e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Aneh, Tanpa Sadar Berkaul Memiliki Istri Kedua

Kemarin malam saya mengalami kejadian unik bin lucu. Belum punya istri satu orang pun tetapi tanpa sadar menginginkan seorang gadis kecil untuk menjadi istri kedua. Entah kekuatan apa yang mendorong saya untuk melakukan hal itu.

Awalnya, sekitar jam sembilan saya ngobrol dengan om saya tentang perjalanan asmaraku, bercerita lucunya kisah asmaraku. Memiliki pacar lintas kabupaten, dari yang terjauh hingga mencintai gadis anak tetangga sebelah rumah. Ceritanya arah cintaku dari daerah yang jauh kemudian bertemu cinta di tempat terdekat dari rumah, meski cinta bertepuk sebelah tangan namun meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan. Juga bercerita pernah ditembak cewek, dan pernah pula 'diperkosa wanita'. Teringat juga ciuman dengan cewek tak dikenal, juga mencium cewek, dia takut hamil. Bisa dibilang saya dulu laris. Sayangnya begitu mengharapkan kehadiran seorang istri kok jadi susah ya!

Yang terakhir saya bercerita bahwa saya menyimpan rasa untuk gadis kecil. Ketika melihatnya mampu menghadirkan kenyamanan padahal gadis itu masih berpakaian sekolah merah putih. Lalu saya menegaskan pada omku 'kalau saya memiliki rasa terhadap seorang gadis sedari kecil pasti saya cinta mati sama dia'. Sudah sering terbukti, beberapa kali mencintai seorang gadis sejak kecil, cinta itu menjadi cinta yang sangat dalam. 'Hati-hati loh mencintai cewek di bawah umur, nanti kena UU Perlindungan Anak' ujar omku.

Mungkin benar cinta itu buta, kadang mengalahkan akal sehat. Saya juga menjelaskan ke omku bahwa rasa yang saya miliki bukan nafsu melainkan rasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Anehnya juga, gadis kecil itu sering melirik saya kalau lewat rumah saya. Bila bertemu di jalan saat dia pulang sekolah, dia sering tersipu malu. Seperti orang yang sudah mampu menyimpan rasa pada seorang lelaki, padahal masih kecil. Dulu, pernah mencintai kakaknya, waktu kakaknya kelas 3 SMP, sayang saya ditolaknya bahwa dia menganggap saya sebagai keluarganya. Menurut temanku yang jadi mak comblangku, waktu saya beri kado, dia nangis. Mungkin karena malu ditertawakan sama teman-temannya. Menariknya, keluarga saya pernah mendorong saya untuk mendekati gadis itu. Ibuku gak tahu kalau saya pernah ditolak. Hahaha. Sayangnya, dari hari kelahirannya dia kurang beruntung karena lahir pada Wuku tanpa Guru Dewa.

Soal gadis kecil tadi, pernah saya iseng kedipkan mata untuknya. Dia tersenyum tersipu malu, lalu melirik kakaknya. Dia gak tahu kalau kedipan mata itu memang untuknya. Dalam hati saya tertawa cekikikan.
Waktu itu dia dan keluarganya ada di dalam mobil.

Kembali ke cerita obrolan dengan omku. Setelah bercerita seperti di atas tiba-tiba menguap dan hilang kesadaran. Saat hilang kesadaran itu saya melihat seseorang yang tak jelas wujudnya mempermainkan potongan bambu kecil, lalu bambu itu lepas mengenai kepala saya, seolah sengaja mau mengenai kepalaku. Lalu sadar, dan terkejut.

Terbesit dalam benakku hal itu sebagai pertanda larangan dari alam gaib agar tidak berpikir atau berniat pada sesuatu yang tak patut. Setelah sadar, lagi bercerita tentang asmara. Bercerita tentang hubunganku dengan seorang gadis yang saya perjuangkan selama 4 tahun namun gagal total. 'Omm.. dia satu-satunya cewek yang berhasil membuatku merasa kalah dalam hal cinta. Sebenarnya dia hanya pandai menyembunyikan perasaannya. Untungnya saya bisa merasakan apa yang sebenarnya terjadi' ujarku pada om.

Tak lama kemudian saya menguap lagi dan hilang kesadaran. Tiba-tiba saya melihat adikku mengambil don tabu (daun labu) yang merambat ke dapur, lalu dilemparkan keluar pekarangan. Sesaat kemudian tersadar. Tak mengerti maksud dari 'mimpi' sepintas itu. Saya kemudian tertidur dan terbangun jam 12 malam seperti habis mimpi, dada terasa sesak, padahal tidak mimpi. Tiba-tiba dalam hati timbul perasaan sedih, dan teringat dengan gadis kecil yang masih berpakaian sekolah merah putih. Wajahnya berseliweran dalam pikiran. 'Bila suatu saat dia menjadi istri keduaku saat dia masih perawan, saya akan mempersembahkan kambing di pura Tampurhyang' tiba-tiba dalam hati berkaul atau bernazar seperti itu. Hal itu membuatku terkejut dan tersadar total. 

Hal itu membuat saya heran, kok bisa ya tanpa sadar berkaul seperti itu. Memikirkan hal itu, berpikir ke masa depan. Entah apa yang terjadi, di penglihatan saya ada banyak ulat yang merayap; geeng bulan. Penglihatan seperti itu menurut hemat saya merupakan suatu simbol peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Hanya saja saya tak mengerti maksud bahasa simbol tersebut. Belum pernah mencoba menggali makna-makna penglihatan seperti itu. Soalnya sangat rumit untuk dimengerti.

Ditulis 2 Desember pukul 8:50 ·

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts