawar dan bunga lainnya. Lalu saya mau kirim ke seseorang, widi asih namanya, dari bubung. Saya mau kirim bersama sepupunya, dia bonceng di belakang. Saya menasehati sepupu agar hati-hati menjaga bunganya agar tidak rusak. Baru berjalan sekira 100 meter bunganya sudah rusak gara-gara kejepit. Lalu saya perbaiki, lalu lanjut jalan. Tapi lagi rusak, malah bunga mawarnya patah bagian pangkalnya. Kami berhenti dekat rumah seorang nenek. Disana saya menyusun kembali bunganya, tetapi hanya sedikit bisa disusun. Tiba-tiba wadah bunganya berubah jadi beras (baas).

Setelah terbangun awalnya saya menduga bermakna baik karena diberi bunga oleh Guru Nas sehingga bermakna Bhatara Hyang Guru memberikan (nunas) karunia khusus, sehingga saya menduga kemungkinan terkabulkan doanya. Namun setelah direnungkan ternyata itu sebuah peringatan agar tidak kehilangan karunia Tuhan. Diberi bunga artinya diberi karunia khusus, tetapi karena bunganya rusak, maka bermakna karunia Tuhan bisa hilang/rusak bila melakukan sesuatu yang belum layak untuk dilakukan.

Demikian pula berdasarkan nama orang yang akan dikirimi bunga yaitu Widi Asih di bubung, artinya buung widine asih: tidak jadi Tuhan melimpahkan kasih-Nya. Hal itu juga didukung hari mimpinya yaitu Sukra Pon nuju Was. Sukra ngaran sesuunan (dewata), pon ngaran pondok atau rumah. Jumblah uripnya 6+7+9= 22:4=5, sisa 2, artinya Kala. Jadi artinya Kalan sesuunan di pondoke: kemarahan dewata di rumah.

Jadi, dari mimpi tersebut Tuhan tidak mengijinkan untuk menggunakan ajian itu karena sebenarnya sudah diberi karunia khusus penangkal ilmu hitam.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts