e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Ular Siluman di Bawah Leher

Saya sedang berada di bawah bubung (beten bubunge) ditemani keluarga yang tidak dikenal namanya namun saya merasa mereka adalah keluarga. Kami berada di dekat rumah bapa Gede PND (inisial), saya melihat jubang air berbentuk tabung di sudut halaman rumahnya. Luasnya kira-kira 10 meter. Saya ingat disana ada ular besar bersembunyi, namun tidak ada yang berani menangkapnya. Saya juga rada-rada takut masuk ke jubang air itu.

Tak lama berselang, munculah Jero T (inisial) diikuti bli Mangku Komang CT (inisial). Dia mendekati saya, hendak membantu menangkap ular tersebut. Katanya gampang menangkap ular itu. JT bersama CT langsung masuk ke dalam. Begitu mereka keluar, katanya ular itu sudah kabur. Lalu mereka meninggalkan kami. Beberapa saat ada orang laki-laki muncul dari sebelah selatan (uli beten), orang itu tak saya ketahui. Tiba-tiba munculah sepupu saya yang cewek seakan turun dari langit. Sedangkan lelaki itu menghilang entah kemana perginya.

Saya terbangun dari mimpi. Ada hal aneh yang terjadi, rasa panas di dada menghilang dan mengeluarkan kentut berulang kali, cukup keras. Rasa panas di dada itu muncul setelah tengah malam waktu hendak tidur. Saya sudah menyadari akan terjadi hal yang membahayakan. Sore harinya mendapat tanda akan datang penderitaan, hal itu ditandai dengan kedutan di lambung. Bapak saya juga mengalami hal yang sama sehingga bapak saya tidak mengijinkan saya untuk sembahyang di pura, padahal hari suci Siwaratri. Meski hari suci, ternyata ada juga orang yang berbuat jahat. Sehingga saya hanya sembahyang di Kamulan. Sebelum tidur, sempat juga kedutan di punggung pertanda akan bertemu orang berilmu. Ternyata yang dimaksud orang berilmu itu adalah bhatara Kawitan di Celagi dan Dewa Kembar.

Mimpi di atas, berdasarkan kronologinya dapat ditafsirkan sebagai berikut:Ular yang dimaksud adalah ular jadi-jadian yang diciptakan dengan mantra ilmu hitam. Ular itu bersemayam di bawah leher saya, tepatnya di dada. Hal itu dapat diketahui dari bahasa sandinya yaitu di bawah bubung: di beten bubunge; di beten baunge (di bawah lehernya). Ular itu dikirim oleh bapanya GEDE, orang suruhannya GM. Hampir saya curiga pada bapa Gede PND, namun setelah direnungkan ternyata yang dimaksud bapa gede PND adalah orang yang telah berulang menyerang saya yaitu orang yang dimintai bantuan oleh GM. Hal ini diperkuat oleh kronologi mimpinya, dimana ada laki-laki datang dari selatan.

Ular tersebut diusir oleh Bhatara Kawitan di Celagi, menyamar menjadi Jero T. Penafsiran tersebut karena Jero T menjadi Jero dasaran (tapakan dewa) Ratu Bagus Biing Celagi, yang adalah leluhur saya di Celagi, putra dari Mpu Kamareka, cucu dari Mpu Semeru. Dalam mengusir ular itu, beliau dibantu oleh dewa kembar, menyamar menjadi bli Mangku CT (bli Mangku CT menjadi Pemangku Dewa Kembar).
Dua hari sebelumnya sempat juga diserang dengan ilmu hitam menggunakan sarana bendera dan mantra Jawa. Namun saya diobati oleh bhatara Hyang Guru dan Dewa Hyang Alit. Hal itu dapat diketahui dari petunjuk mimpi sebagai berikut:

Berada di tepi danau Batur, saya melihat ada orang yang mandi berduaan, seorang gadis dan laki-laki. Melihat keadaan itu saya tertarik untuk menggoda gadis itu. Lalu saya berenang dari arah barat, agak jauh dari mereka. Gadis itu memandang saya sejenak, barangkali dia sudah menyadari niat nakal saya. Lalu saya menyelam di dasar danau menuju gadis itu. Cukup lama bisa menyelam, dan sampailah di samping gadis itu. Saya melihat gadis itu ternyata mandi tanpa pakaian sehelai pun, telanjang bulat. Hal itu membuat nafsu birahi memuncak. Muncul pikiran bejat dalam benakku. Secepat kilat tanganku merayap ke selangkangan gadis itu, dan memasukan dua jari ke kemaluan gadis itu. Dia terkejut, begitu pun aku. Lalu saya muncul di permukaan. Gadis itu malu-malu kucing, diam membisu. Sedangkan cowoknya mulai curiga dengan saya bahwa saya hendak mengganggu pacarnya. Mereka akhirnya menepi, hendak pergi. Saya melihat gadis itu menggunakan celana olah raga smk. Seakan kenal dengannya, sedangkan cowoknya tidak begitu saya kenal. Bersambung..

Mimpi di atas menggambarkan bahwa saya akan mendapat hal-hal buruk yang ada kaitannya dengan asmara, perebutan cewek. Mimpi mandi atau berenang itu pertanda tidak baik, demikian pula mimpi menyentuh kemaluan. Tetapi kalau mimpi mandi di sumber air itu pertanda baik. Alam gaib kemudian menjelaskan sumber bahaya itu, berdasarkan mimpi selanjutnya:

Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba sudah berada di tegalan tepi hutan, tidak tahu tegalan ini milik siapa. Samar-samar saya ingat datang dari mandi di danau. Di tegalan itu saya bertemu ayahnya GM, guru N (inisial). Dia bercerita bahwa dia memiliki ilmu hitam menggunakan sarana bendera. Di Bali tidak ada orang yang memiliki penolak ilmu hitam itu. Orang yang kena ilmu hitam ini pasti tidak akan ada yang bisa menyembuhkan. Dalam hati saya tertawa mendengar ceritanya, padahal seingatku bapak saya memiliki penolak atau penangkal ilmu hitam tersebut. Bersambung..

Mimpi tersebut menggambarkan bahwa bahaya itu datang dari orang suruhannya GM, menyamar menjadi ayahnya atau gurunya GM (di tempat saya, seorang ayah adakalanya dipanggil guru). Orang suruhannya GM hendak menyerang saya dengan ilmu hitam yang sulit ditandingi. Bahkan mungkin memang benar di Bali tidak ada memiliki penolaknya. Saat saya cerita pada bapak saya paginya di kenyataan, katanya ilmu hitam itu di Bali disebut 'kober mas' (bendera emas). Bapak saya tidak memiliki penolaknya. Namun bapak saya menegaskan bahwa setiap ilmu hitam ada penolaknya. Lalu kenapa saya mimpi bahwa bapak saya memiliki penolaknya? Yang dimaksud bapak saya itu adalah guru di niskala, guru di alam gaib. Beliau menyamar menjadi bapak saya yang biasa dipanggil guru. Beliau hadir dalam mimpi menjelang pagi, melanjutkan mimpi di atas:

Saya berada di dekat rumah lamaku yang telah dilebur, tepatnya di tempat keramat di sebelah selatan rumah itu. Disana saya bersama bapak saya, juga ada kakak saya. Lalu kakak saya memberi saya segelas air yang telah dimantrai. Katanya, mantra itu digunakan untuk membuat orang Jawa dan orang Bali bermusuh-musuhan. Tak lama berselang, bapak saya menyuruhku untuk mencari sarana obat untuk menyembuhkan penyakit saya. Sarana itu kulit batang belig-beligan dan don jaka (daun enau). Sarana ini berfungsi untuk menyembuhkan penyakit sekaligus agar terlihat terkena serangan ilmu hitam padahal tidak kena. Lalu saya pergi mencari sarana itu.

Saya pun terbangun dari seluruh mimpi di atas. Ada perasaan lega diobati di alam mimpi. Hal-hal buruk yang akan terjadi telah dilumpuhkan oleh guru niskala dan dewa hyang alit yang menyamar jadi kakak saya dan bapak saya. Segelas air yang diberikan kakak saya melambangkan bahwa mantra itu untuk menolak mantra musuh berbahasa Jawa. Barangkali musuh itu mengoleksi mantra dari Jawa juga. Bisa jadi ilmu hitam yang digunakan lawan menggunakan sarana bendera itu mantranya berbahasa Jawa.

Terlepas apa makna dari beberapa mimpi di atas, yang terjadi dalam kenyataan saat terbangun saya kentut berulang kali, cukup keras, lalu BAB cukup banyak. Hal ini menandakan bahwa saya sungguh-sungguh diobati di alam gaib. Dalam ajaran pengobatan non medis di Bali, katanya, bila seseorang benar mengobati si sakit maka penyakit itu akan menjadi kotoran.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts