e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Cerita Mimpi dari Kakek dan Nenek

Saya datang ke rumah nenek hendak mengajak kakek ke rumah sakit. Tetapi sakitnya kakek sudah mulai baikan. Kakek sakit gara-gara terlalu rajin, beliau merabas pepohonan sembarangan di tempat keramat, padahal sejak dulu diperingatkan untuk tidak sembarangan merabas pepohonan di tempat keramat itu. Memang benar nasehat para bijak, 'Segala sesuatu yang bernada terlalu hendaklah ditinggalkan!' Terlalu cantik tidak baik, terlalu baik juga tidak baik, dikatakan, 'Karena terlalu luruslah pohon di hutan ditebang lebih dulu, sedangkan yang bengkok dibiarkan.'

Penyebab sakitnya kakek sempat diberi petunjuk melalui mimpi ke bapak saya. Dalam mimpi itu kakek dimimpikan merabas pepohonan, lalu Sang Wengi yang ada di tempat keramat itu marah. Kemudian bapak saya melempari sang Wengi itu dengan batu. Demikian pula rumah sang wengi yang lainnya dilempari batu. Mimpinya cuma segitu, mungkin itu sebabnya kakek tidak sampai sakit parah gara-gara Sang Wengi itu sudah dilempari batu oleh bapak saya. Orang-orang melik memang seringkali tanpa sadar menolong keluarga yang disayanginya dari berbagai musibah, terutama menyelamatkannya dari serangan gaib, baik yang dilakukan oleh manusia maupun mahkluk gaib setingkat manusia.

Tak hanya bapak saya mimpi seperti itu, saya juga mimpi dengan bahasa sindiran. Dalam mimpi itu saya berada di sekitar tempat keramat itu. Disana saya melihat sepupunya kakek, dadong budi. Beliau lalu berkata, 'Mas Haji (nama orang, menantunya) bisa kaya seperti kakek kamu bila rajin bekerja. Kakek kamu dulu tak punya apa, tetapi karena rajin bekerja bisa jadi punya harta, pepohonan dirabas jadi bersih.' ujarnya. Mimpinya cukup singkat namun saya tidak memaknainya lebih jauh, hanya ditafsirkan mentah-mentah apa yang dikatakan dadong Budi. Saya baru sadar dengan maksud mimpi itu setelah kakek sakit gara-gara habis merabas pepohonan dekat tempat keramat. *Selain itu, saat saya memijat kakinya kakek, beliau bercerita bahwa beliau mimpi didatangi oleh ayahnya, kumpi saya. Katanya beliau menangis karena anaknya sakit. 'Ternyata kamu sakit ya, nak!' Ujarnya sesenggukan menangis sendu. Demikian katanya. Lalu mimpi didatangi keluarga lainnya, yang telah almarhum juga.

Saya jadi ikut-ikutan bercerita mimpi. Saya bercerita bahwa waktu ini saya sempat mimpi makan di rumah nenek, mengambil sendiri nasinya, namun tak kenyang juga. Lalu neneklah yang mengambilkan nasi, barulah saya merasa kenyang. Beberapa saat kemudian muncullah wa komang yang perempuan, istrinya paman.

Mimpi saya cukup singkat namun sarat makna. Nasi ngaran asi (beruntung), asi ngaran asih (cinta kasih). Dalam bahasa Bali, makanan juga disebut rayunan. Rayunan ngaran rahayu (keselamatan). Kadang juga disebut ajengan. Ajengan ngaran kerahajengan (keselamatan). Oleh karena itulah mimpi makan atau diberi makanan dimaknai sebagai pertanda baik. Mimpi di atas saya coba gali dengan tenung tanya lara. Hari mimpinya jatuh pada Soma Pon nuju Aryang. Soma ngaran umah (rumah), arahnya utara. Pon ngaran pondok (rumah), arahnya barat. Aryang ngaran dewa Hyang (leluhur). Jumblah uripnya 4+7+6= 17:4=4, sisa 1, artinya Dewa alit. Kata tersebut bila dirangkai menjadi: Dewa Hyang di kaja kauh umahe asih (leluhur di barat laut rumah melimpahkan cinta kasih-Nya). Kenapa di barat laut padahal umumnya di timur laut? Hal ini karena pelanggatan (kamulan pada rumah saka roras) di rumah neneknya berada di barat laut.

Dari mimpi di atas, siapakah yang dikasihi leluhur? Ada dua penafsiran. Pertama nenek saya, hal itu terjadi karena saya makan di rumah nenek sehingga mimpi itu melambangkan keadaan nenek. Kedua, bisa jadi cinta kasih leluhur jatuh pada saya. Hal itu karena dalam mimpi nenek memberi saya nasi. Terlebih lagi nenek saya menjadi Penangkan Ratu Sakti Muterin Jagat. Demikian pula Wa Komang, menjadi jero dasaran (tapakan dewa) Ratu Sakti Sambangin Jagat. Entah siapa yang dikasihi dewa hyang (leluhur) dan sesuunan (dewata), hal itu tidak penting, yang terpenting adalah mimpi itu pertanda baik.

Usai saya bercerita, nenek juga bercerita tentang mimpi. Mimpinya nenek menggambarkan peristiwa yang dialami anak perempuannya yang sudah menikah keluar, suami anaknya sedang sakit gigi tak seperti biasanya, sakitnya tak ketulungan dan bengkak pada pipinya. Mimpi nenek sbb:

Entah bagaimana ceritanya, anaknya nenek itu memiliki rumah di sebuah bukit. Di tempat itu dia menggendong anaknya yang cukup gendut. Tak lama berselang, datanglah pasukan kera menyerang rumahnya. Lalu suaminya datang membawa batang pohon.

Demikian cerita mimpi dari nenek. Sudah dapat ditebak kalau mimpi itu ada kaitannya dengan pemalinan karena dalam mimpi anaknya nenek menggendong anak, padahal dalam kenyataan anaknya sudah pada sekolah tetapi dalam mimpi malah memiliki anak kecil, dan lagi rumahnya bukan di perbukitan melainkan sudah dekat dari laut, sekira 3 km dari laut. Pemalinan itu berupa pohon, pohon itu berduri yang telah menyentuh rumah. Itulah sebabnya dalam mimpi rumahnya diserang kera, dicakar. Ternyata, di rumah anaknya nenek ada pohon bunga berduri menyentuh atap rumahnya. Bunga itu menjadi penyebab sakit gigi tak seperti biasanya.

Mimpi yang disebabkan adanya pemali di rumah terkadang menyeramkan dan aneh. Tetapi setelah digali maknanya malahan membuat kita tertawa geli. Begitulah mimpi sarat dengan bahasa simbol yang terkadang sulit dimengerti.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts