e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Bercinta dengan Adik Sendiri

Tidak menyangka dalam kehidupan saya mengalami hubungan cinta terlarang, yang tidak dibenarkan agama, dimana adikku yang baru kelas satu SMP berani mencium saya diam-diam pada saat saya tidur di sampingnya di rumah nenek kami. Kisah lengkapnya sebagai berikut:

Sedang berada di rumah nenek tatkala matahari telah beranjak ke peraduannya, menjelang malam. Di rumah nenek ada banyak orang sedang membantu nenek memindahkan pasir dari halaman rumahnya dibuang ke tenggara rumah nenek dengan mengelilingi rumahnya. Saya mengangkat pasir dengan karung dibantu Jero Kadek, sepupu saya. Yang lainnya sudah pada istirahat karena hari telah gelap. Entah apa yang terjadi, dari sudut tembok rumah nenek di sebelah tenggara, saya melihat sesuatu hal gaib, barangkali mahkluk gaib. Saya melihat sosok hitam dan putih di halaman rumah nenek. Dalam sekejap sosok itu menghilang. Saya terkesiap menyaksikannya, lalu menceritakannya pada sepupu. Dia pun merasa ketakutan.Lalu kami berlari berhamburan masuk ke rumah nenek karena takut. Saya langsung mengunci pintu rumah nenek dengan tujuan agar mahkluk gaib itu tidak bisa masuk ke rumah.

Di ruang tamu neneknya ternyata ada banyak keluarga yang sudah tidur lelap. Anehnya, ada beberapa keluarga yang tidak saya kenali, baik yang sudah tua maupun yang masih muda. Ruang tamu ini dipenuhi keluarga nenek. Hingga ada yang tidur di teben (di lantai bagian kaki). Dari banyak keluarga itu, saya melihat tante saya, mejro Pani (nama aslinya Siwi) tidur bersama anaknya, Dewi namanya. Masih kecil. Di dekat tante ada adikku, cewek, tertidur pulas. Melihat keadaan itu saya menyusup tidur di samping adikku. Karena merasa takut gara-gara melihat mahkluk gaib tadi, saya pejamkan mata, seolah-olah sudah tidur lelap.

Tak lama berselang tiba-tiba tangan adikku memeluk saya. Saya biarkan mata terpejam, ingin tahu apa yang hendak dilakukan adikku. Lalu adikku kecup bibirku, hal itu membuatku kaget. Tak puas kecup sekali, adikku lalu melumat bibirku. Jantungku semakin berdebar menikmati kenakalan adik sendiri. Di sisi lain saya merasa takut diketahui keluarga lainnya. Dia terus menyedot lidahku, hingga saya merasa dikalahkan adik sendiri. Saya ingin meladeninya agar dia merasa puas. Lalu tangan saya menjalar ke payudaranya, meremasnya. Dan membalikkan tubuhnya, ingin dinikmati dari belakang agar lebih mesra.

Saya pun tersadar dari mimpi. Kaget juga mimpi porno dengan adik sendiri. Anehnya burung dalam sangkar tidak begitu keras, hanya kaku sedikit. Hal ini  menandakan bahwa mimpi itu sungguh-sungguh. Bukan mimpi basah. Bila mimpi basah biasanya disertai mengeluarkan air mani atau seperma. Disinilah letak perbedaan mimpi basah dengan mimpi bermesraan yang memiliki makna. Dalam tradisi di  keluarga kami, bila mimpi bermesraan melambangkan pemali. Lalu pemali apakah itu?

Saya coba gali makna mimpi itu dengan tenung tanya lara. Hari mimpinya jatuh pada hari Sukra Pon nuju Paniron. Sukra ngaran Sesuunan (dewata). Arahnya kaja kangin (timur laut). Pon ngaran pondok (rumah). Arahnya barat. Paniron ngaran sarwa hidup. Jumblah uripnya 6+7+8= 21:4= 5, sisa 1, artinya dewa; dewa alit.

Rangkaian kata tersebut bila digabungkan menjadi Sesuunan di pondoke (dewata di rumah). Hal ini menandakan ada kendala di rumah yang berkaitan dengan dewa. Kendala itu di rumah nenek bukan di rumah saya karena peristiwa mimpinya di rumah nenek. Saya berulangkali merenungkan mimpi tersebut hingga lima hari setelah mimpi dan berhasil memecahkan bahasa sandinya hingga tuntas dan sudah yakin itu benar. Mari kita bedah satu persatu dari kronologi mimpinya.

Memindahkan pasir, ini melambangkan membuang sesuatu berbahan pasir dari halam rumah nenek. Melihat mahkluk gaib melambangkan benda berbahan pasir ada kaitannya dengan mahkluk gaib. Di timur laut  rumah nenek, dekat halaman rumahnya ada palinggih tempat pemujaan dewa. Hal ini sesuai dengan hari mimpinya pada sukra (arahnya timur laut).

Mahkluk gaib terlihat hitam-putih, lalu menghilang. Hal ini melambangkan bahwa palinggih dewa itu hendaklah dihilangkan, dilebur. Warnanya agak putih dan hitam karena bahannya pasir dicampur semen. Makna ini diperkuat dengan orang yang ditemui dalam rumah nenek. Orang yang saya temui yaitu tante, namanya Siwi, dan anaknya namanya Dewi. Kata sandi Siwi dapat dirangkai menjadi penyiwian (tempat penyungsungan). Lalu ditambahkan kata Dewi. Maka artinya Penyiwian Dewi atau penyiwian dewa (tempat pemujaan dewa). Sedangkan bercumbu dengan adik saya itu melambangkan pemali.

Kehadiran sepupu saya, Jero Kadek, membantu saya, melambangkan hadirnya ratu Kauh, salah satu dewata yang dipuja di daerah saya. Karena sepupu saya itu menjadi tapakan dewa. Sedangkan kehadiran keluarga yang tak dikenal yang tidur di rumah nenek melambangkan kehadiran leluhur. Hal ini sesuai dengan jumblah uripnya dengan sisa 1, dewa alit. Yang dimaksud dewa alit seperti dewa hyang (leluhur), dewa kembar, dewan umah (dewanya rumah). Dsb.

Dari hal di atas bahwa mimpi di atas menggambarkan bahwa atas petunjuk dewata dan leluhur, di rumah nenek ada pemali agung yaitu tempat pemujaan dewa berupa palinggih. Palinggih itu, atas perintah dewa hendaklah dilebur, dihilangkan. Tentu meleburnya dengan ritual sebagaimana mestinya bukan asal membuangnya.

Selama ini, nenek sakitnya selalu kambuh dan kendalanya selalu muncul dari dewa di rumah. Hal itu diketahui berdasarkan penglihatan indra keenam bapak saya. Sayangnya tidak ditemukan dimana letak kesalahannya. Tumben dikalahkan oleh mimpi saya.

Kendala yang terjadi di rumah nenek itu berawal dari keberadaan tempat pemujaan dewa di rumahnya ganda, sehingga pemujaan kepada-Nya mendua. Nenek saya memiliki dua bangunan rumah yang berdampingan, satu rumah kuno, yang lainnya bangunan modern. Di rumah kuno di dalamnya terdapat Pelanggatan sebagai tempat pemujaan dewata dan leluhur. Beberapa tahun lalu, entah bagaimana pertimbangannya membangun lagi palinggih ke Surya untuk pemujaan dewa. Padahal sebenarnya, bila sudah ada Pelanggatan tidak perlu lagi membangun palinggih untuk pemujaan kepada dewa.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts