e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Cinta yang Perlu Dipertahankan

Adakalanya kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus mengambil keputusan yang pasti antara bertahan mencintai seseorang ataukah kita menjauh darinya. Sebuah perkara yang terlihat sederhana akan tetapi banyak orang yang sulit mengambil keputusan persoalan asmara ini, lebih-lebih cinta yang begitu dalam.

Mungkinkah kita berharap pada sesuatu yang tidak pasti ataukah mencoba meyakinkan hati bahwa harapan itu perlu diperjuangkan untuk digapai? Barangkali butuh kesabaran yang ekstra untuk memahami hati yang risau akan cinta yang mengambang, tak tahu kemana harus melangkah.

Kemungkinannya ada dua kelompok orang yang merasa ingin mengambil keputusan tentang dilema cinta yang rumit ini. Kelompok pertama, orang yang cintanya diabaikan, cinta bertepuk sebelah tangan. Kelompok kedua, orang yang sudah bersama saling mencintai tetapi menghadapi masalah hingga harus memilih suatu keputusan demi masa depan yang lebih indah dalam mengarungi kehidupan asmara. Pertanyaannya kemudian, cinta yang bagaimana kita perlu pertahankan?

Pertanyaan sederhana tetapi sulit dijawab, sebab cinta yang benar-benar cinta itu bermain dirasa, sehingga sulit untuk mengulasnya dalam tataran kata. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk keberlanjutan hubungan cinta. To the point, ini yang perlu diperhatikan;

Kletegan Bayu

Seseorang yang mencintai orang lain dengan tulus dan dalam pasti mengalami kenangan pada pandangan pertama, rasa yang muncul lain dari yang lain. Ada getar yang berbeda timbul ketika melihatnya. Pandangan pertama tidak selalu perjumpaan pertama. Menurutku, pandangan pertama terjadi pada saat pertama kali kita jatuh cinta padanya, meski sebelumnya kita sering melihatnya.

Aku pernah mengalami hal yang demikian, dimana aku jatuh cinta pada gadis smp, dia anak tetangga. Meski tetangga, sebelumnya aku tak tahu bagaimana dia, tidak pernah memperhatikannya, tidak ada ingatan tentang peristiwa yang telah berlalu yang mungkin aku lihat sebelumnya tentang dia, tetapi begitu aku jatuh cinta, kenangan pandangan pertama jatuh cinta demikian kuat melekat dalam ingatanku. Suatu ketika dia lewat di depan rumahku mengendarai sepeda motor, aku terkejut melihatnya, jantungku berdebar. Aku pun termenung dibuatnya, bertanya-tanya sendiri; ada apa dengannya, kenapa hatiku bergetar ketika melihatnya?

Penggambaran situasi pandangan pertama, kita temukan pada lagu lawas ’Setelah Jumpa Pertama’ dari Ida Laila. “Pertama ku berjumpa denganmu, seakan berdebarlah hatiku. Pandangan pertama yang ku trima, terasa sejuk dalam dada, pancaran dari rasa cinta.” Demikian penggalan liriknya.

Dalam masyarakat Bali, tidak ada istilah pandangan pertama, akan tetapi ada sebuah istilah yang lebih tepat untuk menggambarkan pandangan pertama, istilahnya ‘kletegan bayu’ [Kletegan; getaran, bayu; tenaga]. Sulit mendefinisikan makna kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Menurutku, bisa diterjemahkan sebagai getaran jiwa.

Lagu pop Bali yang menggambarkan hal itu kita dapati dalam lagu ‘Kenken Kabare’, dari Putu Lina. Sebuah lagu yang menceritakan kisah cinta yang harus berakhir akibat masalah yang dihadapi. Tetapi cinta yang dimiliki adalah cinta tulus datang dari hati. Ketika kenangan itu diingat, sang gadis berlinang air mata.

Penggalan liriknya sebagai berikut;
Sesukat raga ketemu, ajeg kletegan bayune, makita dot tiang ngelahang. Sing cara anak muani elenan, beli prasida ngisinin sekancan keneh tiange, yadiastun tusing makelo. Sebilang inget-ingetang ngetel yeh peningalane, inget teken dewek beline. Tatkala tumbuh tresnane di hati, beli jani suba ngancan ngejoh-ngejohang, ulian pada-pada ngelah masalah, beli takut yen terus kekene.

-Semenjak kita berjumpa, ada getaran jiwa, ingin sekali aku memiliki. Tidak seperti lelaki lainnya, kau mampu mengisi seluruh hatiku, walaupu tidaklah lama. Setiap dikenang berlinang air mataku, teringat pada dirimu. Manakala tumbuh cintaku di dalam hati, sekarang kau semakin menjauh, hanya karena sama-sama memiliki masalah, kau takut kalau ini terus terjadi.- Demikian kira-kira terjemahan bebasnya.

Terkadang aku menitikan air mata saat menyanyikan lagu ini sambil mengingat sikap dia yang telah lama mengabaikan cintaku. Aku mengganti beberapa kata, seperti kata ‘tiang’ menjadi ‘beli’, anak muani diganti dengan anak eluh. Oleh karena aku merasakan bagaimana getaran cinta pertama ini, itu sebabnya aku masih bertahan mencintai gadis yang cuek padaku meski sudah tiga tahun lamanya, bukan waktu yang singkat.

Telepati Cinta

Selain kletegan bayu, telepati cinta juga perlu menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan hubungan cinta. Apabila kita bisa berkomunikasi melalui hati dengan si dia, kita perlu mempertahankannya, akan tetapi jika tidak bisa diajak berkomunikasi melalui hati, tak perlu dipertahankan. Mereka yang memiliki ikatan batin, besar peluang hubungan mereka langgeng, ikatan batin ini menjadi sarana komunikasi dari hati ke hati. Aku menyebut keadaan ini sebagai telepati cinta.

Misalnya; ketika kita rindu padanya dan ingin sekali bertemu dengan dia, tiba-tiba dia muncul atau lewat di depan kita. Demikian pula ketika merasa kawatir dengan keadaan dia, ternyata dia menghadapi masalah atau pun musibah. Apa yang dia alami dan dia rasakan, kita mampu merasakannya.

Hal ini tak perlu dijelaskan panjang lebar, jika pernah merasakannya pasti mengerti apa yang aku maksudkan. Cinta yang berdasar kletegan bayu bukan atas dasar nafsu akan menjadi sebuah cinta yang mengagumkan. Cinta seperti inilah yang perlu dipertahankan dan diperjuangkan hingga kita tak mungkin lagi untuk memperjuangkannya, seperti menikah dengan orang lain.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts