e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Ciuman Sembarangan (18+)

Ada-ada saja kelakuan remaja jaman sekarang, ciuman saja sudah tak memperhatikan sikon, situasi dan kodisi. Seperti kejadian lucu bin menggelikan beberapa waktu lalu.

Sekitar jam setengah dua,  saya bawa surat ke YKP (Yayasan Kebhaktian P*****). Tetapi karena sudah sore, kantornya sudah tutup. Iseng-iseng  memperhatikan halaman di sekitar, ternyata di dekat sekretariat yayasan tersebut terdapat sekolah SMK. Tak sengaja mata melihat pemandangan yang bisa dikatakan ‘hot’. Di dalam ruangan kelas dengan pintu kelas terbuka, terlihat sepasang siswa-siswi sedang beradu gejolak birahi.

Yang cewek dalam posisi berdiri, sedangkan lelaki duduk di meja. Sang gadis di rangkul, payudaranya dihisap, tak lama kemudian ciuman. Bulu kuduk merinding melihat adegan itu.

Sialan..! dampratku dalam hati. Motorku digas hingga berbunyi ‘gruuungg..’, gruung..’’. Mereka kaget dan pura-pura tak terjadi apa-apa. Saya langsung memutar motor mau mencari orang untuk bertanya apakah kantor YKP sudah tutup ataukah pegawainya sedang keluar. Saya menanyakannya pada ibu-ibu di kantor perguruan tinggi STISPOL WB yang masih buka, satu yayasan dengan YKP. Tak lama kemudian, datang dua gadis, anggota osis gabungan, mereka mau membawa surat undangan untuk SMK bersangkutan.

Kedua gadis itu berjalan menuju arah tempat sepasang siswa-siswi ciuman tadi. Ternyata siswa-siswi yang sedang mabuk birahi lagi ciuman, kedua gadis itu malu dan tersenyum kecut, keduanya langsung balik. Saya tertawa cekikikanmelihat reaksi mereka, dan kedua gadis itu tersenyum padaku. Mereka langsung pulang setelah bertanya kepada ibu- ibu. Sempat juga saya tanya sekolah dimana. Ternyata mereka osis di sekolah PGRI.

Tak berapa lama, hujan lebat turun,  mencari tempat berteduh, tak bawa mantel. Saat berteduh, pikiran mencercau memikirkan tentang kejadian tadi. ‘beginikah perilaku generasi muda sekarang? sekolah bukan hanya dijadikan belajar ilmu pengetahuan, tetapi ternyata juga dijadikan belajar mesum’ pikiran negatif berkecamuk.

Setelah direnungkan,  mencoba memposisikan diri sebagai lelaki itu. Mungkin saja saya akan melakukan hal yang sama, hanya saja mungkin tak berani di tempat terbuka, paling tidak tutup pintu kelas biar tak ada yang melihat.Huahahaa..

Memikirkan gejolak nafsu birahi dalam diri, kadang juga bisa berbuat senonoh tanpa memperhatikan tata krama, misalnya jambret payudara cewek sembarangan. Begitulah, jika nafsu sedang bergejolak, apapun bisa terjadi. Barangkali pasangan itu sedang dimabuk nafsu birahi, hanya saja tak ada tempat untuk memuaskannya.

Setelah hujan reda, iseng-iseng mau intip, siapa tahu beraksi lagi. Ternyata mereka hanya duduk-duduk saja. Di sebelah selatan ruangan kelas itu, diluarnya, ada dua cewek SMP (gak tahu datangnya darimana). Saya mendekati kedua gadis itu, pura-pura bertanya dimana kantor YKP. Dia mengatakan sektretariat YKP sudah tutup. Eheemm.. padahal sudah tahu. Biar dapat menyapanya doang, soalnya cantik.

Setelah dipikir-pikir, ngapain saya ngobrol sama gadis ingusan. Taklama saya langsung hidupkan motor mau balik ke tempat kerja. Cewek yang ciuman sembarangan itu keluar dari ruangan kelas, dan tersenyum memandangku, aku membalasnya. Untuk merendahkan cewek itu,saya  berikan jempol terbalik sambil jalan. Huahaha.. Habisnya jadi cewek murahan banget, masak mau diajak ciuman di tempat terbuka seperti itu. Tapi seandainya saya dikasih, bagaimana ya?

Sepulang dari tempat kerja, habis gajian,  ke toko buku Toga Mas, salah satu gadis penjaganya ada yang saya suka. Setiap beli buku disana, selalu manja-manjaan sama gadis itu. Setiap nyari buku, pura-pura tidak ketemu, padahal sudah ditemukan, tetapi malah saya pindah tempatnya, biar lama dia dekat denganku. Akal bulus.

Mungkin cewek itu kesel. Masak cari buku segitu saja tak ketemu? mungkin begitu dalam pikirannya. Tapi setiapsaya yang minta bantuan, dia selalu cepat membantunya. Kalau diperhatikan, yang lain bahkan ditunda untuk dibantu. Kalau saya yang minta, tak pernah ditunda. Horeee…

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts