e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Cara Sederhana Membalas Kebaikan Orang Lain

Pulang kerja, saya mengalami hal yang cukup membuat wajah memerah, rasanya panas. Di jalan tiba-tiba motor tuaku mogok, ternyata bensin habis hingga kosong melompong. Sialnya, saya digerogoti sakit kanker; kantong kering. Bener-bener gak bawa uang, soalnya uang ada di rumah sewa alias indekos.

Untungnya, ada ibu-ibu penjual bensin eceran deket dari sana, ibu itu juga punya warung makan sederhana. Diam sejenak, berpikir bagaimana bilangnya biar diberikan ngebon bensin dulu. Hati nurani menasehati untuk berterus terang dan menyampaikannya terlebih dulu daripada isi bensin terlebih dulu lalu pura-pura lupa bawa uang. Bersyukur, penjual bensinnya polos sekali, ibu itu bilang tidak apa-apa, isi saja. Dari caranya berbicara rasanya tidak dibayar pun tak apa-apa.

Setelah isi bensin, langsung tancap gas ke rumah sewa, dan bergegas balik bayar bon. Saat sampai mau bayar, ibu itu berkata ’kok datang lagi? dibawa aja, gak apa-apa kok’, baik banget ibu ini ya; gue banget, bukannya gimana, di warung ibuku terkadang ada juga berbelanja lupa bawa uang. Kalau aku sih suruh bawa saja, tak usah dibayar, kalau kemudian datang untuk membayarnya terkadang malah merasa tak enak, dikiranya tidak iklas memberikannya. [Belajar menumbuhkan jiwa sosial karena disitu kadang bisa menemukan kebahagiaan jika bisa memberikan seseorang sesuatu meski hal kecil].

Dalam hati kecilku, aku diperintah untuk membalas kebaikan ibu itu, dan aku lakukan apa yang diperintah hati nurani. Tak perlulah ceritakan apa yang saya lakukan. Tetapi saya akan berbagi bagaimana cara membalas kebaikan seseorang dengan cara sederhana dan mudah diterapkan.

Sebagai mahkluk sosial kita tak bisa lepas dari peran orang lain, pasti kita pernah ditolong orang lain. Meski karakter individualistik sedang menggerogoti masyarakat dunia namun sebagai orang timur yang memiliki tradisi luhur tolong menolong, perlu kiranya kitalestarikan dan budayakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Coba kita tengok ke belakang, misalnya sebulan yang telah berlalu, pernah tidak kita ditolong seseorang? jika pernah, sudahkah membalas kebaikannya? Pertanyaan sederhana, terlihat sepele, akan tetapi terkadang kita merasa tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas kebaikan seseorang sehingga adakalanya kita menjadi lupa kebaikan seseorang.

Kalau direnungkan, ternyata membalas kebaikan orang lain yang pernah menolong kita itu sebenarnya sederhana sekali. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan, bisa pilih salah satunya.

Mendoakannya

Hal paling sederhana yang bisa lakukan ketika ditolong seseorang adalah mendoakan orang yang menolong kita, mendoakan keluarganya agar dimudahkan rejekinya, agar anak-anaknya bisa hidup ceria. Bawalah orang itu ke dalam doa kita saat sembahyang, lebih bagus lagi setelah kita meditasi ataupun berjapa.

Doa yang datang dari lubuk hati maka alam akan bergerak untuk mewujudkannya, kekuatan dewa menyertainya. Terlebih lagi bila kita sampai menitikan air mata mendoakan seseorang, besar kemungkinannya doa seperti itu terkabul. Perlu diketahui, doa yang ditunjukan untuk orang lain lebih mujarab daripada doa untuk diri sendiri. Tidak mengherankan terkadang seseorang mengalami hal ajaib setelah pernah menolong oang lain dengan iklas, ada saja rejeki yang datang tiba-tiba.

Membalas dengan Perbuatan Lain

Perbuatan baik seseorang tak harus dibalas dengan perbuatan yang sama, diberi bunga tak harus dibalas dengan memberi bunga. Kita bisa membalasnya dengan perbuatan lain. Jika kita berpikir membalasnya dengan perbuatan yang sama, itu sulit terlaksana. Bahkan hampir mustahil terjadi.

Misalnya, seseorang yang pernah menolong kita saat kecelakaan, rasanya tak mungkin kita membalasnya dengan menolongnya saat orang bersangkutan mengalami kecelakaan. Memang tidak bisa dipungkiri hal itu bisa terjadi, akan tetapi kejadian seperti itu sangat jarang sekali, langka. Lebih baik menolongnya dengan perbuatan lain.

Balas pada Orang yang Bukan si Penolong

Pernah ditolong seseorang tidak mesti dengan menolong orang bersangkutan. Kita bisa membalasnya pada orang lain yang bukan orang yang pernah menolong kita. Akan hal ini kita bisa mengambil hikmah dari ajaran Lontar Sarasamuccaya 41 yang berbunyi;

Apa pun yang ditimbulkan oleh pikiran, perkataan, dan pebuatan yang tidak menyenangkan bagi dirimu, apapun yang menimbulkan duka dan sakit hati bagi dirimu; janganlah hendaknya yang menimbulkan keadaan seperti itu engkau lakukan pada orang lain. Perbuatan apapun yang tidak engkau sukai menimpa dirimu, janganlah perbuatan seperti itu engkau timpakan kepada orang lain.

Demikian sebaliknya, apa yang ingin diperlakukan terhadap kita oleh orang lain, hal itu pula kita lakukan pada orang lain. Bila ingin dihormati, hormati orang lain, jika ingin ditolong saat susah, maka senang menolong orang lain yang sedang kesusahan. Dengan cara itu, saat kita membutuhkan bantuan orang lain pasti ada saja yang datang membantu kita.

Namun hal yang penting kita perhatikan saat menolong seseorang adalah hati yang iklas, dengan kata lain menolong seseorang rahasianya terletak pada ketulusan hati. Perbuatan seperti itu sama dengan menyandingkannya dengan Tuhan, sehingga pahalanya berlipat bahkan tanpa batas sehingga kita mudah mendapatkan kedamaian hati; bisa bahagia meski tak kaya, hati terasa indah mesti banyak masalah. Sebaliknya, apabila menolong mengharapkan imbalan atau pahala justru mendapatkan petaka.

1 Komentar:

balmut mengatakan...

paling simpel adalah mendoakan org baik itu

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts