e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Wanita Berpakaian Seksi Pemerkosaan Terselubung Terhadap Lelaki

Pelaku yang diduga penyayat paha seorang wanita di Denpasar sudah ditangkap, motif kejahatannya belum diketahui, masih dalam penyelidikan kepolisian. Sedikitnya ada tiga korban sayat paha, namun hanya dua korban yang melapor. 

Kasus ini semoga menjadi pelajaran penting bagi wanita-wanita yang suka berpakaian seksi, mengumbar kemolekan tubuh. Lelaki sebenarnya tidak tertarik untuk menikah dengan wanita yang suka mengumbar paha mulus. Sebagian besar lelaki hanya tertarik untuk menyetubuhinya, dengan kata lain wanita seksi dianggap wanita murahan yang hanya ingin dijadikan pemuas nafsu.

Jika kita kaji secara mendalam, wanita yang suka berpakaian seksi sebenarnya sudah melakukan pemerkosaan terhadap lelaki, pemerkosaan secara terselubung; ‘pemerkosaan’ terhadap pikiran lelaki. Hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah, dimana lelaki jauh lebih mudah terangsang dibandingkan wanita. Lelaki ketika melihat obyek seksi hilang kesadarannya sehingga ia tidak bisa membedakan benar dan salah.

Dalam kajian gender, sering menjadi perdebatan kenapa wanita diatur sedemikian rupa tentang berpakaian sedangkan lelaki tidak. Banyak kalangan wanita yang memprotes keadaan ini, mereka beranggapan hal ini sebagai ketidakadilan gender. Menurutku, cara berpikir seperti itu sebuah kekeliruan besar. Kita tidak bisa membanding-bandingkan lelaki dengan wanita dari sudut pandang yang sama, kita harus melihatnya dari sudut yang berbeda.

Contoh misalnya; bagi lelaki, kesucian (keperawanan) sangat penting, wanita tak perawan dianggap barang rongsokan, tetapi keperjakaan bagi wanita tidak begitu penting. Sebaliknya bagi wanita, lelaki mapan sangat penting, lelaki miskin dianggap sampah, diremehkan. Dengan kata lain, bagi lelaki wanita cantik dan masih suci dipuja-puja, sedangkan lelaki mapan menjadi incaran wanita, mapan lebih penting daripada tampan.

Kita bisa ambil contoh lain. Menurut sebuah studi, perselingkuhan secara emosional seorang lelaki dianggap menyakitkan bagi wanita. Misalnya seorang suami menyimpan wanita lain di hatinya meski suaminya tak pernah berhubungan seks dengan wanita itu. Seorang wanita bahkan bisa menerima suaminya berhubungan intim dengan wanita lain asalkan kasih sayang dan cinta suami selalu untuk dia.

Berbeda dengan lelaki, seorang suami akan sakit hati bila istrinya berselingkuh secara fisik dengan lelaki lain [misalnya berhubungan intim], bahkan bisa membunuh dengan cara sadis lelaki yang menyetubuhi istrinya. Namun tidak begitu berpengaruh bila istrinya menyimpan lelaki lain di hatinya, yang terpenting tak pernah berhubungan seks dengan lelaki itu.

Demikian pula perbedaannya antara seorang lelaki melihat wanita seksi dibandingkan dengan wanita melihat lelaki seksi. Kita tidak bisa membanding-bandingkan wanita dan lelaki dari sudut pandang yang sama. Kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda sesuai karakter dan kecendrungan-kecendrungan yang dialami wanita dan lelaki.

Oleh karena itulah kenapa wanita sangat diatur agama dalam cara berpakaian sedangkan lelaki tidak. Akan tetapi lelaki diatur sedemikian rupa dalam hal mengendalikan pikiran, mengendalikan nafsu, namun hampir tidak ada aturan bagaimana wanita mengendalikan pikiran.

Atas dasar tersebut, agama menegaskan wanita yang membiarkan tubuhnya terbuka (seksi) dinyatakan berdosa, sedangkan lelaki yang membiarkan pandangannya pada bagian tubuh seksi dinyatakan berdosa. Kedua keadaan itu akan menurunkan derajat seseorang sehingga tidak lagi berwibawa di masyarakat dan menghilangkan keberuntungannya.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts