e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Wajah Istriku di Masa Depan, Mimpi yang Membuatku Penasaran

Masih soal mimpi. Satu-satunya mimpiku yang selalu membuatku sering bertanya-tanya dalam hati adalah mengenai istriku di masa depan. Bagaimana tidak penasaran, wajah istriku sudah diberitahu sejak dulu tapi sampai saat ini aku belum menikah.

Waktu masih SMK dulu pernah memimpikan istriku di masa depan. Dalam mimpi itu, di halaman rumahku di pinggir jalan lewat seorang kakek-kakek berpakaian putih agak dekil. Kakek itu mendekatiku diiringi seorang wanita menggendong seorang bayi, lalu beliau berujar, ‘Nak, inilah istrimu’. Mendengar kata-katanya itu aku terkejut dan memperhatikan seksama wanita yang dikatakan istriku itu. Wanita itu wajahya lumayan imuts, ciri khususnya pipinya agak kembung, tidak tinggi tidak juga pendek, rambutnya bergelombang (tidak keriting, tidak lurus), agak gendut, pergelangan kakinya agak besar. Bayi yang digendongnya agak gendut (moglong), tapi tidak jelas laki atau perempuan. Kemudian wanita itu memberikan bayinya padaku. Pada saat itulah aku terbangun.

Cukup terkejut dibuatnya dengan mimpi itu, soalnya sebelum tidur iseng-iseng ngomong dalam hati ingin tahu wajah istriku di masa depan. Keisengan itu muncul gara-gara waktu itu banyak punya pacar (play boy murahan,hehehe), meski cinta yang belum serius, cinta monyet, akan tetapi penasaran siapa kelak yang akan jadi istriku. Anehnya mimpi seperti itu, jadi geli setelah terbangun. Ternyata ada juga jawaban, meski hanya sebuah keisengan. Entah itu akan menjadi nyata ataukah hanya bunga tidur.

Menariknya, sejak tahun 2012 sampai tahun ini 2016, aku menjomblo gara-gara cinta berat dengan seorang gadis, sayangnya meski sudah hampir 4 tahun namun masih saja diabaikan oleh gadis itu. Bahkan sikapnya sadis banget denganku, namun entah kenapa sebesar apapun kemarahan dan kebencian dia, tak pernah bisa mengubah perasaanku, dia tidak pernah berhasil membuatku marah dan benci. Bahkan beberapa waktu lalu dia sempat berludah di hadapanku, sampai aku ngadu ke orang tuanya. Aku tidak marah, tapi aku takut gadis itu kena dosa, dihukum alam karena menghina orang yang tulus sayang padanya. Itulah sebabnya aku ngadu ke orang tuanya, sampai aku menitikan air mata dihadapan orang tuanya. Suatu saat aku ceritakan pengalamanku ini, soalnya dia sadis banget.

Kenapa aku katakan menarik hubunganku dengan gadis itu? Ya, dia mirip dengan wanita yang hadir dalam mimpiku sekitar delapan tahun lalu. Sedangkan anak yang digendongnya mirip dengan adiknya yang masih kecil, dan uniknya aku menyayangi adiknya seperti menyayangi adik sendiri. Begitupun adik dia memperlakukanku seperti kakaknya. Kalau menangis, jika aku yang menggendongnya dia segera diam. Padahal tidak ada hubungan keluarga.

Keadaan itu, entah aku yang terlalu ngarep, ataukah alam yang mendekatku dengan keluarganya. Biarlah waktu yang menjawab.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts