e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Tumben Melihat Ular Berkepala Lima

Tak menyangka tadi pagi saya melihat ular berkepala banyak, lima kepala. Karena ular itu menyerang saya terpaksa membunuhnya ketimbang saya dipatuk, disembur dengan bisanya. Sebelum membunuh ular itu, saya mendapat tanda-tanda kedutan di siku kanan; akan berkelahi. Kedutan ini sudah berulangkali sejak empat hari setiap hari namun tidak terbukti, baru terbukti tadi pagi. Selain itu, kemarin malam juga kedutan di leher kiri, pertanda musuh datang. Gara-gara kedutan tersebut saya sembahyang. Tetapi tidak memohon apa-apa, saya iklaskan pada dewa. Apapun yang hendak orang lain lakukan pada saya, saya terima. Saya mengira musuh yang datang manusia, tetapi ternyata ular. Kronologinya sebagai berikut:

Berada di Denpasar di rumah seorang pengusaha kaya. Rumahnya bertingkat. Saya bersama seorang pembantu hendak menghantarkan sambal cabai besar (tabia gede) dalam mangkok untuk anak bosnya yang cowok. Sambal cabai yang dibawa pembantunya tercecer akibat menyenggol pintu. Saya meminta pembantu perempuan untuk menyapu sambal yang tercecer agar tidak diketahui big bos.

Setelah selesai disapu pembantunya, anak bos yang cewek menyuruh saya untuk menghantarkan membawa mobil. Saya bergegas hendak keluar membawa mangkok besar tersebut dengan hati-hati. Sungguh apes, lagi tumpah gara-gara saya tersanjung di tangga kecil dekat pintu coklat. Lalu saya menyapu sambal yang tumpah. Sisanya saya taruh di mobil. Saat mau jalan keluar pintu gerbang, jalan dihalangi motor adik saya. Saya turun untuk memindahkan motornya. Saya mau tempatkan di sebelah selatan rumah bos dekat taman atau kebun bunga.

Di taman itu banyak tumbuh rerumputan. Halamannya datar dengan rumput yang tertata rapi. Saat saya hendak menstandarkan motor, tiba-tiba muncul ular dari rumput yang agak tinggi dekat pagar tembok. Kepalanya terangkat hendak mematuk saya. 'Dikiranya saya takut sama ular' batinku. Secepat kilat saya hantam kepala ular itu dengan kayu coklat yang tiba-tiba sudah muncul di tangan kanan. Ular tersebut langsung mati. Senangnya hati saya, sekali hantaman ular itu langsung tak bernyawa.

Entah apa yang terjadi, lagi muncul ular lima ekor. Mungkin yang mati tadi keluarganya sehingga yang lain mau menuntut balas. Uniknya kelima ular itu serempak menyerang saya. Saya lompat tinggi untuk menghindarinya sembari menghantam yang hampir mematuk saya, ular itu seketika mati. Dan tak sengaja menginjak ekor ular lainnya. Mereka juga langsung mati. Tampaknya kayu yang saya bawa bertuah.

Tak lama berselang, di udara muncul ular besar terbang ke arah saya. Setelah dekat tampak kepalanya lima, jadinya seperti ular kobra sangat besar. Secepat kilat saya terbang ke angkasa lebih tinggi dari ular tersebut, samar-samar juga terbang diikuti guru (bapak saya). Lalu ular ajaib itu saya tendang lehernya, dan ular tersebut langsung mati, hancur lebur. Lalu menghilang.

'Ihh.. ular yang kupelihara sejak lima tahun dibunuh' ujar seorang paruh baya di seberang saat saat saya menginjakan kaki di tanah. Orang itu tidak begitu kelihatan wajahnya karena agak jauh.

Beberapa saat kemudian muncul kupu-kupu warna hitam berbintik putih. Ia terbang melewati saya. Lalu berubah jadi ulat besar seukuran paha. Tampak menakjubkan. Dalam waktu dekat saya bisa menemui binatang aneh-aneh seperti ini. Sesaat kemudian ulat itu terbang tinggi. Saya mengejarnya terbang ke angkasa. Lalu ulat itu saya hantam perutnya dengan kepalan tangan dari bawah. Gara-gara itu tubuh saya terkena serbuk putih yang jatuh dari tubuh ulat besar tersebut. Untungnya hanya sedikit mengenai tubuh. Ulat tersebut langsung mati.

Saya tersadar dari mimpi jam setengah dua dini hari. Anehnya pinggang saya terasa gatal namun tak lama menghilang. Kali ini cukup menarik pertempuran di alam mimpi. Seperti ada peningkatan kemampuan sang roh dalam bertempur. Saya menduga hal itu efek dari mimpi mencari tulang manusia, kemungkinan benar dugaan saya waktu ini. Terbukti mahkluk yang menyerang saya dalam mimpi begitu tersentuh langsung mati. Padahal biasanya saya hampir kewalahan membunuh ular. Seperti waktu ini mau membunuh ular, kepalanya sudah terpisah namun tidak mati.

Orang yang menyerang saya kemungkinan orang sudah biasa menyerang saya. Dari kronologi mimpinya mungkin saya kena pepasangan sudah lima hari lalu (dalam mimpi dikatakan 5 tahun). Hal itu didukung saya memindahkan motor adiknya ke arah selatan. Lima hari yang lalu saya ke selatan membawa motor adiknya melewati rumah orang yang saya duga menyerang saya. Sejak itu saya selalu mendapat tanda akan berkelahi namun tidak terjadi, baru tadi terbukti.

Berdasarkan kronologi mimpinya, awalnya mimpi tersebut bermakna buruk yaitu menyapu. Hal buruk datang dari serangan orang. Namun karena berhasil membunuh ular dan ulatnya maka hal itu pertanda baik, sehingga tidak akan terjadi apa-apa karena hal yang buruk sudah berakhir di alam mimpi.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts