e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Aku Kembar Banyu?

Di sebuah gang kecil aku bertemu teman lama, Seni Yasa. Sempat ngobrol sebentar lalu aku melanjutkan perjalanan, jalan kaki menyusuri gang kecil tepi hutan. Tiba-tiba muncul wanita cantik, wanita itu beringas, ingin membunuhku. Ia melempar wajahku dengan batu sebesar kepalan tangan. Aku berhasil menepisnya. Wanita itu aku kejar. Dan berhasil mendekatinya.

"Kenapa tadi kamu melemparku dengan batu?" Tanyaku.
"Aku disuruh orang lain untuk membunuhmu"
Tak lama berselang muncul seorang wanita, ia tertawa mendekatiku, aku seakan kenal dengannya. 'Oh ternyata kamu. Maaf aku salah sangka." Ujarnya.
Wanita cantik yang melemparku tadi berkata, 'dia yang menyuruhku melempar kamu'
Mereka pun minta maaf padaku, namun aku belum tahu nama mereka meski seakan keluarga dekat.

Entah dari mana datangnya, tiba-tiba muncul teman lama, cewek, Simpen Anggreni. Dia menyapaku. Kami pun berkongkow ria nanya kabar. Begitu pun wanita-wanita tadi ikut ngobrol. Kami pun membicarakan tentang masa depan, terutama pernikahan. Aku mencoba membaca garis tangannya, terutama garis perkawinan. Dari garis perkawinan Simpen, aku melihat dua garis sejajar yang menandakan dia akan menikah dua kali dalam hidupnya. Lalu, dia menanyakan bagaimana garis tangannku. Aku menunjukan garis perkawinanku bahwa aku memiliki dua garis perkawinan, satu panjang dan dalam, satunya lagi tersamar dan pendek.

Aku menjelaskan bahwa aku akan menikah hanya sekali dan sangat mencintai istriku namun akan terjadi perselingkuhan sekali dalam hidupku. Meski aku menjelaskannya demikian namun Simpen mengatakan kalau aku akan menikah dua kali. Aku pun mengalah, dan aku menunjukan kalau aku kelak akan memiliki dua anak sesuai garis anak yang mulai muncul pada garis tangan, meski ada 3 garis anak, satunya samar-samar. [Nb: garis tanganku persis seperti yang ada dalam mimpi]

Tak lama kemudian, aku meninggalkan mereka. Tiba-tiba aku berada di tegalan, bentuk tanahnya tak seperti sekarang tetapi seperti masa kecilku waktu SD. Di tepi tegalan melihat tupai dan aku menakut-nakutin
ya, musang itu lari ketakutan. Lalu aku berjalan ke arah timur. Disana aku melihat tanaman bawang merah siap panen. Namun sayangnya beberapa balan ditiduri anjing. Aku pun mengusir anjing itu namun tak mau pergi. Hingga berulangkali mengusirnya namun selalu datang lagi. Aku pun mengalah sama anjingnya.

Aku melanjutkan perjalanan menuju rumah kuno keluargaku. (Nb: sekarang rumah ini tinggal puing-puingnya saja). Di rumah ini aku melihat ibu dan bapakku sedang mandi. Aku merasa tubuhku kotor, dan ingin juga mandi. Tiba-tiba terdengar suara yang tak tahu dari mana datangnya. 'Ngudyang Jero sing matelah dii? Jero nak Kembar. (Kenapa kamu tidak diinisiasi matelah? Kamu sebenarnya kembar)"

Aku pun terbangun kaget. Kok bisa-bisanya aku dibilang lahir kembar padahal hanya lahir nyata seorang diri. Namun yang membuatku gundah, sepertinya mimpiku ini menjelaskan mimpiku waktu lalu, dimana aku mimpi memiliki anak kembar. Menariknya, mimpi itu tepat dengan 'dedinaan' atau hari kelahiranku. Waktu itu sempat curiga, kalau yang kembar itu aku, mengingat mimpi itu terjadi pada hari dedinaanku. Meski di sisi lain aku menduga kelak akan memiliki anak kembar.

Selain itu, sempat juga mimpi yang sepertinya berkaitan dengan hal di atas, bahkan mimpi itu terjadi pada hari sakral Tilem dan Kajeng Kliwon. Waktu hari sakral Tilem (bulan mati) aku mimpi berada di rumah tanteku di Ulundanu, di tepi jalan dekat rumah tanteku itu, aku melihat ular besar sebesar kakiku, ular itu berjarak sekira 7 meter dari tempatku berdiri. Dan ular itu berjalan ke arahku. Karena merasa takut, aku mengambil kayu besar dan tajam mau dipakai memukulnya. Ular itu berlari memutariku, dan kemudian menangkap seekor godel jantan (anak sapi), godel itu dililitnya dan lehernya digigit. Begitu aku hendak menghantam ular itu, aku pun terbangun. Mimpi ini selain bertepatan dengan tilem, juga bertepatan dengan otonan (hari kelahiran) orang yang aku sayang. Sempat berpikir jika kelak dia akan menjadi jodohku. Konon, bila mimpi melihat ular tandanya akan bertemu jodoh.

Aku bercerita ke bapakku tentang mimpi itu. Katanya, jika mimpi seperti itu, tandanya bahwa orang yang mimpi seperti itu ada kekurangan banten (orang itu perlu dibuatkan upacara). Apalagi bila orang tersebut sehabis membuat guna-guna. Itu pertanda orang itu terhambat jodohnya karena kurang diupacarai. (Jujur saja malamnya sebelum mimpi itu aku sempat membuat guna-guna agar dimimpikan oleh orang yang aku rindukan, tapi aku tak cerita pada bapaku, malu gaes). Aku jadi curiga, jangan-jangan aku perlu dibuatkan banten agar tidak terhambat dalam menemukan jodoh.

Sehari setelah mimpi itu, pada hari sakral Kajeng Kliwon, aku bermimpi berada di pura Hulundanu ngaturang ayah (kerja bakti di pura), namun anehnya, begitu keluar dari pura tiba-tiba aku berada di jaba pura Kayuselem. Dengan kata lain, ketika di dalam keadaannya di pura Hulundanu, namun saat keluar keadaannya di pura Kayuselem.

Entah apa arti mimpi itu, pusing juga dibuatnya. Dari pengalamanku bila mimpi pada saat hari sakral, itu pasti merupakan petunjuk dari alam niskala (alam gaib).

Akhirnya seakan mimpi sebelumnya itu mendapat penjelasan melalui mimpi tadi pagi saat tidur di Bale bengong rumah sakit umum Bangli. Apakah aku kembar banyu? Melihat garis keluarga ke atas, keluargaku punya sejarah kembar banyu, yaitu ibu kandungku dan juga pamanku. Menurut penelitian, orang melahirkan kembar pasti dalam sejarah keluarganya di atas ada yang pernah melahirkan kembar.

Mempertimbangkan hal itu, ada kemungkinan aku kembar banyu. Dikatakan kembar banyu bilamana seseorang lahir seorang diri tetapi kembarannya hilang di dalam kandungan. Biasanya kembar banyu saat dilahirkan disertai pendarahan hebat, atau mengeluarkan cairan yang banyak. Karena lahir kembar tak nyata, selalu diabaikan pada awalnya, namun dibuatkan upacara ketika mengalami penderitaan bertubi-tubi. Setelah 'nunas raos' kepada leluhur barulah disana terungkap penyebab penderitaan itu, seperti ada yang jadi Kembar, Jero dasaran, pemangku, dan lain sebagainya.

Ditulis 4 Oktober 2016
*
Mimpi sebelumnya aku tulis di facebook sebagai berikut:

Keren! Anakku Kembar

Pagi hari aku sibuk sendiri mengurus tiga anak sekaligus, ketiganya masih bayi yang sedang belajar merangkak, mereka seumuran, seakan kembar tiga. Ternyata repot juga mengurus anak tanpa kehadiran seorang istri. Entah kemana perginya istriku.

Dari tiga anakku itu, satu anak angkat, lelaki, namanya Putu Jawara. Aku memberinya nama demikian harapannya kelak ia menjadi sang juara. Sedangkan yang dua adalah kembar, satu laki-laki, namanya Dharma Wijaya Putra. Kembarannya tak jelas apakah cewek ataukah cowok, tapi aku merasa anakku itu adalah cewek. Jangan-jangan kembar buncing. Anak itu pun belum punya nama.

Anakku itu ada di alam mimpi. Lucu juga belum punya istri tetapi mimpi sudah punya anak lengkap dengan namanya. Sebelum mimpi seperti itu ada mimpi pendahulunya (mimpi bersambung. Aku bilang bersambung karena lokasinya sama). Aku mimpi bertarung dengan seorang musuh, namun tak terlihat. Lalu berdamai & akur. Tetapi tidak jelas siapa yang diajak bertarung, apakah dia cewek ataukah cowok. Mimpi pun berakhir, aku setengah tersadar, dalam hati bertanya 'apa ya makna mimpiku?'

Tiba-tiba ada yang menjelaskan bahwa aku akan menikah dengan orang yang awalnya bermusuh-musuhan. Kemudian akan hidup bersama dalam tali pernikahan dengan orang itu.

Akhirnya aku tersadar total, dan teringat dengan cewek yang mengabaikanku. Mungkinkah dia yang dimaksud dalam mimpi itu? Tak lama aku tersadar, lalu tertidur lagi berlanjut ke mimpi punya anak kembar itu.

*untuk yang kedua kalinya aku mimpi punya anak. Dulu, waktu kelas 3 smk juga pernah mimpi punya anak. Tetapi waktu itu baru ditunjukan istri dan anakku di masa depan. Sedangkan mimpi gagal nikah itu sudah 3 kali dan mimpi menikah baru sekali yaitu sekitar 6 bulan lalu.

Walau mimpi di atas aku anggap bunga tidur, namun kelak bila punya anak lelaki akan diberi nama seperti apa yang ada dalam mimpi ini.

Ditulis 20 September 2016

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts