e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Mimpi, Kenapa Menggunakan Bahasa Simbol?

Sebagaimana diketahui kalayak umum, mimpi sarat dengan bahasa Simbol yang kadang sulit dimengerti. Saya pernah mengalami mimpi yang jauh dari jangkauan logika saya waktu sadar dari mimpi. Baru tahu artinya setelah mengamati fakta yang terjadi.

Suatu hari saya berada di sebuah perbukitan dengan hutan yang lebat. Untuk menuju tempat itu tak ada jalan raya, yang ada hanyalah jalan setapak. Anehnya, mobil pick up saya juga ada disana. Mobil itu berada di puncak gundukan, tanahnya lapang. Posisinya lebih tinggi dari tempat saya berdiri. Mobil ini unik, dia punya remote seperti remote TV, layaknya mobil-mobilan canggih. Iseng-iseng saya pencet remotnya.

'Tiitt..' tiba-tiba belnya bunyi, lampunya menyala. Lalu ditekan lagi remotnya biar mau diam, eh malah dia jalan sendiri.
'Bli Per.. mobilnya jalan sendiri' saya berteriak memanggil kakakku. Mobil itu berjalan ke arah jurang. Begitu sampai tepi jurang, saya lompat menangkap mobilnya, sebagian badan mobil sudah tidak menyentuh tanah, hampir terjun ke jurang. Saya pun mengerahkan tenaga untuk menariknya. Alhasil, saya bisa menarik dan mengangkat mobil itu sendirian. Dan bergegas masuk ke dalam mobil untuk mengendalikan setirnya. 'Syukur tidak terjadi apa-apa' gumamku sambil mengelus dada, lega rasanya berhasil mengendalikan mobil itu.

Kaget juga pagi-pagi saat matahari baru terbit di ufuk timur mimpi seperti itu. Apalagi saya tidur di dalam mobil, sedang menunggu ibu di pasar. Saya menduga, jangan-jangan mobilnya mau ngambek gara-gara belum sempat ganti oli dan kampas rem, padahal kampas remnya sudah bunyi 'nguit-nguit' kalau diinjak remnya. Siangnya saat perjalanan pulang dari pasar, ke pasar beda kabupaten sekaligus kirim barang, saya bawa mobil penuh hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan, siapa tahu mobilnya mau ngambek, seperti yang terjadi dalam mimpi. Namun, sampai di rumah tidak terjadi apa-apa meski perjalanan pulang hampir selama 2 jam.

Akhirnya bisa bernafas lega sudah sampai rumah dengan selamat, namun sayangnya saya mendapat kabar buruk. Katanya, sepupu saya kabur dari rumah seorang diri, meninggalkan anak dan istri, diperkirakan mau bunuh diri, sehingga keluarga kelimpungan mencarinya. Saya juga ikut mencarinya, dan mencoba menghubunginya.

Dia membalas sms saya, katanya tak perlu dicari, mau melepas penat kepala, melepas setres, mau pergi tanpa tujuan, sudah bosan hidup akibat banyak cobaan dan ujian yang datang bertubi-tubi. Dan dia juga bilang sedang berada di tepi laut. Saya takut sepupunya bunuh diri ke lautan, apalagi beberapa waktu lalu ada orang bunuh diri di laut. Saya dan keluarga pun mencarinya di tepi pantai di banyak tempat hingga sore hari, sayangnya tak ketemu. Kami pun pulang, dan mencari jalan niskala dengan mapeluas. Menurut sabda, katanya sepupu saya akan pulang. Tapi ada syaratnya, katanya sepupu saya mengalami banyak penderitaan akibat ada kendala secara niskala (alam gaib) di rumah. Sebenarnya kendala ini sudah diketahui, namun tidak dijalankan dan kurang dipercayai. Bahkan sabda itu menjelaskan bahwa bila kendala itu tidak dijalankan maka akan ada korban nyawa, disuruh membuktikan paling lama dalam waktu sebulan. Ibu sepupu saya pun menyanggupi akan menjalankan kendala itu. Pencarian pun terus dilanjutkan hingga tengah malam. Dan kami pun berhenti mencarinya.

Besok paginya ada sms, disuruh mencari sepupu saya, katanya mau akan pulang bila dijemput bapak saya,mau diajak membahas kendala secara niskala itu, yang tidak dituruti dan tidak dipercayai oleh bapak sepupu saya itu. Akhirnya sepupu saya pulang dengan selamat. Beberapa minggu kemudian kendala secara niskala itu pun dilaksanakan yaitu membongkar rumah kuno Saka Roras dan mendirikan Sanggah Kamulan sebagai pengganti Pelanggatan. Kehidupan keluarga sepupu pun kembali normal.

Mimpi yang demikian singkat, namun realitas yang terjadi sedemikian rumit. Namun yang pasti mimpi di atas menggambarkan suatu yang berharga hampir melenyapkan dirinya sendiri; berjalan sendiri, namun berhasil diselamatkan meski beban yang harus ditarik atau ditanggung sedemekian berat. Mobil mampu saya angkat sendiri, padahal sepeda gayung saja sangat berat bila diangkat, apalagi mobil di tepi jurang.

Mimpi yang sarat dengan simbol akan menimbulkan suatu pertanyaan dalam benak kita, kenapa sih mimpi mesti menggunakan bahasa simbol? Dengan kata lain, mengapa tidak diungkap secara langsung oleh mahkluk gaib ataupun pikiran alam bawah sadar kita?

Sulit untuk menjawab pertanyaan menyelidik tersebut. Seakan mahkluk gaib yang memberi petunjuk melalui mimpi tidak mau secara langsung atau memberitahu secara gamblang apa yang akan terjadi maupun apa yang harus dilakukan. Namun tak bisa dipungkiri terkadang kita diberi petunjuk melalui sabda tanpa menggunakan bahasa simbol, seperti mimpi yang pernah saya ceritakan, dimana dewa Hyang Alit bersabda meminta dibuatkan upacara nebusin dan banten pejati. Itu pun terjadi karena saya selalu bilang tak mengerti dengan maksud mimpi sebelumnya sehingga sabdalah diturunkan.

Ada sedikit renungan saya atas pertanyaan di atas. Kita diberi petunjuk melalui mimpi menggunakan bahasa simbol karena kita tidak mampu berkomunikasi dengan mahkluk gaib. Sebagaimana kita berkomunikasi dengan orang bisu dan tuli, kita mesti menggunakan gerak tangan agar orang tuli dan bisu mampu memahami apa yang hendak kita sampaikan. Biarpun kita pandai berbicara atau menggunakan bahasa halus sekalipun, orang tuli dan bisu tidak akan mampu memahami apa yang kita bicarakan. Namun dengan gerak tangan maka orang tuli dan bisu akan mengerti maksud kita. Perbandingannya; anggaplah kita yang normal sebagai mahkluk gaib, sedangkan orang tuli dan bisu itu orang yang mimpi.

Bisa dikatakan mimpi layaknya rambu-rambu lalu lintas penuh dengan bahasa simbol, baik berupa gambar maupun tulisan. Orang cepat paham dengan rambu-rambu lalu lintas ketimbang membaca tulisan yang panjang saat mengendarai atau mendengar kata-kata saat dipenuhi suara bising kendaraan. Bersyukur bila sedang diam di perempatan jalan, bagaimana bila sedang jalan? Tentu kita membutuhkan simbol yang bisa kita pahami dalam waktu singkat. Demikian pula halnya dengan mimpi, kita bisa memahami dan mengerti dengan maksud yang disampaikan mahkluk gaib maupun pikiran alam bawah sadar dengan bahasa simbol pada saat sedang tidur. Sebagaimana diketahui, menurut penelitian bahwa mimpi terjadi dalam waktu singkat meski dalam mimpi waktu terasa berjalan lama.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts