e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Wajah Menunjukan Sifat Siapa yang Menurun pada Anak

Beberapa bulan yang lalu, setelah menonton film Mahaputra, saya membuat PM di BBM kira-kira seperti ini; “Kok banyak ya yang mengidolakan pangeran Mahaputra, padahal dia seorang pangeran yang play boy. Istrinya saja banyak, 11 orang”.

Seperti diketahui, Mahaputra lebih dikenal sebagai Maharana Pratap adalah seorang raja Mewar yang tak pernah tunduk pada Jalaludin Akbar (istri Jodha) raja Mughal. Maharana Pratap memiliki banyak istri, dan tentunya banyak putra-putranya. Putra-putranya kemudian angkat menjadi raja-raja di daerah bawahannya, mungkin setara dengan gubernur.

Gara-gara play message seperti itu beberapa cewek berkomentar di inbox bbm, terutama temen cewek yang dari tegal, sebut saja namanya Diajeng. Banyak sih inboxnya, mulai dari rayuan gombalku, sampai tentang agama, tetapi yang menarik untuk saya publikasikan adalah tentang sifat anak menurun dari siapa, ayah ataukah ibu, dan bagaimana membedakannya? obrolan agak singkat-singkat, karena di bbm. Sbb;

Dalam agama/negara apapun kayaknya tokoh yang berkuasa khususnya raja istrinya banyak ya, Bli?

Itu akibat banyak kaum wanita yang menginginkan keturunan yang berbobot (dan juga menginginkan kehidupan yang mewah). Anak seorang raja pada umumnya membawa sifat - sifat rajanya. Dan pada akhirnya memang begitu, meski anak yang lahir dari istri selir, anaknya bisa berkuasa dan beruntung.

Anak megikuti garis keturunan (sifat) dari ayah, Bli?

Tergantung yang mendominasi wajahnya. Jika anak mirip ibunya, maka sifat juga lebih dominan mengambil sifat ibu. Demikian pula bila seorang anak wajahnya lebih mirip ayahnya maka sifat juga didominasi sifat ayahnya. Jika wajah seorang anak fifti: fifti maka sifat juga demikian; mengambil sifat ibu dan ayahnya. Umumnya seperti itu.

Ohhh begitu. Bli bisa baca karakter dari lihat wajah?

Gak.. cuma senang saja lihat tetangga, kemudian diamati tingkah laku orang tua dan anaknya dengan melihat wajahnya. Saya melakukan hal itu karena kitab suci menyatakan bahwa jika ingin tahu sifat seorang gadis maka lihatlah ibunya. Dan juga dikatakan sebagaimana orang tua demikianlah anaknya. Setelah memperhatikan tetangga-tetangga, ternyata seorang anak lelaki adakalanya membawa sifat ibunya, demikian sebaliknya. Setelah dicermati lagi, terletak pada wajah. Dimana wajah siapa yang dominan diambil maka sifatnya pun mengikutinya.

Kalau aku dari kecil tinggal sama ibu, ayah dan ibu pisah jadi mungkin dominan dari ibu, bli.

Seorang wanita cenderung mengikuti wajah dan sifat ibunya.

Selain daripada obrolan di atas, ada hal yang mengejutkan dari hasil pengamatan saya. Apabila seorang lelaki pada masa mudanya sering berbuat bertentangan dengan agama, terutama sering melakukan hubungan seks dengan banyak wanita maka dia akan melahirkan anak yang cenderung mengikuti sifat dan tampang ibunya.

Seperti yang pernah saya jelaskan, seorang lelaki yang doyan berhubungan seks sebelum menikah dengan banyak wanita, biasanya mendapatkan istri yang berwajah lebih jelek dari si lelaki (suaminya) atau mendapatkan istri dari keluarga miskin. Apesnya, sebagian besar anaknya mengikuti sifat dan wajah ibunya, meskipun anaknya laki-laki. Oleh karena itulah, orang yang sering melakukan hubungan seks sebelum menikah berpeluang melahirkan generasi rusak; tampang jelek, ditambah sifatnya jelek. Terutama anak yang di awal, sedngakan anak yang belakangan bisa mengambil sifat ayahnya.

Ada perbedaan sedikit dengan seorang wanita yang sering melakukan hubungan seks sebelum menikah dengan banyak lelaki, kecendrungan wanita seperti itu akan mendapatkan lelaki dari keluarga yang kurang mampu padahal dia dari keluarga berada atau mendapat suami yang jelek padahal wanita ini berwajah cantik. Sehingga kemudian akan melahirkan anak kebanyakan yang serupa dengan ayahnya.

Hipotesa ini berdasarkan pengakuan seorang lelaki yang sudah memiliki cucu. Lelaki ini menasehati saya untuk mengajak seorang gadis esek-esek terlebih dulu dan berpuas-puas dengan banyak gadis-gadis mumpung masih muda. Kemudian beliau bercerita bahwa dia pada waktu muda sering melakukan hubungan seks dengan gadis-gadis muda, setelah diajak esek-esek lalu ditinggalkan.

Berdasarkan ceritanya itu, dalam hatiku bergumam, ‘Pantesan tampang istrinya di bawah standar’. Lelaki ini memiliki dua istri, kedua istrinya tampangnya hancur-hancuran dan anak-anaknya cenderung mirip dengan ibunya, baik sifat maupun wajah. Padahal lelaki ini tampangnya cakep meski sudah tua. Seharusnya anak-anaknya tampan, tetapi hanya ada satu anaknya yang cantik, mengikuti tampang ayahnya, yaitu anaknya yang ketiga.

Bapak ini memiliki adik lelaki, tetapi memiliki dua istri istri cantik-cantik, meski tampangnya lebih jelek dari kakaknya. Menurut pengakuan bapak itu, adiknya dulu tidak begitu berani menggoda cewek, lebih senang belajar dan beguru kesana kemari, guru non formal seperti pengobatan. Anak-anaknya memiliki tampang lebih ganteng dari anak-anak kakaknya dan lebih berpendidikan, bahkan kedua anak lelakinya lulusan sarjana, sedangkan anak-anak kakaknya hanya tamatan SD, kebanyakan tidak senang sekolah. Dari lima anaknya hanya anaknya yang belakangan berpendidikan sarjana.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts