e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Kalah Menang Antara Anak dengan Orang Tua

Hubungan anak dan orang tua harapannya adalah saling menguntungkan, baik secara nyata maupun niskala. Tetapi seringkali kenyataan yang kita lihat bertolak belakang, dimana antara anak dan orang tua terjadi kalah-menang yang tak bisa kita hindari, seakan hal itu seperti takdir yang tak terelakan.

Kalah-menang ini bukanlah permusuhan di antara anak vs orang tua, melainkan suatu keadaan dimana orang tua dan anak tidak bisa hidup bahagia bersama dimana salah satu akan bahagia bila yang lain meninggal. Berdasar kepercayaan beberapa masyaraat Bali, seorang anak dikatakan kalah-menang dengan orang tua apabila mereka memiliki kelahiran yang sama. Selain itu, ada juga yang meyakini bahwa apabila seorang anak sangat mirip dengan orang tuanya akan terjadi kalah-menang.

Mungkin sulit diterima akal sehat akan tetapi banyak terjadi kasus demikian. Saya ambil contoh kasus dalam keluargaku, dimana ibuku memiliki hari kelahiran sama dengan kakakku yang perempuan. Ibu dan kakakku otonan (ulang tahun ala bali) pada hari yang sama; sama-sama lahir pada hari Sabtu Kliwon, Wuku Wariga. Apa yang terjadi di antara mereka?

Katanya, sejak kecil kakakku sakit-sakitan hingga hampir mati, jarang bisa sehat dalam waktu yang lama, namun setelah ibuku meninggal saat umurku setahun dan kakakku berumur 3 tahun, sejak saat itu kakakku jarang sakit. Kalau bukan ibuku yang meninggal barangkali kakkulah yang meninggal.

Sedikit berbeda jika memiliki rupa 11 12 atau wajah serupa bahkan hampir sama persis, biasanya hal ini terjadi antara anak laki-laki dengan bapaknya. Kalah-menang diantara mereka akan terjadi pada saat anaknya menikah.

Yang membuatku kawatir, aku dan bapakku hampir sama persis, baik sifat maupun wajah. Dari rambut, hidung, mata, garis tangan, bahkan yang mengejutkan aku dan bapakku memiliki tahi lalat yang sama yaitu di sudut mata kanan.

Malah kemarin nenekku menasehati sebaiknya aku menikah pada usia yang lebih tua agar lebih lama bisa bersama dengan bapakku. Hal yang terasa aneh lagi kemampuan yang dimiliki bapakku mulai menurun ke aku, dan bapakku mulai sakit-sakitan padahal umurnya masih muda, 56 tahun. Semoga saja sih tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan nanti setelah aku menikah, soalnya saat ini aku sudah mulai kepengen memiliki istri dan sudah merasa siap menikah meski belum memiliki calon istri. Hiks!

1 Komentar:

Umpan Ikan Nila Galatama mengatakan...

Nice Artikelnya.. ijin share dan jangan lupa kunjungan baliknya... http://essenaquatic.xyz/umpan-ikan-nila-galatama/

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts