e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Payudara yang Ideal

Sebenarnya setiap senti tubuh wanita sering menjadi perhatian kaum lelaki, terutama lelaki hidung belang. Bagian tubuh bisa menimbulkan rasa hormat, bisa pula menimbulkan nafsu birahi, lebih-lebih bagian tubuh sensitif dari seorang wanita. Kedua keadaan itu akibat pikiran yang bingung. Demikian pula terhadap buah dada seorang wanita, berbeda-beda tanggapan orang terhadapnya.

Seorang anak dan seorang ayah beda persepsinya jika melihat payudara si ibu. Demikianlah sesungguhnya benda yang sama terlihat berbeda akibat pikiran. (Sarasamuccaya 85).

Ada berbagai tanggapan terhadap dua gunung kembar yang berdiri indah. Sungguh gunung itu sumber kehidupan (gizi) yang utama, dimana kita bisa hidup karena keberadaan gunung itu. Akan tetapi menggairahkan bagi lelaki hidung belang.

Berbagai pandangan muncul terhadap gunung kembar alias payudara itu. Ada yang berpendapat payudara yang besar itu lebih menarik, ada pula lebih tertarik pada payudara yang montok dan tidak terlalu besar. Tak jarang wanita pun bingung terhadap keberadaan payudaranya, ada yang berusaha membesarkan dan mengencangkannya, ada pula tidak peduli dengan payudaranya.

Kalau aku lebih suka payudara yang montok (padat berisi) dan tidak terlalu besar. Sepertinya lebih menyenangkan bila suatu saat mendaki gunung kembar yang tidak terlalu besar dan tinggi.

Menurut studi, wanita yang memiliki payudara lebih kecil lebih bahagia dibandingkan dengan wanita yang memiliki payudara yang lebih besar. Selain itu, payudara yang lebih kecil selalu menarik hingga usia lanjut, sedangkan payudara yang lebih besar tidak lagi menarik setelah usia lanjut. Payudaranya melar, melebar.

Lalu, bagaimana mengetahui ukuran payudara yang ideal? menurutku, payudara wanita yang menarik, ukurannya sekepalan tangan. Tentunya sebesar kepalan tangan dia. Ukuran ini berlaku bagi wanita dewasa (17+) yang belum pernah melakukan hubungan seks atau belum menikah. Kalau sudah menikah atau sudah pernah melakukan hubungan seks dan memiliki anak, ukuran payudaranya menjadi lebih besar. Jadinya lebih menarik tertantang untuk mendaki di ranjang. Hiks!

2 Komentar:

Agung Prass mengatakan...

Tak banyak yang berani mengutarakan pendapatnya terkait dengan satu ini. hehehe... pastinya, karena budaya ketimuran masih menganggap tabu. ^_^

Saya desainer grafis dan ilustrator sedikit sih. jadi masih agak sering ketemu, melihat dan mengamati soal payudara ini karena bagian dari pengetahuan anatomi.

I Ketut Merta Mupu mengatakan...

Saya orangnya agak bebas berpendapat.. free think about everry think. Kira-kira begitu slogan saya.

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts