e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Cinta Mengubah Lelaki Menjadi Perasa

Tak pernah terbayangkan olehku bila akhirnya aku terkena kutukan kakakku, dimana dulu aku pernah mentertawakan kakakku yang cewek menangis karena cinta, lalu ia mengumpatku atas nama Tuhan bahwa suatu saat aku akan mengalami hal yang sama. ‘Itu tak mungki akan terjadi padaku’ begitulah aku berkilah.

 Ah, rasanya tindakan konyol bila menitikan air mata karena cinta. Begitu pula, aku pernah mentertawakan sepupuku yang cewek menangis karena menonton film. Aku menganggap bodoh sekali bila ada orang berderai air mata hanya karena menonton film sedih dimana adegannya dibuat-buat.

Terkadang apa yang kita tertawakan dari orang lain, itu pula yang akan terjadi pada kita. Seperti itulah yang aku alami, karena cinta terabaikan aku menjadi lelaki perasa. Hatiku begitu mudah tersentuh hal-hal sedih. Bahkan kemarin aku menitikan air mata dua kali gara-gara menonton film India, Kabhi Khushi Kabhie Gham; Kadang Senang, Kadang Sedih. Kisahnya begitu menyentuh sanubariku, aku larut dibawa ke dalam situasi sedih.

Suatu hal yang tak seharusnya terjadi dalam diri seorang lelaki, tapi nyatanya itu terjadi padaku. Mungkin benar adanya cinta bisa mengubah perasaan seorang lelaki dari keras menjadi melow. Walau seakan konyol, di balik semua itu ada hal positif yang muncul dalam sikapku. Aku semakin sayang dengan keluarga, aku takut bila suatu saat kehilangan mereka, aku tak mau dan tak ingin bila aku menangis setelah mereka tidak ada, lebih baik menangisi orang yang disayang semasih ada dengan menyayangi mereka setulus hati.

Keadaan ini takan mengerti oleh mereka yang masih muda, di bawah 25 tahun bagi lelaki (di bawah 21 bagi wanita). Mereka yang sudah berumur di atas 25 tahun pasti bisa merasakan bagaimana cinta tumbuh dari lubuk hati, cinta terhadap yang dicintai, cinta terhadap keluarga dan kerabat. Cara berpikir berubah sedemikian rupa setelah melewati umur 25 tahun bagi lelaki, apa yang dulu tertawakan saat muda, atau enggan melakukannya, tetapi itu terjadi dalam kehidupan setelah menjadi lelaki dewasa seutuhnya.

Rasa sayang, rasa peduli terhadap orang tua, adik-adik, anak kecil, tumbuh subur dalam relung hati. Takut kehilangan orang-orang yang disayang, takut jika keluarga kita tiba-tiba meninggalkan kita, atau bahkan takut bila kita sendiri yang pergi lebih dulu.

 Ah, dia yang ku sayang telah mengubah hidupku sedemikian rupa. Terkadang hati ini kecewa pada wanita. Katanya, wanita menginginkan seorang lelaki yang tidak brandalan, tidak pemabuk, tidak peminum, tidak perokok. Namun ketika seorang lelaki menjalankan hl itu, kenapa justru wanita seakan berlomba-lomba mencari lelaki yang ‘nakal’. Dunia ini memang aneh..
------
‘Semoga kau mengerti apa yang aku inginkan…’
*Pernahkah engkau coba menerka,
Apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa..*

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts