e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Dia Kecelakaan Karena Saya?

Saya bertemu di jalan dengan Mejro Wi (ibunya gadis yang pernah dicintai), ibunya baru datang dari pasar, jalan kaki meninggalkan mobilnya di pinggir jalan. Setelah ibunya lewat, saya melihat beberapa uang logam seribuan berceceran di jalan, entah siapa yang menjatuhkan.

Saya pungut uang itu diberikan pada anaknya yang masih kecil (adik dia), saya genggamkan pada telapak tangannya. 'Akan dikasih mbok Wi' ujarnya dengan suara menggemaskan. Uang itu dia mau diberikan pada kakaknya. Ibunya melihat saya memberi anaknya uang. 'Jangan mau, kembalikan' ujarnya pada anaknya sambil mengambil anaknya dari hadapan saya, lalu diggendongnya.

Saya terbangun dari mimpi, namun tak tahu artinya. Hari mimpinya jatuh pada hari minggu. Mimpi tersebut membingungkan bagi saya. Setelah pagi saya ceritakan ke bapak saya. Katanya, kalau mimpi mendapat uang logam artinya kita akan mendapat penyakit luka-luka (berung). Apalagi bila mimpi mendapat pis bolong (koin berlubang) maka kita akan mendapat penyakit luka berlubang di tubuh kita. (Pis bolong berkasiat dikecualikan). Kaget juga dijelaskan seperti itu. Takutnya adik dia sakit luka-luka, sakit kulit. Tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa saya yang memberi uang logam? Membingungkan bukan!

Saya sempat mau menceritakan mimpi itu kepada bapak dia, takut adik kecil kenapa-kenapa. 'Om, saya sempat memimpikan ketut (nama anaknya). Dulu saya pernah memimpikan dia, dia jatuh sakit' demikian kata-kataku. Namun tak ditanggapi. Saya tak jadi menceritakan kronologi mimpinya.

Setelah tiga hari berlalu, kakak dia mengalami nasib naas, kecelakaan di jalan ketika hendak berangkat sekolah, jatuh membawa motor hingga motornya ditinggalkan karena rusak, katanya begitu. Pantaslah saya mimpi memungut uang logam yang dijatuhkan seseorang di jalan. Uang itu saya berikan pada adiknya, namun adiknya hendak memberikan kakaknya. Bila saya yang memberikan uang logam, berarti dia terluka karena kecelakaan akibat ulah saya dong?

Saat saya mendengar kabar dia kecelakaan, saya sms dia, 'Apa benar tadi kamu kecelakaan? Kan sudah pernah bli bilang, jangan membicarakan hal buruk (fitnah) tentang bli kepada orang lain. Dua hari yang lalu bli merasa ada yang membicarakan hal buruk, lalu bli mendoakan agar orang itu kena musibah. Sekarang kamu kena musibah, bisa jadi kamu yang membicarakan bli hal buruk.'

Dua hari sebelumnya memang saya merasa marah dibicarakan buruk oleh seseorang yang tidak saya ketahui. Saya tahu dibicarakan hal yang sangat buruk dari sinyal yang dikirim melalui tubuh. (Seperti pada artikel sebelumnya). Oleh karenanya dalam hati saya menghendaki agar orang itu kena batunya, mendapat musibah akibat ulahnya itu. Setelah saya tahu dia yang mendapat musibah, ada perasaan menyesal menyumpahi orang. Lalu, malamnya saya kirimkan sebuah doa agar dewa berkenan menyembuhkan dia. Dan disertai penyaluran energi prana jarak jauh. Hanya coba-coba saja, itu pun karena orang yang pernah disayangi meski bermusuhan. Hanya belajar dari buku mengirim energi prana jarak jauh. Entah hanya kebetulan, paginya dia sudah bisa sekolah. Doa yang tulus adakalanya mujarab seperti mantra.

Hikmah yang bisa dipetik; berhati-hatilah membicarakan orang lain tentang keburukannya, apalagi yang dibicarakan adalah fitnah. Bisa jadi kita akan tertimpa musibah tanpa kita sadari bahwa musibah itu akibat membicarakan keburukan orang lain.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts