e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Mengguna-guna Diri Sendiri

Setelah mengalami keanehan soal asmara, dimana aku tidak bisa berhenti mencintai seorang gadis yang tak mencintaiku, bahkan dia membenciku selama tiga tahun, seperti yang sering aku curhatkan di facebook. Lalu aku mencari jalan pintas untuk mengatasi apa yang aku alami dengan mencari guna-guna Pamiat atau ilmu gaib pemisah cinta.

Aku benar-benar heran dengan apa yang aku alami, kenapa aku tidak bisa menjauhi seorang gadis yang tak pernah mencintaiku? Tumben aku merasakan cinta yang sesungguhnya, cinta yang sangat dalam, mungkin ini disebut cinta sejati. Aku tak marah ketika dicaci, tak marah ketika kado dikembalikan, tetap sabar mencintai meski diabaikan bertahun-tahun, tetap sayang meski pernah dicarikan lelaki lain.

Pada saat aku memikirkan sikapnya yang selalu cuek, aku sering menitikan air mata; menangis, bahkan pernah air mataku meleleh pada saat mengendarai motor. Waktu itu aku merasakan rindu yang menggebu (Kangen bangeet dengannya), tetapi begitu memikirkan sikapnya yang cuek, saat itulah air mata berlinang membasuh pipi. Dia telah mengubah hidupku menjadi lelaki perasa.

Sering kali bertanya-tanya dalam hati kenapa aku tiada berdaya oleh seorang gadis abg bertahun-tahun, mungkinkah itu akibat dari kekuatan doaku? Aku pernah berdoa di sebuah pura kahyangan, waktu itu aku berdoa agar tidak mencari gadis lain jika berjodoh dengan dia. Semenjak itu aku merasa bahwa dialah gadis yang harus aku tunggu, yang akan mendampingi hidupku.

Seiring perjalanan waktu hingga bertahun-tahun, dia tak pula mencintaiku, bahkan dia semakin menjadi-jadi membenciku. Namun entah kenapa hatiku selalu berkata bahwa dia sesungguhnya mencintaiku, akan tetapi dia takut pada keluarganya, maklum dia masih kecil dan menurut primbon dia pandai menyembunyikan perasaannya. Aku mencintainya sejak dia masih SMP, hingga saat ini dia sudah mau kelas 3 SMK. Aneh juga mencintai gadis yang berbeda 10 tahun. Hiks!

Hingga pada akhirnya aku mencapai puncak kekecewaan yang amat sangat, hingga membuatku galau tingkat iblis, aku tersiksa dibuatnya, kamarku aku obrak abrik, pintu ditendang-ditinju, bantal dihantam sekeras-kerasnya, aku meluapkan segala kemarahanku. Perasaan gila karena cinta semakin menjadi; bangun tidur selalu memikirkan dia, bahkan hingga tak bisa tidur memikirkannya, tubuhku terasa panas seperti terbakar tanpa api. Luar biasa aneh bagiku, diluar logika dan kesadaran.

Mengalami keadaan seperti itu, pada suatu malam aku meditasi dan berjapa, kemudian memohon petunjuk pada Yang Kuasa agar diberi jalan terang. Setelah tidur aku bermimpi melihat pohon kacang berbuah terong. Pagi harinya, aku diinbox seorang Balian, sebut saja begitu, beliau dari Susut (beda kecamatan denganku). Aku diminta datang ke rumahnya lagi dua harinya pada sabtu kliwon, karena hari baik membuat guna-guna. Aku disuruh membawa foto cewek bersangkutan, dan juga membawa banten pejati sebagai sarana ritualnya. Beliau menyuruhku seperti itu setelah membaca statusku yang ingin mencari guna-guna pemisah cinta.

Apa yang aku tulis di facebook bukanlah omong kosong. Pada hari sabtu lalu, aku benar-benar melakukan hal itu. Aku datang ke rumah Jero Balian. Tekadku sudah bulat untuk mencabut rasa sayangku sampai ke akar-akarnya, bahkan ingin agar aku benci padanya.

Setelah direnungkan aku tak ingin sampai membencinya, cukuplah hanya dengan menghilangkan rasa sayang yang aku miliki. Jero Balian itu pun mengatakan hal serupa, dimana aku tak perlu sampai membencinya. Aku tak mau salah jalan, dimana aku pernah berdoa agar disatukan bila berjodoh, tidak mau mengingkari kehendak dewa. Untuk itulah aku hanya memintanya hanya untuk menghilangkan rasa sayangku hanya dalam waktu setahun, sesudahnya biarlah alami.

Apa yang aku lakukan adalah hal aneh dan langka. Pada umumnya, bila seorang lelaki diabaikan oleh seorang gadis maka guna-guna yang dicari adalah guna-guna yang dapat menyatukan mereka. Tetapi aku justru melakukan hal sebaliknya dimana aku mencari guna-guna pemisah cinta atau lebih dikenal di masyarakat sebagai guna-guna Pamiat. Ilmu ini sebenarnya digunakan oleh pihak ketiga untuk menghancurkan cinta dua orang yang saling menyayangi.

Alasan khusus kenapa aku tidak mengguna-guna dia, justru guna-guna diri sendiri karena aku pernah berjanji pada dia bahwa aku takan pernah mengguna-guna dia, selain itu aku memang sulit membenci orang yang pernah bertahta dalam istana hatiku. Hampir semua mantan-mantanku aku jadikan sahabat, biasa saling sapa. Jika pernah saling menyayangi, kenapa mesti saling membenci? biarlah rasa sayang itu menjadi sebuah persahabatan.

Kembali ke topik, perlu diketahui, dalam ilmu pelet atau ilmu guna-guna dikenal beberapa jenis sesuai peruntukannya seperti pengasih-asih, pangeger, pengasren, piolas, dan pamiat. Pengasih-asih bermanfaat untuk menyatukan seseorang agar saling mengasihi atau saling mencintai. Pangeger digunakan untuk membuat seseorang menjadi jatuh cinta terhadap orang yang menginginkannya. Pengasren bermanfaat untuk membuat orang yang melihat kita tampak cakep dan menarik. Piolas berfungsi untuk membuat orang yang melihat kita menjadi bersimpati. Sedangkan pamiat fungsinya paling berbeda, dimana guna-guna ini untuk membuat seseorang yang saling mencintai agar saling membenci. Jenis inilah yang aku gunakan.

Bagi sebagian masyarakat guna-guna dianggap ilmu hitam, hal ini akibat dari penyalahgunaan yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab. Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang namanya ilmu hitam atau pun ilmu putih, yang ada adalah perbuatan baik dan perbuatan jahat. Seperti sebilah pisau, bagi tukang masak, pisau digunakan untuk membuat bumbu makanan yang bisa membuat kita kenyang, tetapi bagi orang jahat pisau digunakan untuk membunuh. Demikianlah keadaannya dengan ilmu guna-guna. Bisa digunakan untuk hal-hal baik, bisa pula digunakan untuk hal-hal jahat, tergantung siapa yang memakainya.

Beberapa hari belakangan ini aku sudah merasa lega, rasa sayang yang begitu dalam sekarang sudah berubah menjadi sebuah perasaan biasa saja. Tidak begitu memikirkan gadis itu lagi. Saat ini aku hanya bisa mentertawakan diri sendiri atas kegilaan yang pernah aku alami.

Aku kawatir bila kutukanku dulu membuat gadis itu akan menderita karena cinta. Hatiku berkata bahwa mulai saat aku bisa menghilangkan rasa sayangku, dia akan mulai merasakan cinta yang sebenarnya, mungkin padaku, bisa juga pada orang lain, dan sialnya gadis itu akan sulit menemukan orang yang diharapkan yang bisa mencintainya dengan tulus.

Waktu di kampung, aku membakar foto cewek itu dihadapan ibuku dan juga bapakku, juga aku ceritakan bagaimana sikap gadis itu padaku. Aku lakukan itu agar rasa sayang ibuku pada gadis itu hilang. Entah kenapa tumben ibuku menyayangi orang yang aku sayang, hingga ibuku perhatian pada keluarga gadis itu.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts