e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Menikah Tanpa Pacaran

Tersenyum membaca status facebook seorang wanita yang berkeinginan menikah tanpa melalui prosesi pacaran. Yang membuatku tersenyum, aku juga berkeinginan seperti itu. Hal ini sudah sering aku renungkan. Apabila menikah melalui pacaran maka cinta yang kita miliki sudah meredup saat pacaran, bahkan celakanya berpeluang besar melakukan hubungan seks terlarang, seks sebelum menikah bahkan kumpul kebo.

Hubungan seks terlarang seperti perselingkuhan, seks sebelum menikah, selain menghambat rezeki, menghambat jodoh, menghilangkan aura kecantikan, yang lebih mengerikan akan melahirkan generasi rusak; penjahat seks, begal, perampok, pencuri. Yang umum biasanya melahirkan anak durhaka, seperti anak yang suka melawan orang tua, tidak senang sembahyang, kalau pun si anak sembahyang ke tempat suci, dia rindu temannya bukan rindu kepada Tuhan.

Selain itu, hubungan seks sebelum menikah juga mengotori tempat suci yang dikunjungi karena sudah dianggap menikah secara hina, sehingga tempat suci sekarang tidak lagi metaksu. Doa yang dipanjatkan oleh orang yang sering melakukan hubungan seks sebelum menikah doanya tidak metaksu, tidak diterima. Jangan heran kalau doa kita sia-sia, karena kita tanpa sadar telah mengotori diri dengan perbuatan seperti itu. Bersyukur di Bali upacara perkawinan lengkap dengan penyucian sehingga setelah menikah orang bersangkutan dosanya bisa dikurangi.

Back to topik, jika seseorang bisa menikah tanpa pacaran, cinta yang dimiliki akan tetap menggebu sampai menikah dan selanjutnya semakin menggebu setelah bisa menggetarkan ranjang. Pada masa yang seharusnya pacaran, jadikan waktu itu sebagai PDKT, pendekatan.

Aku sudah dua kali hampir mengalami hal seperti itu, dimana aku mencintai seorang gadis dengan PDKT cukup lama, setahun lebih, tetapi aku gak pernah nembak dia. Sayangnya dari awal memang ragu, karena si cewek ini gendut. Bisa dibilang bukan seleraku sebenarnya tapi entah kenapa muncul rasa sayang dari hati. Dan aku sering sekali ngapel ke rumahnya, dulu bahkan hampir setiap minggu. Tetapi sekarang sudah enggak, karena si cewek pernah berkata kasar padaku, jadinya aku illfeel. Bagiku, paling cepat bikin hilang rasa kalau cewek itu mudah berkata kasar.

Dan yang terakhir, cewek yang sering aku ceritakan, aku tak pernah nembak cewek yang paling aku sayang ini, padahal sudah sering kirim kado lewat pos. Walaupun cewek ini belum bisa menerima kehadiranku. Jika suatu saat gadis ini bisa aku taklukan, aku takan menembak dia, takan ada istilah pacaran. Aku akan langsung dilamar, dipersunting. Ngayal!

Kenapa berencana seperti itu? Ternyata kalau seorang lelaki dewasa benar-benar sayang terhadap seorang gadis, ia langsung berkomitmen untuk membangun bahtera rumah tangga alias menikah, tidak lagi cinta dijadikan ajang coba-coba. Aku mulai merasakan keadaan ini.

Ada yang mau ikut membangun tradisi baru ini dalam menemukan jodoh? [tardisi lama dibarukan] Kita perangi tradisi pacaran karena tradisi pacaran telah nyata-nyata merusak ajaran agama dimana semakin marak hubungan seks bebas, perselingkuhan, prostitusi berawal dari tradisi pacaran ini.

Walau dalam Kamasutra dibenarkan pacaran, tetapi ternyata jika diselami yang dimaksud pacaran dalam Kamasutra adalah masa pendekatan, dimana usaha seseorang mengenali calon pasangan hidupnya, terutama mengenali orang tuanya, sebab karakter seseorang akan terlihat jelas dari orang tuanya. Demikian juga bagaimana bentuk fisiknya setelah tua.

Oleh karena itulah jika mencintai seseorang, cintai juga keluarganya agar bisa mengenali watak asli orang yang kita sayangi, sering-sering ngapel atau bersilahturahmi ke rumahnya. Kalau aku sih memang begitu orangnya, suka ngapel ke rumah orang yang disayang, meski ada rasa deg-degan jika bertemu orang tuanya. Tapi asik loh dan seru.

Yang saya herankan, jaman sekarang banyak loh yang bisa menikah tanpa kenal secara nyata apalagi kenal orang tuanya. Ujung-ujungnya rumah tangganya berantakan, bahkan bercerai. Bagaimana rumah tangga tidak mudah roboh kalau sudah dibangun dengan pondasi yang asal jadi?

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts