e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Petunjuk Mimpi Diabaikan Mendatangkan Musibah

Sebagian besar masyarakat percaya bahwa mimpi merupakan pertanda-pertanda, entah pertanda baik ataupun buruk. Sebenarnya, acapkali mimpi bukan hanya pertanda melainkan disertai petunjuk untuk melakukan sesuatu guna mencegah hal-hal buruk. Adakalanya hanya petunjuk melakukan sesuatu namun tidak disertai pertanda baik atau buruk. Apabila petunjuk yang diberikan tidak dilaksanakan tak hayal musibah menghampiri kita.

Seperti mimpi saya yang berjudul 'Mencintai Wanita Bersuami'. Mimpi tersebut cukup jelas pertanda tidak baik dan juga cukup jelas petunjuk dari-Nya apa yang harus dilakukan agar hal buruk tidak terjadi. Namun sayangnya petunjuk tersebut tidak dijalankan sama tante saya. Berselang dua minggu kemudian hal buruk menimpanya, terjatuh hingga sakit parah. Lalu dirawat ke rumah sakit, bahkan belum sembuh hingga sekarang.

Keluarga saya sendiri pernah menelan pil pahit akibat mengabaikan petunjuk mimpi hingga mengalami kerugian puluhan juta. Sebenarnya tak ingin mengabaikan mimpi bila memang yakin penafsirannya dan tahu sebab musababnya, namun adakalanya mengabaikan mimpi akibat tidak berhasil atau salah menterjemahkannya dan akibatnya tentu musibah melanda keluarga. Seperti kejadian beberapa waktu lalu saya mimpi singkat yang berisi petunjuk.

Dalam mimpi itu saya bertemu tante dan om saya di dekat rumah lama saya sudah dilebur. Om dan tante memberikan saya kunci mobil. Saya disuruh mengambil mobilnya di arah selatan (beten/di bawah) disuruh membawa ke rumahnya. Lalu saya mengambil mobil itu sore hari dan mengendarainya seorang diri. Lalu dibawa ke arah utara (ngamenekang) menuju rumah tantenya.

Mimpi itu saya yakin bukan bunga tidur karena sore harinya sebelum mimpi saya kedutan di telinga, pertanda leluhur menyapa. Di tempat diberi kunci mobil oleh tante dan om dalam mimpi, di tempat itulah saya kedutan di telinga. Waktu itu bahkan saya sudah menduga akan memimpikan om dan tante saya karena tante dan om menjadi pemangku Dewa Hyang (leluhur) sehingga berpeluang besar dijadikan simbol leluhur.

Mimpi di atas saya tafsirkan bahwa leluhur hendak memberikan keluarga saya suatu kehormatan atau kedudukan atau paling tidak akan diberikan karunia rejeki. Berdasarkan kepercayaan masyarakat, bila mimpi mengendarai mobil menanjak maka pertanda baik, sebaliknya jika mimpi membawa mobil menurun maka pertanda buruk. Mobil dimaknai kedudukan atau kehormatan, serupa dengan motor maupun kursi melambangkan kedudukan atau kehormatan. Berdasarkan hal tersebut saya menafsirkan bahwa mimpi di atas bahwa saya diberikan suatu kehormatan, entah kehormatan apa.

Usut punya usut, ternyata saya salah menafsirkannya. Setelah berlalu seminggu mimpi tersebut, ada orang dari luar keluarga besar saya mimpi bahwa semua keluarga besar saya dipukul oleh kakek saya yang telah almarhum, sudah menjadi dewa Hyang. Mimpi tersebut pertanda murka dari leluhur. Tante saya yang lainnya juga mimpi buruk. Katanya, dalam mimpinya keluarga besar saya bagi-bagi buah nangka buug (nangka lodoh) setelah gotong royong. Tentulah mimpi itu pertanda buruk. Nangka dimaknai bangka atau mati, sehingga melambangkan musibah besar.

Menyikapi mimpi seperti itu, bapak saya menantang leluhur, 'Kalau memang leluhurnya pintar, seharusnya diberi petunjuk, baik berupa sabda maupun melalui mimpi'. Tak lama berselang, tiba-tiba bapak saya mendengar suara kakek saya yang telah tiada. Katanya beliau menyuruh keluarga besar kami untuk memindahkan atau melebur pekarangan pura pesimpangan dewa Hyang yang lama (berada di selatan) diresmikan ke tempat pura dewa Hyang yang sekarang (berada di utara) karena dulu belum lengkap ritualnya. Siapa yang menghalangi atau tidak mau mengikuti akan diberikan musibah. Entah kenapa satu per satu keluarga besar saya jatuh sakit, sudah tujuh orang sakit parah.

Kembali ke mimpi, ternyata maksud mimpi saya di atas disuruh memindahkan 'kedudukan' dewa Hyang dari arah selatan dibawa ke arah utara. Penafsiran saya sebelumnya ternyata kurang dalam sehingga pemaknaannya meleset.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts