e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Dewi Amba, Dewi Jodoh Versi Hindu

Dewi Amba atau Maha Durga
(Dewi Jodoh Versi Hindu)


Dalam film Mahabharata/Kejayaan Mahabharata, terdapat kisah prahara asmara Rukmini dengan Krisnha. Dewi Rukmini memohon restu kepada dewa di kuil dewi Amba untuk bisa bersatu dengan jodoh idaman hatinya, Krisnha. Dan akhirnya dewi Amba merestuinya.

Dewi Amba dalam film ini bukanlah dewi Amba yang menjelma menjadi Sri Kandi, melainkan dewi Katyayani. Menurut kepercayaan Hindu, dewi Katyayani merupakan wujud sempurna dewi Durga (Maha Durga, dewi Parwati dalam film Mahadewa); beliau maha cantik, maha pengasih lagi maha penyayang.

Seseorang yang sudah siap menikah tetapi kesulitan menemukan jodoh, dibenarkan memuja dewi Durga dalam wujudnya sebagai dewi Amba/Katyayani untuk menemukan jodoh yang terbaik sesuai dengan kualitas kita. Kalau kita tidak berkualitas, jodohnya juga demikian.

Tapi hati-hati jika masih muda memohon jodoh, nanti jodoh yang ditemukan malah membawa sengsara. Karena kita memaksa dewa untuk mempertemukan jodoh, padahal belum waktunya, sehingga kita akan menemukan jodoh membawa sengsara. Sama halnya jika tak memiliki anak, kemudian meminta anak di suatu pura, jika dikabulkan maka si anak yang didapat anak super nakal.


Mahamrtyunjaya Mantra

Dari dua mantra teragung dalam Veda, selain Gayatri Mantra, mantra itu adalah Mantra Mahamrtyunjaya, yang merupakan salah satu mantra untuk mengagungkan dewanya dewa, Mahadewa. Mantra ini berasal dari Rg Veda. Dalam film Ashoka mantra ini digunakan dalam upacara agung Mahasiwaratri di kerajaan Magada dengan rajanya Bindusara. Mantra tersebut sebagai berikut:

Om Tryambakam Yajamahe
Sugandhim pushtivardhanam
Urvarukamiva bandhanan
Mrityur mukshi Yamaamritat. (Rigveda 7.59.12).

Tembang: Anustub
Japa: Minimal 108

OM. We worship the Three-eyed Lord who is fragrant and who nourishes and nurtures all beings. As is the ripened cucumber (with the intervention of the gardener) is freed from its bondage (to the creeper), may he liberate us from death for the sake of immortality.

Manfaat mantra ini agar terhindar dari kesulitan, sebagai perlindungan, memohon kedamaian, kebahagiaan, dan yang utama adalah untuk pembebasan (moksa). Mantram ini juga dapat digunakan sebagai mantra pengobatan.

NB: Ketika kita membicarakan Tuhan dalam wujud pribadi maka Dialah Mahadewa, ketika kita membicarakan Dia yang ada dimana-mana, maka beliaulah Parameswara (Parama Iswara/Parama Siwa yang adalah Tuhan tertinggi). Dan ketika kita berbicara Dia sebagai jiwa yang utama maka dialah Siwatman/Paramatman, Tuhan yang bersemayam dalam hati setiap mahkluk.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts