e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Hindari Mengejek Pelaku Penyimpangan Seksual

Pernikahan sejenis di Bali yang dilakukan oleh orang Amerika dengan orang Indonesia sempat menjadi perbincangan hangat. Mereka sebenarnya tidak melakukan pernikahan sejenis, melainkan merayakan pernikahan sejenis.

Kasus di atas merupakan salah satu kasus penyimpangan seksual. Larangan seks sesama jenis, larangan ini dapat ditemukan dalam kitab suci Manawa Dharmasastra. Tetapi yang jelas-jelas disebut adalah percintaan antara perempuan dengan wanita (Lesbi). Hukumannya dengan digundul, diarak keliling desa.

Ada banyak lainnya lagi yang termasuk menyimpangan seksual yang dilarang agama, seperti hubungan seks dengan keluarga (gamia gamana) lebih dikenal incest; ibu dengan anaknya, ayah dengan anaknya, om dengan keponakan, anak laki-laki dengan bibi, dan lain sebagainya. Soal incest ini diatur di dalam kitab suci Parasara Dharmasastra. Hukumannya mulai dari pemotongan alat kelamin hingga penebusan dosa. Penerapannya di Bali, kecendrungan hanya dengan penebusan dosa dengan melaksanakan upacara pengruwatan atau penyucian desa adat setempat dan penyucian terhadap si pendosa.

Penyimpangan seksual lainnya seperti bersanggama dengan binatang (salah timpal), pedofilia atau mencintai anak-anak. Dalam ajaran Hindu saya belum menemukan istilah yang digunakan, tetapi ada aturannya bahwa sesorang lelaki dewasa dilarang melakukan hubungan seks dengan gadis kecil atau menikahinya.

Ada juga penyimpangan hubungan seks yang dilarang lainnya yang diangap biasa saat ini, misalnya tinggal bersama layaknya pasangan suami istri tetapi tidak menikah secara sah atau kumpul kebo (Mitra Ngalang), termasuk seks diluar perkawinan, lebih-lebih sampai melahirkan anak sebelum diupacarai.

Hal-hal di atas dapat menimbulkan kekotoran dunia; ngletehin gumi (cuntaka desa). Bahkan dipercaya para dewa penjaga bumi geger akibat dari penyimpangan seksual-penyimpangan seksual seperti itu. Suhu alam gaib menjadi panas. Oleh karena itulah untuk mencegah berbagai bencana atau musibah yang kemungkinan diturunkan di desa adat bersangkutan wajib hukumnya untuk melakukan penyucian desa adat setempat.

Demikian juga dilarang duda menikahi janda, duda menikahi gadis, jejaka menikahi janda. Hal ini masih ditoleransi dengan mendapat upacara penyucian, ada upacara atau ritual khusus. Juga dilarang seorang istri meningalkan suaminya lalu menikah dengan lelaki lainnya, sebelum perceraiannya disahkan.

Bagaimana kita menyikapi hal-hal seperti itu? menurut hemat saya, sudah seharusnya kita menghindari mengejek atau mengolok-ngolok, atau menghina apa yang mereka lakukan. Semakin banyak orang yang menghina, peluang untuk menular semakin banyak. Adakalanya apa yang dibenci seseorang, tanpa sadar malah ditiru, lebih-lebih urusan seks yang terkadang membuat kita tiada berdaya.

Aku juga termasuk orang yang mengalami kendala menghadapi guncangan nafsu seks yang berlebih. Meski begitu berusaha untuk mengendalikannya. Memang kita tiada berdaya menghadapi kuasa nafsu seks, dengan kata lain kita di bawah kuasa nafsu birahi.

Nafsu seks menyebabkan banyak manusia masuk neraka dan mendapat aib di dunia. Masalah seks atau mengendalikan nafsu seks sebenarnya bukan permasalahan mudah. Bahkan dalam ajaran Hindu, nafsu seks merupakan salah satu musuh terbesar manusia, yang disebut kama. Oleh karena itulah sudah seyogianya kita perlu untuk menghindari mengejek mereka yang melakukan perbuatan salah dalam mendapatkan kesenangan seks, seperti pemerkosaan, lesbi, gay, incest, kumpul kebo, dsb. Bisa jadi suatu saat menular pada kita.

Pernah ada yang menduga kalau aku itu mengalami gejala pedofilia gara-gara sering bercerita mencintai gadis abg, gadis kecil. Sebenarnya tidak demikian, aku hanya tidak bisa ditarik oleh wanita yang sudah tidak lagi suci (perawan), dengan kata lain, seorang wanita yang sudah tidak suci tidak mampu memancarkan aura kecantikan yang mampu menarikku untuk mencintainya.

Jujur saja, saya bisa mencintai wanita dewasa asalkan dia masih suci. Beberapa waktu lalu saja sempat menggoda cewek dewasa dengan pandangan, padahal sama pacarnya, tetapi menurutku cowoknya kurang ganteng, makanya aku berani menggodanya dengan mata. Beberapa kali gadis dewasa itu memandangku dengan salah tingkah. Kayaknya juga tertarik padaku.

Sebenarnya wanita yang masih suci itu energi yang dipancarkan cukup kuat loh, lebih-lebih jika ada kecocokan dengan kita (lelaki), bisa-bisa membuat lelaki bergetar. Saat berjumpa atau berencana untuk berpapasan bisa membuat kaki lelaki lemah terkulai. Kalau ada tempat tidur, bisa langsung bobok tuh lelaki karena tak kuat berdiri. Hiks..

Oleh karena itulah gadis-gadis harus menjaga baik-baik kesuciannya kalau ingin mendapatkan cinta yang tulus dari seorang lelaki, kemudian memilihnya menjadi pasangan hidup. Hindari melepaskan kesucian sebelum menikah. Hasil pengamatanku, gadis yang masih suci selalu mendapat tempat di hati lelaki, lebih-lebih berpedidikan, baik lagi. Wanita tipe ini sangat diidolakan oleh laki-laki baik.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts