e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Setengah Malam Lima Kali Mimpi

Saat tidur di rumah nenek (menjaga nenek yang masih sakit) tumben mengalami mimpi sebanyak lima kali hanya dalam setengah malam, yaitu setelah lewat jam satu dini hari tadi yang jatuh pada Buda Pahing nuju Tungleh. Berdasarkan tenung tanya lara, jika dijumblahkan uripnya hasilnya 23, dibagi 4 sisa 3=manusa, yang berarti mimpi itu ada kaitannya dengan manusia. Selain itu, manusa juga dimaknai sebagai Memedi dan juga Sang Wengi (pekak wengi, jero Gede, jero Sedahan, jin). Manusa (sang roh) dimaknai demikian karena kedudukannya sama dengan Sang Wengi, begitu pula setara kedudukannya dengan Memedi (roh orang mati yang belum diupacarai).

Saya coba memaknai mimpi satu per satu dengan metode cocoklogi, karena menafsirkan mimpi memang bahasa simbol; bahasa cocoklogi.

Mimpi 1

Di suatu senja saya berada di rumah nenek, masih terbayang dalam ingatan kalau nenek sedang sakit. Tiba-tiba datang ibuku, katanya nenek sakit karena dulu memiliki anak kembar belum diupacarai. Begitu pun saya, katanya saya akhir-akhir ini sering mendapat musibah karena punya adik kembar yang belum diupacarai. (belakangan ini saya memang sering kena musibah, sekarang saja kaki pincang gegara tesandung beberapa waktu lalu). Saya menduga yang dimaksud adik itu anak dari ibu kedua karena saya anak terkecil dari ibu pertama yang telah almarhum. Namun bapakku bilang bahwa saya bukanlah anak terkecil, melainkan masih punya adik tapi keguguran.

Penafsiran
Kemungkinannya nenek saya pernah melahirkan kembar tidak nyata; kembar banyu. Biasanya kembar seperti itu lahir keguguran sehingga tidak diketahui lahir kembar. Kecenderungan kelahiran kembar banyu sering membawa derita setelah puluhan tahun karena tidak diupacarai.
Sedangkan adik saya yang dimaksud, kemungkinan dulu saya lahir kembar, tetapi kembarannya lahir dalam bentuk darah atau cairan, seperti keguguran. Soalnya saya pernah dengar sabda dalam mimpi bahwa saya disuruh matelah (mawinten) karena lahir kembar, padahal aslinya lahir seorang diri. Mereka yang meninggal keguguran tanpa diupacarai maka tergolong sebagai memedi.

Mimpi 2

Di pertigaan wantilan desa Songan ada rumah bertingkat dua lantai (aslinya tidak ada). Di lantai dua ada kakek saya yang belum sembuh total dari sakitnya dan usai dibuatkan upakara atau suatu ritual. Saya disuruh membawa antuk-antukang atau daksina (sedekah) untuk jero dasaran (jero tapakan). Ke tempat jero dasaraan mau bawa mobil carry putih yang ada di lantai dua padahal tidak ada jalan mobil. Agar bisa turun dari lantai dua, mobil itu saya terjunkan, dan tidak terjadi apa-apa saat mendarat di jalan. Tiba-tiba sudah sampai di tempat tujuan. Daksina itu saya titipkan ke seseorang karena yang mau diberikan daksina tidak ada di rumahnya. Bapakku pun marah gara-gara daksina itu tidak langsung diberikan pada orang yang dituju.

Penafsiran
Sama kejadiannya dengan fakta yang sebenarnya, dimana kakek dan nenek beberapa waktu lalu dibuatkan ritual penunda kematian, dan sakit lama kakek masih belum sembuh total. Saya tanya ke nenek soal daksina waktu ini, katanya ada satu antuk-antukang (daksina) yang tidak mau diterima yang seharusnya ia terima, malah diberikan kembali ke nenek.
Mungkin daksina itulah bermasalah dan harus diberikan kembali pada yang berhak, agar sampai tujuan dan tepat sasaran. Kaitannya dengan tenung tanya lara, hal ini dimaknai ada masalah dengan manusa/manusia.

Mimpi 3

Sedang berada di rumah nenek. Kakek dan nenek sedang sakit, mereka tidur berdekatan. Lalu datang kerabat dekat seorang wanita paruh baya, menjenguk kakek-nenek, tetapi tidak diketahui namanya. Wanita itu mengajak anak gadis yang cantik (ayu). Gadis itu kenal dengan saya. Dia duduk dekat saya, katanya dia sayang sama saya, lalu gadis itu mau tiduran di pangkuan. Saya pun membiarkannya dan merangkulnya. Ibunya lalu berkata, 'beginilah anak-anak sekarang, di depan orang tua mesra-mesraan. Tapi ketimbang sembunyi-sembun
yi, mendingan seperti ini'.
Walau sudah ada ibunya, karena saya tak kenal dengannya, saya tanya dia dulu sekolah barengan siapa. Katanya, dia punya teman namanya Sami Asih. Dan seingat saya, Sami Asih dulu barengan dengan Pitriani.

Penafsiran
Bila bertemu wanita cantik, biasanya bermakna baik. Cantik dalam bahasa lokal disebut Ayu. Ayu dalam bahasa mimpi bermakna rahayu atau selamat. Lama saya tak mengerti maksud dari mimpi tersebut, baru sore hari baru berhasil memecahkan maknanya. Ternyata mimpi itu memiliki arti bahwa leluhur wanita pada sayang kepada kami, mereka peduli dengan keadaan kakek-nenek, mereka datang untuk menjenguk anak-cucunya. Arti tersebut dapat digali dari nama teman gadis cantik itu; Pitri ani sami asih: leluhur wanita semua pada sayang. Pitra/pitri artinya leluhur. Sami asih: semua pada sayang atau kasihan.

Mimpi 4

Dikala senja berada di jalan yang terletak di antara rumah bli Tunas (nama aslinya Ginas, tapi ingat namanya Tunas) dan rumah guru Kerti. Tiba-tiba saya melihat ular hijau panjang sebesar lengan. Dekat ular itu ada anaknya bli tunas yang cewek, masih SD. Dia lalu berujar, 'jangan bunuh ular itu. Ular itu perwujudan Jero Sedahan, dia tidak berbisa'.

Merasa heran, masih kecil sudah tahu hal begituan. Saya tidak berencana membunuh ular itu, hanya iseng untuk bermain-main dengan ular itu. Saya lempari dengan tanah dan kerikil. Ular itu lari, lalu melilit pohon pisang. Lagi saya lempari pakai ranting kayu. Lalu ia mendekati saya dengan kepala dinaikan. Saya tak takut, malah saya ambilkan tanah kental dan melemparinya. Ular hijau itu berubah jadi kecoklatan seperti tanah. Tak lama kemudian menghilang. Munculah seekor godel jantan (anak sapi) yang menawan. Sepertinya godel itu takut dengan saya, ia lalu lompat naik ke atas sengkedan mencari rerumputan.

Penafsiran
Dari sisi logika, kemungkinan saya tak menemukan jodoh karena ada suatu ritual yang tak dilaksanakan. Biasanya ular berkaitan dengan jodoh, sapi bermakna sampian atau banten. Bapak saya sempat memaknai bahwa mimpi itu melambangkan bahwa di lokasi saya melihat ular dan godel itu merupakan tempat keramat sehingga suatu saat akan ada palinggih sang wengi disana. Ular simbol jero sedahan atau sang wengi, godel simbol bebai.
Namun setelah digali lebih dalam dan dicocokan dengan apa yang sudah terjadi di keluarga kami, dimana dua hari lalu memindahkan pupun (dewan abian) yang berdampingan dengan palinggih sang wengi karena tidak boleh pupun berada di samping palinggih sang wengi, hal inilah sebagai pemali agung yang menyebabkan nenek sakit parah. Seharusnya Pupun berada pada posisi lebih di atas atau lebih tinggi daripada palinggih Sang Wengi karena pupun merupakan linggan Ida Ratu Sakti Maduwe, kahyangannya di pura Desa, dengan wahananya Naga.

Menghubungkan antara apa yang terjadi dalam kenyataan dengan mimpi, maka arti mimpi tersebut sebagai berikut: Tunas Kerti; yang diminta tercapai atau dikabulkan. Ular hijau tak berbisa simbol naga, naga pinaka wahana ratu Sakti Maduwe. Sedangkan godel simbol Sang Wengi. Artinya bahwa ratu sakti maduwe tidak lagi bersanding dengan sang wengi sehingga beliau bermurah hati mengabulkan keinginan keluarga kami, dimana menginginkan kesembuhan nenek. Awignam astu, sejak kemarin nenek kami sudah sembuh meski belum sembuh total.

Mimpi 5

Saya sedang menginap di rumah nenek (sama dengan kenyataannya). Si dia, orang yang disayang, mengirimi saya sms. 'Maih mecapatan ba ajak tiang' (mari sudah saling sapa sama aku).

Kirain sungguhan ada sms seperti itu, saya buka hp tetapi tidak ada pesan seperti itu, ternyata cuma mimpi. Mimpi yang kelima ini terjadi pada saat Matahari hampir memamerkan cahaya kuningnya (galang kangin), sekira jam enam kurang sedikit. Sehingga mimpi yang demikian cepat terbukti. Tadi siang saja saya sudah melihat sikap dia berbeda, seperti mau baikan sama saya, padahal baru kemarin saya mencaci maki dia. Marah karena sayang takan bisa bermusuhan berlama-lama. Meski begitu saya akan berusaha menjauhinya agar dia tak bisa menyakitiku lagi.

Ditulis hari Rabu malam terupdate Kamis pagi, 24 November pukul 9:40

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts