e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Uang Buatan Dimas Kandjeng Uang Ilusi

Berita tentang Dimas Kandjeng cukup menghebohkan masyarakat seantero Indonesia. Bagaimana tidak menghebohkan, dia tidak hanya bisa menggandakan uang bahkan ia mampu mengadakan uang atau menciptakan uang.

Kenyataan itu memang sulit diterima akal sehat, tetapi bila ditelusuri lebih jauh sebenarnya hal demikian sangat masuk akal. Bagaimana hal itu terjadi?

Menurut penuturan bapakku, uang seperti itu adalah uang ilusi, dibuat menggunakan mantra. Katanya, di Bali juga ada ilmu demikian. Dimana benda yang bukan uang namun bisa dilihat orang lain sebagai uang. Misalnya kulit jagung, setelah dimantrai akan terlihat uang oleh orang lain. Demikian pula daun kayu kering, kertas biasa, kertas donat, dan benda lainnya, bisa terlihat uang oleh orang lain, akan tetapi uang ilusi itu akan kembali menjadi benda semula ketika kekuatan mantra tidak bekerja lagi. Misalnya bertahan seminggu, sehari, bahkan hanya beberapa jam. Katanya juga, dulu model ilusi itu juga digunakan dalam berjudi, terutama judi Ceki. Misalnya lembaran kobar bisa terlihat kobar, padahal bukan kobar. Dengan ilusi itu membuat penjudi yang mampu mengubah mata cekian itu menjadikan orang tersebut selalu menang dalam judi Ceki.

Dengan demikian cara-cara seperti itu adalah bentuk penipuan, menipu penglihatan korban. Walau untuk membuktikannya sangat berat. Syukurnya, mantra-mantra yang demikian sudah menghilang karena tidak mau diajarkan oleh gurunya karena disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab.

Mantra ilusi yang seakan ilmu hitam itu pada awalnya sangat bermanfaat untuk kebaikan. Misalnya, menaruh benda berharga tertentu di suatu tempat. Agar tidak diambil orang selama ditinggal pergi maka dimantrai agar terlihat menjadi obyek yang tak menarik. Misalnya kalung emas menjadi terlihat seperti tali biasa. Barang dagangan agar terlihat menjadi bongkahan tanah. Dengan cara itu benda berharga tersebut tidak dicuri orang.

Atas dasar tersebut jangan pernah menyalahkan ilmu atau mantra. Mantra itu netral, tidak ada ilmu hitam atau ilmu putih. Yang ada adalah perbuatan jahat dan perbuatan baik. Ilmu yang baik pun bisa merugikan bila digunakan untuk perbuatan jahat.

Ditulis 6 Oktober 2016

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts