e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Mencintai Wanita Bersuami

Entah kenapa saya mengalami perasaan aneh seperti ini. Terjatuh ke dalam lubang Ciku ML; cinta kuno mekar lagi. Istilah anak mudanya CLBK. Sialnya lagi, saya jatuh cinta pada wanita bersertifikat; sudah bersuami, berinisisl WSY. Memang harus saya akui dulu pernah jatuh cinta padanya, bahkan pernah mengirimi dia oleh-oleh waktu pulang dari Lombok. Agar lebih romantis saya kirim via pos meski rumah kami masih satu desa. Untuk mengungkapkan perasaan yang mekar kembali meski dia telah memilih pria lain, saya rangkai derita hatiku dalam secarik kertas, supaya dia tahu betapa saya menyayanginya lebih dari apapun. Saya rela menjadi suami dia yang kedua; poliandri, kalau dia mau. Seusai merangkai jeritan hati ditinggal menikah, lalu surat cinta itu dilipat rapi, serapi cintaku. Saya menyusun siasat agar bisa menyampaikan perasaanku tanpa ada yang mengetahuinya terutama suaminya. Berikut sepenggal kisah cinta terlarang tersebut;

Sore hari saya berjalan ke arah utara di dekat rumahnya tante S, masih ada hubungan keluarga, keluarga besar. Sampai di rumahnya saya berjalan ke arah timur, saya janjian di sebelah timur rumah tante S, tepatnya di sampingnya. Jantungku berdebar-debar ketika melihat WSY. Saya meminta tolong pada kakakku yang cewek untuk memberikan surat cinta itu tetapi dia tidak mau, mungkin tidak mau terlibat dalam cinta terlarang yang saya lakoni.

Kuberusaha menumbuhkan keberanian supaya berani mendekatinya, tetapi rasanya semakin deg-degan. Lalu saya melangkahkan kaki hendak mendekatinya namun tidak berani. Saya lemparkan surat cinta yang kupegang sedari tadi dari atas sengkedan. Surat itu jatuh di samping seekor babi, membuat babi itu kaget. Gara-gara babinya terkejut WSY tahu maksud saya. Lalu ia mengambil surat cinta tersebut.

Untuk mengurangi rasa canggung, grogi, saya bergegas melangkahkan kaki menuju ke utara (ngamenekang). Sampai di Keladang Putih saya mendengar WSY membaca isi suratku keras-keras. Jantungku berdegup dibuatnya, rasanya ingin copot organ penting ini. Saya takut sekali kalau sampai ketahuan suami WSY, dan tentunya takut tercemar nama baikku. Saya berharap hal itu tidak terjadi.

Tak lama kemudian melanjutkan perjalanan menuju arah utara, di barat laut rumahnya tante SM. Disana saya bertemu sepupu saya, bli Jero Komang. Dia ngajakin saya pergi melayat ke korban bencana tanah longsor waktu ini. Karena dia ingin melayat bersama saya, ia memerintahkan anak buahnya mencari pakan sapi. Biasanya bila melayat sesuai tradisi lama dengan membawa beras, kelapa, gula. Tetapi hal itu tidak efisien, sekarang kebanyakan memberi uang sebagai ungkapan ikut berbela sungkawa. Saya dan sepupunya sepakat untuk memberi uang pada mereka.

Akhirnya saya menyadari ternyata kisah mencintai istri orang itu hanya ada dalam mimpi. Seram juga mimpi saya, bikin degdegan. Hari mimpinya jatuh pada Saniscara Umanis nuju Was. Saniscara ngaran canggah. Umanis ngaran umah. Jumblah uripnya 9+5+9= 23:4=5, sisa 3, artinya manusa atau Sang Wengi atau Memedi. Melihat kronologi mimpinya berselingkuh, percintaan, maka sisa 3 ini lebih cenderung bermakna pemalinan. Terlebih lagi bagian akhir hendak melayat orang mati. Hal ini melambangkan pemali itu benda mati. Benda mati ini membuat pekarangan leteh atau kotor. Pekarangan yang dimaksud rumahnya tante S, kronologi mimpinya berada di rumah tante S, apalagi dalam mimpi samar-samar babi di timur rumahnya seolah milik tante S.

Mimpi di atas pertanda buruk dan baik. Mimpi berselingkuh pertanda tidak baik, demikian pula melihat babi pertanda akan ada kena musibah. Akan tetapi karena hadirnya sepupu saya, maka hal ini pertanda baik, hal ini melambangkan pertolongan Sesuunan (dewata); Ratu Sakti Hulundanu, karena sepupu saya menjadi pedasaran Ratu Sakti Hulundanu. Akan tetapi untuk mencegah hal buruk itu beliau menyuruh kami membuat suatu ritual atau banten, makna ini diambil dari bli jro komang menyuruh anak buahnya mencari pakan sapi. Sapi atau sampi ngaran sampian, sampian ngaran banten. Banten ini kemungkinan banten untuk penyucian pekarangan rumah setelah pemalinya dibongkar.

Bila dilihat tata letak rumah tante S, tepat di tempat saya melihat WSY berada dan ada babi dalam mimpi, disana berdiri gudang sekaligus dijadikan rumah mobil. Idealnya disana berdiri Kamulan namun tante S belum memiliki Kamulan. Bisa jadi ritual yang dimaksud ritual untuk mendirikan Kamulan.

Gudang itu kemungkinan menjadi pemali karena tata letak rumah tante S sudah menyimpang dari tradisi. Di sebelah barat gudang terdapat rumah inti, di barat rumah inti ada rumah lama, di barat rumah lama terdapat jubang; tempat penampungan air. Dari tata letak itu, rumah inti menanggung beban yang cukup berat yaitu memikul gudang dan rumah lama. Semenjak dibangunnya gudang di timur itu, beberapa kali tante S tertimpa musibah cukup berat, terutama ibu jari anaknya tertebas sabit.

NB: Setelah kroscek ke rumah tantenya, ternyata tante S sempat sakit beberapa hari lalunya. Menurutnya, sakitnya itu gara-gara pernah memperbaiki rumahnya namun belum sempat diupacarai pebersihan. Selain itu,waktu banjir ada tanah longsor menerjang rumah mobilnya hinggga di sudut bangunannya rusak. Menurutnya itulah menjadi penyebab sakitnya karena pekarangannya kaletehan.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts