e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Surat Cinta: Kau yang Terindah



Teruntuk ..
Kau yang Terindah
Wi** A**

“T'lah banyak cara Tuhan menghadirkan cinta. Mungkin engkau adalah salah-satunya, namun engkau datang di saat yang tidak tepat..”
Sembari menulis untaian kata cinta yang tak tertata, bli mendengarkan lagu ‘Aku Memilih Setia’ by Fatin Sidqia. Tersadar diriku salah mencintaimu yang masih kecil, bli datang tidak pada waktunya. Seakan lagu itu kaulah yang menyanyikannya, nona kecilku,  hingga hati ini memaksa harus pergi menjauh darimu. 
Di hari ini, tak ada kata-kata indah yang bisa ku rangkai atau pun hal istimewa yang mampu ku urai. Mungkin ini tak berarti apa-apa bagimu, tapi yang pasti, doaku akan mengiringi di setiap jejak langkahmu. 
Sudah dua tahun tiga bulan mengidolakan dan mengejar cintamu, namun bli tak mampu meluluhkan hatimu. Berulang kali berusaha melupakan, menepis bayang-bayang wajah manismu. Tapi entah kenapa bli tak pernah bisa menggantikanmu dengan yang lain. Bli tiada berdaya dengan perasaan ini, seakan terkena guna-guna. Tak pernah bli merasakan cinta setulus dan sedalam ini. Rasa sayang, rasa rindu yang bli miliki selalu datang menemani dalam setiap langkahku. Sayangnya, cinta tulusku tak berbalas. Sedih! 
Acapkali menitikan air mata. Mencoba mengingat kenangan yang telah berlalu, kenangan pahit yang kau beri. Mencoba berbicara dari hati ke hati denganmu, seolah-olah bli sedang berbicara denganmu, mencurahkan rasa rindu, rasa sayang. Menggugat sikapmu selama ini. Semakin memikirkanmu, dalam dadaku darah mengalir berdesir seakan tergores pisau, hatiku tersayat, sakit sekali rasanya, Wi. Dadaku terasa sesak, belbelan tangkah bline. Pada saat itulah air mataku berlinang membasahi pipi. Bahkan terkadang bli menangis sesenggukan seperti anak ayam menjerit kehilangan induknya. 
Sungguh bli tak mngerti dengan semua perasaan ini, bagaimana mungkin gadis kecil sepertimu mampu membuat air mata lelaki dewasa seperti bli bisa mengalir hanya karena memikirkanmu? mungkin itulah cinta suci, cinta tulus dalam relung hatiku yang terdalam, namun cintaku tak memiliki mata. Cintaku tak bisa dilihat, tak mampu diraba, tak bisa didengar, tetapi cintaku hanya bisa dirasakan, yang hanya ku persembahkan untukmu seorang.
Beberapa bulan lalu memang pernah ku coba merelakan hatiku pada yang lain, tapi akhirnya bli sadar, hanya karena tak bisa membohongi bahwa hatiku masih untukmu. Percaya tak percaya, itulah kenyataannya. 
Terima kasih atas warna yang pernah engkau lukis dalam hidupku, meski itu bukan warna indah, namun bli mengganggapnya suatu keindahan, kebahagiaan, dan kedamaian. Dan ijinkan menyimpannya sebagai kenangan, walau mungkin sebenarnya bli tak berhak memilikinya lagi. Semua ini karena KAU YANG TERINDAH.
Selamat ulang tahun, adi sayangang bli. Happy sweet seventeen. Kau lahir tujuh belas tahun yang lalu, karena itu bli kirimkan bunga warna-warni 17 tangkai pada hari berbahagia ini 09-05-2015. Bli tak mau moment terindah ini terlewatkan begitu saja. Terimalah hadiah kecil dari kakakmu yang nakal, yang selalu mengganggu kehidupanmu, Wi jegeg.
Entah Wi sadari atau tidak, waktu ini bli sempat pura-pura benci. Maafkan bli.. sejujurnya bli hanya kecewa ketika pemberian bunga mawar segar dikembalikan. Tahu gak Wi,  itu bunga import, dikirim dari Jawa. Bli rangkai sendiri sampai berkeringat. Susah sekali menjaga bunga itu agar tidak layu. Sama susahnya dengan menjaga cinta agar tak berpindah pada yang lain. Makanya begitu dikembalikan, bli sangat kecewa. Harganya sih tak seberapa, cuma 100ribu. 
Maafkan bli sempat bersikap seperti itu, demikian juga sampaikan maaf bli pada guru dan meme. Bli sempat tak menyapa guru dan meme. Beberapa kali guru pernah menyapa bli, tapi bli pura-pura tak mendengarnya, tak menjawab sapaannya. Sedih banget rasanya pura-pura seperti itu. Semua itu bli lakukan karena bli ingin melupakanmu seutuhnya. Karena jika bli mencintai seseorang maka juga mencintai keluarganya. Begitu sebaliknya, ketika bli ingin melupakan seseorang, maka juga harus melupakan orang tuanya. 
Kado ulang tahun ini mungkin yang terakhir dari bli karena bli sadar tidak pantas mendampingi hidupmu. Bli merasa bahagia pernah bisa mencintaimu dengan tulus meski berulang kali Wi mencaci maki bli. Tak mengapa itu pernah Wi lakukan. Bli sadar, aku salah mencintai anak kecil sepertimu, bidadari kecilku. 
Hal yang membahagiakan dalam menjalani cinta adalah mencintai dengan tulus, dan itu sudah dirasakan dan bli lakukan. Hanya saja, untuk saat ini, mencoba sekuat tenaga menjauhimu yang tak pernah mencintai bli. 
Bli takan menyesal bila suatu saat Wi menjadi istri dari lelaki lain, karena cinta tulus dariku sudah bli tunjukan dalam tindakan. Dan semoga suatu saat Wi bisa berbahagia bersama lelaki pilihanmu. Kau bahagia, aku pun begitu. Doakan bli, semoga bli menemukan penggantimu di hatiku. 
Jika Wi masih benci sama bli, buanglah rasa benci itu, jadikanlah bli sebagai kakak sendiri, selalu bersikap biasa. Jangan jadikan bli sebagai musuhmu, karena suatu saat sikap seperti itu akan menjadi rasa cinta. Wi akan menyesal kemudian, karena di saat rasa cinta hadir, saat itulah bli sudah tiada. Mungkin pergi untuk selamanya atau hanya menjadi milik wanita lain.
[Berandai-andai] Bila ada rasa sayang untuk bli, simpanlah bunga yang bli berikan. Jaga dia seperti menjaga cintamu. Itu akan mengikat cinta yang bli miliki untuk tidak memilih gadis lain. Dan bli akan datang jika waktunya sudah tiba, jika kita berjodoh. 


Salam hangat dari kakakmu

I Ketut Merta Mupu, SH.

                                 

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts