e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Beberapa Hal Tak boleh Dilakukan Setelah Makan

Banyak orang beranggapan bahwa agama Hindu adalah agama spiritual, dengan kata lain bahwa ajaran Hindu lebih berorientasi pada filsafat yang cenderung mengarah pada spiritual. Padahal dari namanya, agama Hindu disebut Sanatana Dharma atau Hindu Dharma; hukum abadi atau kebenaran abadi. Dharma memang memiliki banyak arti, akan tetapi dharma lebih dominan bermakna sebagai hukum dan kewajiban. Dari situ jelaslah bahwa ajaran Hindu banyak bicara tentang norma dan kaidah-kaidah.

Norma yang dibahas dalam ajaran Hindu tak hanya membicarakan hal-hal penting tetapi juga banyak mengupas sesuatu yang terlihat sepele, seperti aturan makan, BAB, sikat gigi, berkumur, bangun tidur, mandi, kencing, dan lain sebagainya. Di bawah ini akan dikupas sedikit tentang makan, terutama hal-hal yang tak boleh dilakukan setelah makan. Dari berbagai sumber kitab suci yang pernah saya baca, hal-hal ini tak boleh dilakukan setelah makan.

Makan Lagi

Bilamana seseorang telah berhenti makan, seseorang tak dibenarkan makan lagi dalam waktu yang berdekatan. Aturan ini ditemukan dalam kitab suci Manawa Dharmasastra, dikatakan bahwa seseorang tidak boleh makan diantara dua waktu. Aturan ini telah mengakar menjadi tradisi dalam masyarakat, kita pasti pernah dilarang beristirahat makan.

Aturan yang serupa ditemukan dalam kitab lain, seseorang dilarang makan sambil bekerja. Dengan kata lain dilarang menduakan makanan. Apabila sedang makan kudu fokus makan. Banyak anak muda melakukan pelanggaran aturan ini, yaitu makan sambil bbman, sms, bahkan ada makan sambil nelpon. Padahal, makan sambil berbicara itu dilarang. Dikatakan, dia yang mampu setiap makan dalam keadaan diam (mona brata) selama setahun, dijanjikan kebahagiaan surga dewa Indra.

Minum

Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa tanpa minum setelah makan maka perut tak merasa kenyang. Memang makan sampai kenyang itu menyenangkan, tetapi agama tidak membenarkan makan sampai kenyang, dianjurkan makan secukupnya, tidak berlebihan. Hal senada dengan ajaran Islam sebagaimana tertuang dalam sebuah hadist riwayat. Dikatakan, 'berhentilah makan sebelum kenyang.'

Dalam ajaran Hindu, aturan minum saat makan yaitu sebelum dan sesudah makan dianjurkan hanya minum seteguk air. Tetapi kitab Canakya Niti Sastra membenarkan minum saat makan, namun minum setelah makan dikatakan sebagai racun. Hal ini terbukti ketika kita minum agak berlebihan setelah makan maka kita mual-mual, bahkan muntah. Bila seusai makan pedas lalu minum air maka perut akan mulas akibat kandungan racun pada cabai. Barangkali racunnya disebarkan oleh air.

Apabila minum sesudah makan sudah menjadi kebiasaan, hal ini dapat dicegah dengan membiasakan berkumur sesudah makan. Hal inilah yang dianjurkan agama, yaitu berkumur sesudah makan.

Sembahyang

Orang yang makan tanpa mempersembahkan makanan terlebih dulu dikatakan makan dosa, makan dosa-dosa yang ditimbulkan akibat melakukan kesalahan dalam mencari harta. Oleh karena itu seseorang diwajibkan memberi hewan makan terlebih dulu dan menghaturkan makanan kepada tamu (bila ada), leluhur, dewa-dewi, dan Tuhan. Dengan kata lain, seseorang wajib sembahyang terlebih dahulu baru kemudian makan. Demikian pula berlaku ketika sembahyang di pura atau tempat suci, seseorang tidak dibenarkan memuja bhatara setelah makan.

Pelanggaran tersebut biasanya terjadi bilamana sembahyang di pura yang jauh atau sedang bertirta yatra ke suatu pura. Belum sembahyang tetapi perut sudah lapar. Sebagian orang lebih mendahulukan makan ketimbang sembahyang, padahal apabila sembahyang khusus diwajibkan berpuasa terlebih dulu. Demikian halnya bila sembahyang di pura, sudah seyogianya sembahyang dulu baru kemudian makan, dengan cara itu kita akan merasakan kedamaian.

Bila mana seseorang benar-benar lapar, hal ini dapat ditunda dengan mantra penunda lapar (baik juga digunakan memulai puasa), dengan sarana sejumput nasi, lalu dimakan. Iki mantrania 'Om purna jiwa, om prana jiwa, om paripurna jiwa.' Bila tak ada nasi, bisa gunakan segelas air, ini hanya saran saya saja.

Langsung Pergi

'Nanti dulu pergi, nyantai dulu' mungkin pernah mendengar nasehat seperti itu bila hendak pergi setelah makan. Masyarakat lokal menyebutnya 'mategtegan', tak dibenarkan usai makan langsung pergi.

Dalam kitab Siva Purana dikatakan bahwa bila seseorang akan melakukan perjalanan setelah makan, ia wajib membersihkan mulut terlebih dulu. Mungkin perlu juga membersihkan piring, membersihkan sisa-sisa makanan.

Belajar

Generasi sekarang, rasa hormat terhadap pengetahuan semakin rendah, kadang buku ditaruh di tempat sembarangan, belajar tak mengenal waktu, misalnya belajar tengah malam. Menurut ajaran Hindu, seseorang tak dibenarkan belajar hingga larut malam, juga dilarang belajar setelah makan, terutama belajar kitab suci. Hal-hal demikian kemungkinan bertujuan untuk menghindari gangguan kerja pikiran dan kinerja tubuh lainnya, terutama proses pencernaan. Bila mengganggu proses pencernaan maka makanan hanya sebagai sampah dalam perut, bukan sebagai sari pati makanan yang dibutuhkan oleh otak, pikiran, tubuh halus dan atman/roh, yang menghidupi tubuh fisik ini.

Mandi

Tak sedikit orang membolak-balikan sesuatu perbuatan, yang sebenarnya tak boleh dilakukan. Salah satunya mandi setelah makan, yang seharusnya mandi terlebih dulu baru makan. Menurut ajaran Hindu, seseorang tidak dibenarkan mandi setelah makan. Hal ini berkaitan dengan kesucian, dimana kita saat menghadapi makanan sebaiknya dalam keadaan bersih lahir batin.

Menurut sebuah penelitian, bila seseorang mandi setelah makan maka akan mengganggu proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Ada yang berpendapat bahwa mandi setelah makan dapat menimbulkan perut kembung, bahkan bisa sakit, seperti muntah-muntah.

Hal itu terjadi kemungkinan akibat terjadi pergolakan antara panas dan dingin. Makanan menghasilkan energi panas, yang kemudian mengubah suhu tubuh menjadi lebih hangat, sedangkan mandi menyebabkan suhu tubuh menurun. Oleh sebab itu terjadilah pergolakan panas dan dingin yang dapat mengganggu keseimbangan suhu tubuh.

Demikian uraian singkat tentang norma-norma agama yang mulai terabaikan akibat ketidaktahuan kita. Bahkan sudah tahu pun kita melanggarnya. Namun setidaknya, dengan mengetahui kita bisa mempraktekan sebagian atau sedikit dari ajaran dharma.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts