e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Orang yang Kamu Abaikan [akan jadi] Orang yang Kamu Rindukan

"Horee.. akhirnya dia menikah. Dia takan menggangguku lagi" Mungkin kamu berpikir akan bersorak bahagia ketika mendengar kabar lelaki yang mencintaimu setulus hati sudah menikah dengan wanita lain. Kehadirannya kamu anggap mengganggu hidupmu.

Cinta tak semudah yang kamu pikirkan, cinta diluar logika. Kenyataannya, belum pernah aku dengar orang yang tulus mencintai seseorang akan dibenci selamanya. Yang sering aku dengar, dia yang dicueki, dicampakkan, pada akhirnya menjadi orang yang dirindukan, yang diinginkan kehadirannya.

Diceritakan, hiduplah sepasang suami istri. Suaminya mencintai istrinya setulus hati, tapi istrinya manja dan tak mau diuntung. Dia suka berkeliaran. Bila pulang selalu minta suaminya untuk mengambilkan makanan, ketika makanan yang diberikan tak enak, ia melemparkan nasinya. Istrinya semakin ngelunjak, bahkan sering datang ke klub malam. Kadang datang dalam keadaan mabuk, lalu ia muntah di pangkuan suaminya. Meski begitu, suaminya tetap mencintainya. Ketika sakit, suaminya masih setia menjaganya.

Suatu ketika, istrinya pulang ke rumah tak mendapati makanan apapun, suaminya pun tak ada. Tak lama kemudian sang suami datang, sang istri lalu menamparnya. Pada saat itulah sang suami roboh dan menghembuskan nafasnya. Ternyata sang suami sakit jantung, dan ia sudah tahu ajalnya sudah dekat. Itulah sebabnya ia selalu mencintai istrinya.

Setelah suaminya berpulang, wanita itu merasa kesepian. Betapa dia merindukan kehadiran suaminya. Dia sadar, ternyata betapa tulusnya cinta sang suami. Setiap dia teringat sang suami, ia menangis tersedu-sedu. Ia berharap bisa bertemu lelaki yang mampu mencintai setulus suaminya dulu.

Akhirnya wanita itu menikah, tetapi ia tak menemukan kebahagiaan. Ia masih merindukan suaminya yang dulu. Wanita itu sering datang ke kuburan mantan suami, disana ia menangis terisak, "Sayang.. kenapa kamu tinggalkan aku? Kenapa? Sudah tak sudikah kamu melihatku yang menyia-nyiakanmu? Aku memang tak pantas mengharapkan kehadiranmu. Dosaku terlalu besar."

Tragedi asmara di atas barangkali terlalu ekstrim. Ada baiknya ambil contoh yang lebih sederhana.

Ada seorang lelaki jatuh cinta pada seorang gadis. Ia tulus mencintainya, ia perjuangkan bertahun-tahun, sayangnya cintanya diabaikan, rasa sayang yang ia miliki bertepuk sebelah tangan. Tapi ia tetap perjuangkan cintanya hingga titik penghabisan, meski ia sering dilecehkan wanita yang ia cintai. Gadis itu seakan buta tuli, tak mau menerima kehadiran cinta lelaki itu. Akhirnya sang pemuda sadar, bahwa cintanya tak seharusnya diberikan pada wanita yang tak mencintainya, ia memutuskan menikah dengan gadis lain yang mencintainya, meski berat rasanya melupakan gadis itu. Tapi ia percaya bahwa cinta bisa tumbuh karena sering bersama, 'Witing tresno saka jalaran kulino'. Akhirnya lelaki itu hidup bahagia bersama sang istri.

Setelah lelaki itu menikah, wanita itu baru sadar betapa sulitnya menemukan lelaki yang tulus mencintainya. Ia rindu pada lelaki yang mencintainya dulu. Gadis itu ingin sekali memiliki suami seperti dia, dia yang dulu dicueki, dicampakkan. Lebih-lebih melihat lelaki itu bahagia bersama wanita lain. Sungguh menyesakkan dada. Ingin rasanya memutar waktu, kembali ke masa dimana ia dikejar-kejar lelaki yang tulus mencintainya. Namun apa daya, waktu tak dapat diputar ulang. Gadis itu menyesal seumur hidupnya telah mengabaikan lelaki yang tulus mencintainya.

Suatu hari, gadis itu bertemu dengan lelaki itu di sebuah restoran, mereka makan bersama. Mereka saling bertukar cerita. Betapa bahagianya gadis itu bisa bersama dengan lelaki yang dirindukan.
'Kamu sudah bahagia ya sekarang?' Tanya gadis itu.
'Itu berkat kamu'
'Maksudnya?'
'Aku anggap istriku itu adalah kamu, aku mencintainya seperti mencintai kamu. Tapi entah kenapa, aku jadi benar-benar mencintainya.'
'Jujur mas, aku rindu kamu, aku ingin melengkapi hidupmu, seperti yang mas inginkan dulu'
'Tidak sadarkah kamu? Aku sudah milik wanita lain. Tak mungkin lagi aku mencintaimu, kamu terlambat.'
Lelaki itu pergi meninggalkan gadis itu tanpa ada perasaan bersalah. Ia tak pernah menyesal, karena ia telah menumpahkan rasa sayangnya ketika ia mencintai gadis itu. Sedangkan gadis itu hidup dalam penyesalan yang tak pernah terobati.

Begitulah kira-kira. Oleh karenanya, bila mencintai seseorang cintailah setulus hati.

Jodoh itu seperti kekayaan, sebagian adalah takdir (karma masa lampau) sebagiannya adalah karma sekarang. Kadang kita mengabaikan jodoh yang telah datang, berharap mendapat yang lebih baik. Namun sayangnya yang terbaik telah dimiliki orang lain.

Ada saatnya kamu merindukan orang yang kamu abaikan, yang tulus mencintaimu. Dan kamu menginginkan orang yang kamu abaikan, namun tak mungkin kamu miliki lagi. Sedangkan ia telah bahagia bersama wanita lain.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts