e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Ciri-ciri Mimpi Bermakna

Mimpi merupakan bagian dari kehidupan kita, hampir sama dengan aktivitas di dunia nyata, saat tidur pun terjadi aktivitas di dunia lain, dunia mimpi.

Berbicara mimpi sebenarnya berbicara pikiran. Sebagaimana kita ketahui, pikiran dibagi menjadi tiga bagian; pikiran sadar, alam bawah sadar, dan kesadaran super, atau ada yang menyebutnya pikiran sadar, supramental dan causal. Orang-orang suci mampu mengakses ketiga bagian pikiran tersebut, sedangkan kita orang biasa hanya sampai pada pikiran sadar dan pikiran alam bawah sadar. Mimpi yang sungguh-sungguh
dan bermakna merupakan kerja pikiran alam bawah sadar, dimana dengan mengakses pikiran alam bawah sadar kita mampu memprediksi suatu peristiwa di masa depan dengan mimpi atau ada pula yang mampu berkomunikasi dengan mahkluk alam gaib.

Sebagian mimpi merupakan bunga tidur yang berasal dari ruwetnya pikiran sadar, atau kita menyebutnya mimpi yang bukan mimpi. Sebagian lagi merupakan hasil kerja pikiran alam bawah sadar. Oleh karena itu perlu mengetahui dan membedakan mana mimpi yang hanya bunga tidur dan mana yang merupakan mimpi sungguh-sungguh. Ciri-ciri bunga tidur silakan baca artikel saya di google yang berjudul 'Mimpi yang Bukan Mimpi'.

Mimpi yang sungguh-sungguh alias mimpi memiliki makna dapat dikenali dari beberapa tanda-tanda. Dari hasil pengamatan saya, ciri-ciri mimpi sungguh-sungguh sebagai berikut:

Ingat Secara Detail

Menurut sebuah penelitian, pada saat tidur sebenarnya kita mengalami banyak mimpi, akan tetapi begitu sadar kita lupa dengan aktivitas yang kita lakukan dalam mimpi. Hal itu takan terjadi apabila mimpi sungguh-sungguh. Kita akan ingat secara detail apa yang kita lakukan di dunia mimpi, mulai dari tempat kejadian perkara, waktu terjadinya aktivitas, dan ingat kronologinya. Mimpi yang demikian mampu kita ingat sampai berminggu-minggu, beberapa bulan, bertahun-tahun, bahkan diingat seumur hidup.

Terjadi Pada Hari Sakral

Setiap komunitas masyarakat memiliki hari-hari sakral, hari besar keagamaan, hari suci, dan lain sebagainya. Mimpi yang sungguh-sungguh biasanya terjadi pada hari-hari penting atau disakralkan, meski adakalanya mimpi juga terjadi pada hari biasa. Mimpi yang terjadi pada hari sakral biasanya kita bermasalah berkaitan dengan mahkluk alam gaib, seperti Sesuunan atau dewa-dewi, Dewa Hyang (Leluhur), Buta Kala, Sang Wengi, dan mahkluk gaib lainnya.

Hari-hari sakral umat Hindu seperti Kajeng Kliwon, Anggara Kasih (selasa kliwon), Buda Kliwon, Tumpek (sabtu kliwon), purnama atau purnima, tilem atau bulan mati, dan lain sebagainya. Apabila mengalami mimpi pada hari-hari tersebut sudah sepatutnya kita mencari tahu akar penyebab mimpi yang kita alami.

Kembali ke Masa Lalu

Dalam dunia mimpi adakalanya kita dibawa ke masa lalu, terutama tempat kejadian dan barang yang kita miliki. Seperti misalnya kita mimpi tidur di rumah kita dahulu, padahal di dunia nyata rumah itu sudah dihancurkan. Demikian pula kita mimpi membawa kendaraan yang sebenarnya sudah menjadi barang rongsokan. Dan tak kalah menarik, kita dibawa ke bentuk suatu tempat yang bentuknya seperti pada saat masa kecil kita. Padahal kenyataannya tempat itu sudah berubah sedemikian rupa. Adakalanya juga tempatnya gabungan masa kini dan masa lalu. Mimpi yang demikian cenderung kita disuruh untuk melakukan sesuatu, seperti misalnya membuat suatu ritual atau upacara tertentu untuk keselamatan dan kebaikan kita.

Aktivitas yang terjadi dalam mimpi merupakan suatu simbol yang hendak disampaikan pikiran alam bawah sadar, dengan kata lain perististiwa yang terjadi dalam dunia mimpi merupakan bahasa simbol. Hal itu pula yang membuat kita kelimpungan mencari maknanya. Namun banyak pula maknanya dapat kita tangkap dengan mudah, seperti mimpi melihat wanita cantik, itu pertanda baik. Mimpi rambut dipotong orang lain, itu tandanya buruk; musibah. Banyak pula keadaannya terbalik, seperti melihat banyak kotoran berserakan, itu tandanya akan mendapat keuntungan, melihat mayat; akan dapat rezeki.

Seringkali mimpi dengan bahasa simbol yang agak rumit, biasanya cenderung menggunakan bahasa lokal dari segi penafsirannya. Contoh misalnya, suatu ketika saya mimpi melihat tanaman kacang tanah tumbuh subur di tegalan [bentuk tegal seperti waktu saya masih SD]. Uniknya, kacang tanah ini berbuah terong. Bila dibawa ke dalam bahasa lokal menjadi 'Kacang tanah membuah tuung', penafsirannya; cang ngenah luung; akan menjadi baik. Saya mimpi seperti itu gara-gara memohon petunjuk bagaimana hubungan saya dengan si dia. Waktu itu berdoa kepada dewa sampai menitikan air mata saat sembahyang, dan berharap dewa berkenan menjawabnya melalui mimpi.

Contoh lain yang lebih rumit; suatu ketika saya mimpi hendak mencari sesuatu ke rumah orang dengan mendaki tebing kecil [bentuk tebingnya masa lalu], dan naik ke tegalan orang lain yang ada tanaman cabai rawit. Tiba-tiba aku melihat orang yang saya kenal namanya Siwa membawa mobil pick up, lalu turun di tegalan orang. Aku pun bersembunyi ingin tahu apa yang akan dilakukannya. Orang itu kemudian berjalan ke tegalan berkerudung kain kasa putih merajah (bertuliskan aksara suci dan gambar sakral). Ternyata orang itu melihatku, 'saya mau cari pekarangan' ujarnya. 'Oh begitu' jawabku. 'Nden, yen suba petekan kadi pitu, orahang Tiii... (nanti, kalau sudah hitungan ketujuh katakan Tiii..' pintanya. Dan saya menurutinya. Begitu hitungan ketujuh saya mengatakan 'Tii..' tiba-tiba kepala saya diperciki tirta (air suci) menggunakan Lis tiga kali.

Setelah diceritakan kepada orang tua, ternyata itu artinya bahwa saya harus melakukan upacara panglukatan atau penyucian/pabersihan, bahkan bisa dimaknai dalam skala lebih besar yaitu mawinten/matelah/madiksa. Hal itu bisa dimaknai dari kata Pitu dan Tii. Bila digabung menjadi Pituti, yang artinya Patuti (seharusnya) metirta/melukat. Makna lebih besar diperoleh dari kerudung kain kasa putih merajah, hal itu bermakna ada kaitannya dengan Sesuunan atau Ida Bhatara. Mimpi tersebut juga berkaitan dengan mimpi yang lainnya, dimana saya mimpi melihat bapak dan ibu sedang mandi dengan pakaian serba putih. Lalu saya merasa diri ini begitu kotor, dan tiba-tiba mendengar sabda yang tak tahu siapa bersabda, sabda itu meminta saya agar saya matelah (mawinten).

Sebagai masyarakat awam,ketika mimpi kita cenderung berusaha mencari maknanya, berusaha menggali makna di balik bahasa simbol mimpi itu, meski akurasinya hanya sekira lima puluh persen, itu pun bila sering menggali makna mimpi. Kita akan benar-benar tahu maksud dari sebuah mimpi setelah terjadi peristiwa yang sesuai dengan petunjuk mimpi.Seperti misalnya saya mimpi sedang judi adu ayam, lalu ada polisi yang hendak menangkap saya, dan hadir tante si dia yang meminta saya untuk menyerah saja. Saya menduga bahwa saya beberapa hari ke depan akan kena masalah berurusan dengan keluarga dia berawal dari fitnah (adu mengadu; adu ayam). Tetapi yang terjadi adalah saya mengadukan si dia ke ibunya gara-gara saya menemukan foto dia di facebook bermesraan dengan seorang pria; cemburu ceritanya. Jadilah ribut-ribut dengan dia dan melibatkan ibunya. Seru kan? Huahaha.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts