e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Alergi Wanita Dewasa

"Kamu sudah dewasa, sudah seharusnya belajar mencari cewek yang sudah dewasa. Kalau kamu mencintai ABG melulu, kapan akan menikah?' Nasehat itu cukup membuat hati terketuk, tersadar dari ilusi yang pernah dialami. Sehingga belajar untuk dekat dengan wanita yang sudah dewasa.

Nasib sial menjadi lelaki single, mencoba menuruti nasehat teman.Namun apa daya, beberapa kali kecantol dengan cewek yang sudah dewasa, setelah ditelusuri, ingin kenal lebih dekat, selalu menemukan wanita sudah memiliki pasangan serius, bahkan sudah kumpul kebo.

Dalam kenyataan, sering kali menemukan mahasiswa-mahasiswi kumpul kebo, ngekost satu kamar berdua, tanpa diketahui keluarganya.

Berulang kali menemukan fenomena seperti itu, menjadi alergi dengan wanita dewasa. Terlebih lagi agama menyatakan, seorang yang sudah melakukan hubungan seks diluar nikah atas dasar suka sama suka, dinyatakan sudah menikah. Terlebih lagi kumpul kebo.

Seseorang yang sudah pernah melakukan hubungan seks diluar pernikahan, dianggap tidak layak mendapat upacara Veda ketika ia menikah. Hal ini akan membuatnya menjadi orang berdosa, hingga kemudian hidupnya menjadi lebih sulit, sering dirundung masalah, hingga tak jarang timbul perceraian yang tak dibenarkan agama.

Intinya perkawinan yang sudah ternoda seks diluar nikah, akan membawa masalah, terutama yang melakukan hubungan seks dengan banyak orang. Kalau hanya dengan satu pasangan, dan pasangan itu menjadi suami-istri, itu masih mendingan.

Kekecewaan lelaki melihat fakta-fakta ini, kadang berasumsi janda lebih menarik daripada wanita yang terlihat masih gadis tetapi sudah salome, satu lobang rame-rame.

Pemikiran seperti ini pun pernah menggerogoti diriku, hingga tak hayal pernah memiliki kekasih yang sudah menjanda (pisah ranjang), janda kembang.

Tidak salah bila seseorang mencari pasangan yang masih murni, dalam tanda kutip belum terjamaah lelaki lain. Hal ini mengacu pada konsep bahwa untuk melahirkan anak yang baik, anak yang budiman, anak yang penurut, lahir dari seorang ibu yang baik, yang berahklak.

Lebih ekstrim lagi, dinyatakan bahwa dari wanita yang rusak, maka lahirlah generasi rusak.

Mencoba merenung kembali, apa sebenarnya aku sudah alergi dengan cewek dewasa? ah, semoga saja tidak. Tetapi hayalanku, sering membayangkan dan berharap, dan semoga terjadi, istriku nanti masih muda, berhati mulia, dan mencintai suami dengan sepenuh hati. Huahahaha... Kayalan lebay.

Entah kenapa gadis itu, yang pernah mencampakkanku, masih aku harapkan untuk menemani hidupku kelak nanti. Berharap kebenciannya menjadi cinta di kemudian hari.

"Aku akan menunggumu hingga dikau tamat sekolah", janji yang masih terngiang dalam ingatan. Apa mungkin janji itu bisa ditepati? sedangkan dia masih kelas 1 SMA.

"Biarkan waktu yang menjawab," kilah seekor anjing yang menggonggong.

2 Komentar:

Agung Prass mengatakan...

Saya sendiri berpendapat jika seorang anak dilahirkan dari ibu yang rusak, maka anaknya tidak lantas demikian jika diasuh orang lain :D ...Tapi, menikah itu sendiri bukan hanya menyatunya 2 orang saja, tapi 2 keluarga. Jadinya... sedih pula jika tanpa restu meski soal janda atau tidak, tentang itu saya juga sependapat... cuma kadang... si janda yang jaga jarak :) mungkin trauma.

Agung Prass mengatakan...

Saya sendiri berpendapat jika seorang anak dilahirkan dari ibu yang rusak, maka anaknya tidak lantas demikian jika diasuh orang lain :D ...Tapi, menikah itu sendiri bukan hanya menyatunya 2 orang saja, tapi 2 keluarga. Jadinya... sedih pula jika tanpa restu meski soal janda atau tidak, tentang itu saya juga sependapat... cuma kadang... si janda yang jaga jarak :) mungkin trauma.

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts